Irfan Tidak Naturalisasi

Ternyata tulisan saya tentang status kewarganegaraan Irfan Bachdim, belum cukup jelas bagi sebagian orang yang membacanya, seperti komentar yang disampaikan pengunjung pada tulisan “Christian Yes! Irfan No!” sebelumnya.

Menurut saya, fakta bahwa Irfan berayah WNI pun sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa Irfan adalah seorang WNI sejak lahir dan tidak membutuhkan proses naturalisasi.

Memang ada kemungkinan Irfan pernah memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu WNI dan WN Belanda (dari ibunya). Tapi untuk menjadi WNI, Irfan cukup menyatakan memilih WNI dan melepas kewarganegaraan Belanda.

Sama sekali tidak perlu naturalisasi.

Bagaimana kalau ternyata dia sebelumnya memilih kewarganegaraan Belanda dan melepas WNI yang dimilikinya, tanya seseorang.

Kalau memang kenyataannya Irfan pernah memiliki kewarganegaraan ganda, Indonesia dan Belanda, kemudian setelah berumur 18 tahun dia memilih untuk melepas kewarganegaraan Indonesia, maka untuk menjadi WNI kembali, dia harus melalui proses naturalisasi.

Tapi melihat kenyataan yang ada, Irfan Bachdim tidak akan mungkin menjadi WNI sekarang ini, di tahun 2010. Minimal dia baru bisa menjadi WNI kembali beberapa tahun mendatang.

Kenapa begitu?

UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia menjabarkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon naturalisasi.

Pasal 9 UU ini menentukan beberapa syarat naturalisasi, yang paling penting yaitu;

1. Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin;

2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut;

3. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

Dari syarat-syarat di atas, ada dua syarat penting yang blum bisa dipenuhi oleh Irfan Bachdim. Yaitu poin nomor 2 dan 3.

Irfan belum pernah bertempat tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut tanpa pernah pergi ke luar negeri. Dia baru mulai menetap di Indonesia beberapa bulan lalu sejak resmi dikontrak oleh klub sepakbola Persema Malang.

Dari hal ini saja, Irfan tidak mungkin menjadi WNI lewat proses naturalisasi.

Bandingkan dengan Christian Gonzales yang tidak pulang ke kampung halamannya selama enam tahun untuk memenuhi syarat ini.

Irfan juga belum bisa memenuhi syarat bisa berbahasa Indonesia.

Sering dalam wawancara di tivi, Irfan selalu menggunakan Bahasa Inggris. Bahkan, sekedar mengerti pertanyaan dalam Bahasa Indonesia pun dia belum mampu.

Maka dari syarat ini juga, Irfan Bachdim tidak layak memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi.

Satu-satunya cara Irfan memperoleh kewarganegaraan Indonesia adalah karena dia terlahir dari seorang ayah WNI, maka secara otomatis dia menjadi WNI sejak lahir.

Atau kalau pun dia pernah berkewarganegaraan ganda, Indonesia dan Belanda, maka untuk menjadi WNI dia cukup menyatakan memilih WNI dan melepas kewarganegaraan Belanda, tanpa naturalisasi.

Semoga tulisan ini bisa semakin membuat jelas.

Digiprove sealDigiproved
Tags: , , ,