Setia Itu Berat, Biar Hendra Saja!

https://pushandaka.com

Kali ini saya ingin mengenalkan seorang teman, yaitu I Gusti Ngurah Hendra Prenawa. Hidupnya mungkin tak istimewa, tapi ada satu sifat dan sikapnya yang membuat saya kagum kepadanya.

Ia biasa dipanggil Hendra.

Kadang saya memanggilnya dengan jik. Terserah saya, tergantung kehendak.

Saya mengenal Hendra sudah cukup lama, sejak tahun 2008 kalau tak salah. Sama halnya dengan Rudy, saya lebih banyak mengenalnya dari media sosial.

Satu hal yang saya kagumi darinya adalah karakter setia di dalam dirinya.

Hampir setiap hal dalam hidupnya dia jalani dengan setia, teguh, taat, patuh atau apapun kata-kata yang disebut dalam kamus bahasa Indonesia.

Hendra adalah seorang tour guide, begitu ia menyebut profesinya sekarang. Tadinya saya mengira ia adalah seorang sopir.

Tak salah juga sih, seharusnya.

Hendra sudah menikah dengan seorang perempuan yang ia kenal sejak tahun 2004 yang kemudian dinikahi pada tahun 2012.

Delapan tahun berpacaran dengan satu orang saja itu sangat setia menurut saya. Bahkan tanpa kata sakti: jadian.

Hendra juga setia terhadap kewajibannya sebagai laki-laki di lingkungan keluarga dengan tradisi Hindu dan Bali. Di sana ada kewajiban ngayah.

Ngayah adalah kewajiban untuk melayani sekaligus bersosialisasi. Biasanya dilakukan di lingkungan banjar, atau pura di tempat kelahiran orang tua atau leluhur.

Bentuk kesetiaan Hendra dalam kaitannya dengan ngayah ini adalah dengan memilih pekerjaan menjadi seorang tour guide. Katanya, pekerjaan ini lebih fleksibel waktunya, bisa off kalau ia diperlukan untuk ngayah.

Sementara kalau bekerja di kantor, profesinya sebelum menjadi tour guide, tak mudah mendapat izin cuti saat kewajiban ngayah memanggil.

***

Kembali ke topik pekerjaannya sebagai tour guide. Masa pandemi seperti ini, kunjungan wisatawan ke Bali jelas terhenti, yang berdampak sangat besar kepada Hendra. Tak ada lagi turis yang memanfaatkan jasanya.

Meskipun belum lama ia jalani, baru dirintis pada tahun 2018, tapi loyalitas Hendra kepada profesinya membuat saya angkat topi.

Dia melakukan segala yang ia bisa lakukan untuk mengembangkan pekerjaannya sehingga punya nilai lebih dibandingkan penyedia jasa yang sejenis di tempat lain.

Kesetiaan tak cuma ditunjukkan dengan kepatuhan, ketaatan, atau kesediaan kita untuk tak pernah pergi, beralih profesi, tapi juga dapat dilihat dari seberapa besar kita melakukan yang terbaik untuk apa yang kita sukai.

Itu kata saya, sih. Jadi kalau anda tidak sependapat, tidak mengapa.

Ia berusaha keras mempelajari banyak hal tentang profesi tour guide. Tak cuma mempelajari obyek wisata di Bali dan mungkin rute perjalanan menuju lokasi obyek tersebut, tapi juga mempelajari bagaimana cara menyenangkan kliennya, belajar bahasa asing, dan termasuk juga menjadi driver bagi tamu-tamunya.

Itu terbukti dari perjalanan Hendra di profesinya sekarang. Awalnya ia hanya melayani antar-jemput tamu ke pelabuhan sebelum mereka berangkat ke Nusa Penida. Sebelumnya lagi, Hendra adalah seorang pengemudi taksi online.

Sekarang ia mengembangkan layanannya jauh lebih lengkap. Tak cuma antar-jemput, tapi juga menemani tamu-tamunya sambil menjelaskan banyak kisah tentang obyek wisata yang mereka kunjungi.

Termasuk merangkap fotografer pribadi nampaknya.

Walaupun saya belum pernah memakai jasanya, tapi saya bisa membayangkan bagaimana rasanya berwisata ke Bali ditemani Hendra.

Pasti tak bosan rasanya.

Terbukti, banyak sekali testimoni yang bernada baik dari orang-orang yang pernah memakai Hendra, eh jasanya, tentang bagaimana pengalaman mereka selama berada di perjalanan bersama Hendra.

Hendra juga setia kepada tamu-tamunya. Hubungan mereka tak cuma saat para tamu sedang bersamanya, tapi juga sebelum tiba di Bali dan seterusnya berlanjut setelah tamunya pulang ke kota atau negara asalnya.

Terus berkomunikasi. Menurut saya itu super.

Makanya tak heran, tamu-tamunya juga menjadi setia kepada Hendra. Mereka merekomendasikan jasanya kepada teman dan kerabat mereka yang akan berkunjung ke Bali.

Mereka, mantan tamu-tamu Hendra itu, bahkan tak segan memberikan bantuan kepada Hendra di tengah kesulitan akibat pandemi yang tak jelas kapan akan berakhir.

Menurut saya itu luar biasa.

***

Sudahlah, tak perlu lagi saya sebut satu per satu bentuk kesetiaan Hendra di dalam menjalani profesinya, juga hidupnya. Mungkin saya perlu membuat dua tulisan bersambung kalau ingin menuliskan semuanya.

Saya cuma bisa mendoakan, agar Hendra selalu sehat dan terus bertahan dengan karakternya ini, juga sabar melalui masa pandemi yang mungkin tak menyakitkan bagi tubuh, tapi pikiran dan mental. Serta semakin sukses ke depannya setelah situasi dan kondisi lebih terkendali dan aman bagi semua orang.

Silakan yang ingin berkenalan untuk keperluan pribadi atau bisnis, bisa menghubungi Hendra melalui akun instagram di atas.

Digiprove sealDigiproved

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

17 thoughts on “Setia Itu Berat, Biar Hendra Saja!

    1. Terima kasih Bli Gung Pushandaka atas artikelnya, masih banyak kekurangan dlm diri saya, kedepan akan terus belajar untuk pengembangan diri,

      Terima kasih Bang Bara…
      Masih harus banyak belajar untuk kedepannya.

      Sukses dan sehat selalu

  1. Keren banget nih Bli Hendra, yakin banget kalau semua usaha pasti menghasilkan, karenanya dia tetap berusaha meski keadaannya berbeda dari biasanya ya.
    Semoga pandemi ini segera berlalu, dan semoga bli Hendra maupun kita semua selalu semangat di tengah keadaan sepeerti ini 🙂

      1. Terima kasih Mbak Reyne,
        Terima kasih buat supportnya, semoga pandemi ini cepat membaik dan pulih seperti sediakala,

        Terima kasih Bang Djangkaru Bumi,
        lagi saya coba dalami, agar ada nilai plus untuk tour saya kedepannya 🙂

  2. Aku memaknai Bli Hendra ini adalah orang yang konsisten. Dalam teori apapun, sejauh yang saya pelajari, konsistensi dalam satu hal atau bidang kehidupan, akan memberikan hasil yang maksimal. Satu hal yang membuat aku salut sama Bli Hendra adalah, dia tetap berkomunikasi sama tamu-tamunya. Dan komunikasi inilah, yang aku maksud sebagai Value atau Nilai. Dalam bisnis, nilai adalah faktor penting.

    Itu menurut saya sih, Mas? Oh iya, salam buat Bli Hendra…

    1. Salam Kenal Bang Sukman Ibrahim,

      Saya masih banyak belajar dari beberapa senior saya di bidang pariwisata, semoga saja kedepannya tetap bisa mempertahankan konsistensi ini.

      Terima kasih Bang 🙂

  3. Sungguh luar bisa setianya dengan profesi
    Termasuk dengan istrinya
    Pacaran delapan tahun, wow sungguh luar biasa
    Saya yang seminggu saja, putus ditengah jalan 😀
    Dulu saya juga ingin menjadi profesi tersebut, eh terkendala bahasa ingrisnya. Yang hanya sendulit

    1. Bisa aja nih Bang Djangkaru 🙂

      saya pun masih banyak belajar Bang, kendala bahasa dulu sangat saya khawatirkan, cuma sejalannya waktu (2tahun ini) ya cukup bisa teratasi sih, try and error aja hehehehe

  4. Saya selalu percaya bahwa orang yang bekerja keras dan konsisten pasti akan punya rezeki yang baik. Beralih pada profesi lain karena tuntutan misalnya, bukan masalah, karena yang utama adalah konsistensi dan keseriusannya. Semoga pandemi cepat berlalu. Sukses buat Bli Hendra yaaa…

    1. Terima kasih Mbak Zizy….
      Terima kasih support dan doa nya, semoga kedepannya situasi sulit ini cepat berlalu, semua kembali normal dan berjalan lancar….
      Sehat selalu dan salam kenal 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *