Jakarta Juara STA 2021, Bukan Gubernurnya

Jakarta memenangkan penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021. Pembangunan MRT, LRT, bus listrik, jalur pedestrian dan sepeda di Jakarta dianggap yang terbaik untuk saat ini.

Bukannya bersuka cita dengan keberhasilan Jakarta meraih penghargaan STA 2021 itu, banyak orang malah sewot. Mereka marah karena seharusnya yang menerima penghargaan itu bukan Anies Baswedan, tapi Bang Yos, gubernur yang menginisiasi bus Transjakarta, atau Mas Jokowi, yang melakukan ekspansi layanan Transjakarta dan pembangunan LRT, atau Koh Ahok, yang membangun MRT.

Siapa pun gubernurnya, pemenangnya adalah Jakarta.

Dalam pengumumannya pun jelas disebutkan bahwa pemenangnya bukan Anies Baswedan, tapi Jakarta. Itu meliputi gubernurnya, warganya, jajaran pemerintah, termasuk juga bahkan Indonesia sebagai negara dimana kota Jakarta berada.

Kebetulan Pak Anies yang akan menerima penghargaan tersebut, itu hanya karena dia adalah gubernur Jakarta saat ini dan mungkin menjadi orang yang paling tepat mewakili Jakarta saat ini. Kalau saja waktu itu Mas Jokowi tidak mencalonkan diri menjadi presiden dan bertahan menjadi gubernur Jakarta selama dua periode, pasti dia yang akan menerima penghargaan itu mewakili Jakarta.

Atau andaikata Koh Ahok yang memenangkan pilkada Jakarta 2017 lalu dan tidak dipenjara karena perkara penistaan agama, pasti dia juga yang akan maju menerima penghargaan STA 2021.

Semua orang di Indonesia pasti tahu bahwa para mantan gubernur punya peran untuk Jakarta. Apresiasi harus disampaikan kepada mereka.

Tapi peran Pak Anies juga tidak bisa dikesampingkan. Menurut yang saya baca, salah satu faktor kemenangan ini adalah percepatan yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir di Jakarta, yang berarti itu adalah periode kepemimpinan Pak Anies. JakLingko yang merupakan gagasan Anies-Sandi juga menjadi penentu.

Tahun lalu Jakarta juga mampu menduduki peringkat kedua dengan gelar ‘’Honorable Mention’’ di ajang yang sama.

Kalaupun ada yang perlu untuk diributkan, kita bisa memilih topik yang lebih berfaedah, misalnya bagaimana keadaan nyata transportasi di Jakarta. Apa saja kekurangannya, berikan ide untuk memperbaikinya. Siapa tahu dengan membahas hal itu, Jakarta bisa menang penghargaan ini lagi di tahun berikutnya.

Alih-alih banyak orang malah meluangkan waktu dan pikiran untuk marah dan menghujat. Saya yang masih merasakan langsung ruwetnya transportasi Jakarta saja kalem.

Sepertinya segala hal di negeri ini selalu menjadi isu yang memecah belah bangsa. Jangankan kegagalan, menyikapi sebuah prestasi pun kita tidak bisa dengan bersuka-cita.

Ribut mulu ga ada capeknya.

Digiprove sealDigiproved

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

7 thoughts on “Jakarta Juara STA 2021, Bukan Gubernurnya

  1. Memang deh, apa-apa disangkutkannya ke Pak Anies hehehe, padahal kesuksesan Jakarta nggak lepas dari peran masyarakatnya itu Sendiri, while Pak Gub hanya sebagai perantara dalam menerima awards.

    Tulisan yang keren, mas 😀

  2. Haha iya.., capek ya mas ngliatin orang ngributin hal yang sama tak berkesudahan. Dua pihak itu, apapun masalahnya nanti larinya ke situ-situ lagi…, susah bener move on-nya
    Tapi ya.., namanya juga anak-anak, mas…
    eh.. 😀

  3. kenapa ya orang JKT sellau ribut dengan gubernurnya heheh
    tapi saya rasa JKT memang terbelah dua sih sejak 2017
    saya sepakat poin mengenai mantan gubernur terdahulu juga berperan mas
    kalau masalah transportasi ini awal mulanya juga dari tahun 2000an ya
    butuh proses panjang biar bisa tertata seperti sekarang ini

  4. Hemmm bagus deh kalau bisa mendapatkan penghargaan tersebut, tapi juga orang tidak lupa pula siapa saja yang terlibat dengan pembangunan layanan-layanan yang terpilih diatas. Tidak menghak-miliikkan sendiri layanan tersebut alih-alih Ialah yang berperan aktif dan menjadi ujung tombak kesuksesan layanan tersebut. Semangat terus dan semoga bisa mendapatkan penghargaan lain di bidang lainnya..

  5. Bicara politik nggak ada habisnya ya. Semua punya peranlah, di masing-masing masanya yang berkelanjutan. Lagipula tidak pernah terjadi seorang Gubernur DKI klaim-klaiman ini murni prestasi mereka. Memang ada ya?
    Tapi yang namanya perasaan itu kalau sudah sekali kesenggol, memang sulit menilai secara adil…..

  6. nah tuh dia mas agung aku sendiri bingung, isinya ribut mulu pokoknya
    aku ucapkan selamat buat Jakarta untuk penghargaannya, prestasi yang diterima pun memang harusnya diterima dengan pemikiran yang positif, karena nggak semua orang berpikiran cetek kayak orang-orang yang bisanya cuman menanggapi nggak jelas dan malah bikin situasi panas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *