Indonesia Juara!!!

Final kejuaraan sepakbola AFF Under 19 (U19) yang digelar kemarin malam (22/9) di Sidoarjo, berbeda dengan siaran langsung timnas Indonesia yang selama ini saya tonton di tivi.

Walaupun kejuaraan ini bukan kejuaraan yang prestisius, hanya tingkat Asia Tenggara, itu pun tingkat umur di bawah 19 tahun, tapi itu bukan masalah untuk saya dan mungkin anda.

Saya tidak melihat apa kejuaraannya atau siapa lawannya, tapi bagaimana penampilan timnas di atas lapangan. Meskipun saya baru mengikuti permainan timnas di kejuaraan ini sejak partai terakhir penyisihan grup melawan Malaysia, tapi saya kagum.

Indonesia, di tingkat umur berapa pun, tidak pernah tampil berkelas dunia seperti ini.

Pressing ketat membuat pemain lawan kesulitan mengontrol permainan, walaupun jadi terbuka kemungkinan pemain timnas dianggap melakukan pelanggaran karena benturan badan jadi sering terjadi.

Pun umpan-umpan pendek satu sentuhan yang mereka peragakan ditambah dengan permainan super cepat yang menguras tenaga lawan, mirip dengan penampilan tim-tim Eropa.

Final melawan Vietnam tentu bukan perkara mudah, apalagi Vietnam pernah mengalahkan Indonesia di babak penyisihan.

Tapi semangat dan mental anak-anak U19 Indonesia memang harus diacungi jempol. Mereka terus berlari, terus mengejar sekalipun beberapa kali harus kecolongan hampir kebobolan karena serangan balik Vietnam yang tak kalah cepat.

Bahkan, sampai babak perpanjangan waktu pun, anak-anak timnas tidak sedikit pun mengendurkan serangan dan kecepatannya.

Mereka tampil habis-habisan, menguras stamina lawan yang akhirnya bertumbangan karena lelah dan kram, juga menguras emosi penonton termasuk saya yang terus deg-degan menunggu gol.

Akhirnya, mental timnas benar-benar teruji saat adu penalti dengan menjadi juara padahal sempat tertekan saat dua orang penendang penalti gagal melakukan tugasnya dengan sempurna.

INDONESIA JUARA!!!

Ucapan selamat tentu layak diberikan kepada mereka. Selain karena mereka bisa melepaskan dahaga ratusan juta penduduk Indonesia akan prestasi sepakbola nasional, mereka juga sukses mempersatukan seluruh anak bangsa di seluruh penjuru nusantara dan belahan dunia untuk berteriak, berharap dan berdoa cuma untuk satu nama, Indonesia.

Selanjutnya, pembinaan pemain junior harus mendapat perhatian serius. Kalau saya perhatikan, punggawa timnas juara ini berasal dari pemain-pemain yang berasal dari klub-klub sepakbola medioker, alias tim kelas dua bahkan tim gurem.

Sebut saja Muhamad Sahrul yang berasal dari klub Persinga Ngawi, Rafi Murdiyanto dari klub Perserang Serang atau sang kapten Evan Dimas yang main di Persebaya 1927, klub yang bermain di Liga Prima Indonesia.

tidak ada nama klub-klub besar macam Persija Jakarta, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dsb., yang selama ini dikenal sebagai klub kaya raya dengan pemain bernilai ratusan juta rupiah. Justru seharusnya klub-klub besar itu jadi harapan kita untuk melahirkan pemain-pemain muda potensial mengingat dana yang mereka miliki.

Begitu juga sang pelatih, Indra Sjafri bukanlah nama besar macam Rachmad Darmawan, Ivan Kolev, Peter Withe, dsb., tapi berprestasi lebih besar dibandingkan pelatih-pelatih di Liga Super yang bergaji besar.

Semoga, ini bukan prestasi terakhir timnas untuk jangka waktu lama. Sekedar tambahan, sebelum meraih juara tahun ini, terakhir kali Indonesia menjadi juara sepakbola adalah saat timnas menjadi juara Sea Games di Manila, pada tahun 1991.

Artinya, Indonesia puasa gelar internasional selama 22 tahun! Semoga kemenangan ini menjadi pelecut untuk pemain timnas lain di tingkat usia lain.

Hari ini, INDONESIA JUARA!!!

Digiprove sealDigiproved
Tags: , , , , ,