Hati-Hati Dengan Takutmu!

Ada sebuah film yang menarik perhatian saya waktu saya pergi ke bioskop tadi sore. Judulnya Altitude. Pemain-pemainnya ndak saya kenali. Jangankan saya, salah satu aktornya pun ndak tau jati dirinya, Ryan Donowho (don’t know who?). Hehe! Filmnya diawali oleh sebuah kecelakaan pesawat yang cukup misterius. Di mana sebuah pesawat kecil yang dipiloti seorang pilot perempuan dan ditumpangi sepasang suami istri dan putranya, tertabrak pesawat lain yang ndak jelas datangnya dari mana (di akhir cerita terungkap dari mana datangnya pesawat itu).

Cerita berlanjut ke masa kini saat seorang pilot pemula dipercaya teman-temannya untuk menerbangkan sebuah pesawat kecil menuju Kanada. Ada yang istimewa dari pilot pemula ini. Dia adalah putri dari pilot perempuan yang tewas pada kecelakaan yang saya ceritakan di atas. Tapi, lebih istimewa lagi penumpangnya. Di antara 4 penumpang yang ikut di pesawat itu, salah satu diantaranya punya latar belakang dan kemampuan yang misterius.

Ndak lama kemudian, di tengah perjalanan, mulai terjadi keanehan. Cuaca buruk “menjemput” tanpa diduga. Keadaan diperparah dengan terganggunya kendali pesawat sehingga pesawat terus terbang tinggi melebihi batas ketinggian yang sewajarnya. Konflik mulai terjadi di dalam pesawat. Rasa percaya satu sama lain mulai berkurang. Semua keadaan itu dipuncaki dengan adanya makhluk aneh yang diduga menjadi sumber dari segala kekacauan ini.

Tapi ternyata, makhluk aneh itu bukanlah musuh terberat bagi pilot dan penumpangnya. Ada musuh yang lebih berat lagi, yaitu rasa takut. Ketakutan yang berlebihan bisa jadi menjadi musuh terbesar kita semua. Ketakutan itu membuat otak kita menciptakan kengerian-kengerian di diri kita yang bisa jadi ikut dirasakan oleh orang di sekitar kita. Bukan ndak mungkin, kengerian itu akan menjadi kenyataan.

Jadi, berhati-hatilah dengan rasa takut anda..

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

20 thoughts on “Hati-Hati Dengan Takutmu!

  1. Cahya

    Saya tahu film itu, ha ha…, intinya – jangan kebanyakan baca komik, terus sediakan pendamping yang bisa mengusir rasa takut, begitu kan Mas :D.

    1. Agung Pushandaka

      Sudah nonton ya mas? Baca komik ndak apa-apa kok mas, yang penting kita bisa mengatur pikiran kita agar tetap logis. Ntar kalau baca komik porno bikinan Jepang trus ndak bisa mengontrol pikiran, hasrat bisa bergejolak meletup-letup. Hihihihih!

      1. Cahya

        Ya, kalau ndak salah judulnya altitude kan? Lupa sih. Ha ha…, baca manga genre ecchi dan harem 😆 – ujian mengontrol pikiran ala Jedi Warrior – ah, jadi kangen nonton Star Wars lagi.

  2. indobrad

    Wah udah mungkin udah 2 bulan saya gak ke bioskop (terakhir waktu nonton Harry Potter).Plot film Altitude sepertinya menarik, tapi mikir2 juga deh kalo nonton sendirian. hehehe.

  3. zee

    Saya paling takut dengan film2 atau cerita ttg kecelakaan pesawat. Mungkin karena kecelakaan pesawat semakin sering terjadi sepuluh tahun belakangan ini di Indonesia. Jadi kalau sudah naik pesawat saya jadi deg-2an duluan hehee…
    Ya memanage rasa takut itu tidak mudah…. terutama klo sudah piktor duluan 😀

    1. Agung Pushandaka

      Saya juga sering kok, kalau lagi di pesawat terutama kalau duduk di dekat jendela, mikir yang bukan-bukan. Misalnya, saya kadang berkhayal apa jadinya ya kalau tiba-tiba dari balik awan muncul airbus yang terbang ke arah pesawat yang saya tumpangi.

      Ngeri banget kan kalau itu benar-benar kejadian?? Hehe!

  4. Sugeng

    Kalau kita bisa memanej rasa takut itu menjadi sesuatu yang positif tentunya malah berguna bagi kita. Seperti takut kalah diantisipasi denan giat berlatih dan belajar, tapi semua juga bermula dari diri sendiri juga 😆

    Salam hangat serat jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Agung Pushandaka

      Ya mas. Setiap orang punya cara yang berbeda menyikapi rasa takutnya. Kalau yang seperti mas contohkan, ya malah bagus kalau takut. Soalnya malah melecut diri jadi lebih baik.

  5. putriastiti

    jadi kalau ada makhluk yang kasat tak kasat itu, yang membunuh adalah ketakutan kita sendiri….

    jadi kalau ada yang ingin kita capai nanti dan itu sulit, rasa takut yang menggagalkannya…

    (malah menyimpulkan sendiri :p)

    1. Agung Pushandaka

      Kadang-kadang kan seperti itu, ti. Kita merasa melihat hantu, padahal mungkin itu visualisasi yang diciptakan otak kita karena ketakutan kita yang berlebihan.

      (malah jadi sok tau :P)

    2. Cahya

      #OOT, Put boleh tahu ndak apa yang kamu takutkan, biar besok bisa pas nyari filmnya kalau mau ngajak ke bioskop, he he…, kalau kamu takut Ogre kan ndak mungkin diajak nonton film ala Shrek :).

      1. Agung Pushandaka

        Mas Cahya, bilang saja begini, “Put, kalau saya nanti pulang ke Bali, kamu mau nonton bareng saya kan?” 😛

  6. imadewira

    Saya setuju, rasa takut seringkali memberi efek negatif bagi kita. Tapi ada kalanya rasa takut itu berguna, ya setidaknya memberikan warning kepada kita akan resiko suatu hal.

    1. Agung Pushandaka

      Sejauh ini, filmnya masih tayang di beberapa bioskop di Jakarta mas. Silahkan kalau mau menontonnya, kunjungi bioskop terdekat. 🙂

  7. Pingback: at Blog Pushandaka

  8. Pingback: Lagi, Tentang Rasa Takut at Blog Pushandaka

Comments are closed.