Internazionale vs Chelsea; Kandas Lagi??

2 menit waktu baca

Akhirnya, undian perdelapan final UEFA Champions League (UCL) sudah mendapatkan hasilnya. Di ajang UCL, semua partai adalah partai besar, tapi khusus partai antara Internazionale vs Chelsea, lebih dari sekedar partai besar untuk saya yang seorang interista sejak 1989. Secara 3 kali beruntun, Inter harus berhadapan dengan wakil English Premier League (EPL) di babak 16 besar.  Pada musim 2007/2008 Inter harus mengakui kehebatan The Anfield Gank, Liverpool, dengan agregat 0-3. Di musim selanjutnya, 2008/2009, Inter berhadapan dengan Manchester United dan kalah juga dengan agregat 0-2. Trus, apakah di musim 2009/2010 ini Inter juga harus kandas di babak 16 besar oleh kaki wakil EPL yang lainnya, Chelsea?

Sebenarnya, dari segi materi pemain, Inter ndak kalah kok dibandingkan Chelsea. Tapi saya harus akui, Chelsea lebih solid karena materi pemainnya nyaris ndak ada perubahan berarti. Minimal, pemain pentingnya blum berganti dari John Terry, Frank Lampard dan Didier Drogba. Sementara Inter musim ini malah melakukan perubahan di pos-pos pentingnya seperti Lucio Ferreira di belakang, Wesley Sneijder di tengah dan Samuel Eto’o di depan.

Dari kursi pelatih, saya akui Carlo Ancelotti juga sedikit di atas Jose Mourinho. Di ajang UCL, Carletto telah merengkuh tropi ini sebanyak 2 kali, sementara Mou baru sekali, itupun dianggap banyak pihak karena faktor luck yang lebih besar. Anggapan ini semakin kuat setelah Mou gagal membawa Chelsea menjuarai UCL. Padahal materi pemain Chelsea waktu itu lebih lux dibandingkan materi Porto musim 2003/2004. Dari rekaman head to head keduanya pun, Mou ndak lebih baik dari Carletto. Pada musim 2008/2009, keduanya bertemu 2 kali pada derby milan dengan hasil saling mengalahkan, putaran pertama Milan menang 1-0, sementara di putaran kedua Inter menang 2-1.

Blum lagi kalau melihat perjalanan kedua tim di UCL musim ini. Chelsea begitu tangguh melewati phase penyisihan grup dengan menjadi juara di grupnya. Sementara Inter harus kewalahan menghadapi perlawanan tim antah berantah Rubin Kazan sebelum akhirnya memastikan diri lolos ke babak knock-out mendampingi Barcelona, sebagai runner-up di grupnya. Hal ini ditambah lagi dengan pengalaman Inter menghadapi wakil EPL yang lebih banyak berakhir dengan kekalahan.

Sebagai Interista saya tentu berharap Inter yang akan memenangkan partai ini dan lolos ke babak selanjutnya. Tapi sebagai penggemar sepakbola, saya tau itu bukan hal yang gampang. Apalagi, Inter ndak punya tradisi bagus di UCL. Prestasi terbaik Inter cuma sampai semifinal UCL 2002/2003. Itupun dikandaskan oleh AC Milan yang waktu itu dilatih oleh Carletto.

Saya harus akui, Inter butuh lebih banyak daripada sekedar skill pemain dan Mou. Faktor mental jelas diperlukan di ajang dengan sistem gugur ini. Semoga Eto’o yang pernah menjuarai tropi UCL sebanyak 2 kali, bisa menularkan semangat dan mentalnya kepada semua pemain Inter. Selain itu, faktor luck juga akan memberikan pengaruh yang cukup besar. Jadi, segala perhitungan di atas kertas bukanlah jaminan untuk menentukan hasil pertandingan. Silahkan bantah pendapat saya, tapi saya yakin Inter akan mampu mengimbangi Chelsea, dan lolos ke babak perempat final. Semangat!! :mrgreen:

Related Post

25 thoughts on “Internazionale vs Chelsea; Kandas Lagi??”

  1. kalau yang main bukan MU, tradisi saya adalah “membela yang lemah” dengan kata lain saya mengharapkan kejutan, berarti saya mendoakan inter yang menang, sekaligus mendoakan chelsea kalah..

    tapi kalau chelsea langsung tersingkir di liga champion, itu berarti chelsea akan fokus di liga inggris dan itu berat untuk MU, hehehe
    .-= imadewira´s last blog ..Cara Mengubah Urutan Komentar =-.

  2. sayah juga prihatin dng chelsea… tapi untungnya AC Milan lolos champions, tapi lawannya ManU… cukup mengkhawatirkan. 🙁

  3. Ini pasti menarik karena Chelsea pernah dilatih Maurinho juga ya.. Kangen nonton sepakbola, di Australia, jam tayangnya nggak menyenangkan soalnya pagi jam 5 baru diputer
    .-= DV´s last blog ..Natal =-.

  4. Inter will through to the next round mas 🙂
    3 tahn ketemu tim asal Inggris, ini saatnya buktiin klo Inter lebih berpengalaman di LC dibanding tim yang baru dapet “promosi” ke jajaran elite kmaren siang…

Comments are closed.