Hari Anak Nasional: Apa Saja Hak-Hak Anak?

Logo Hari Anak Nasional Tahun 2020

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, anak adalah setiap orang yang belum berusia 18 tahun.

Apakah anda telah memiliki anak?

Kalau iya, maka anda sangat perlu mengetahui apa saja hak-hak anak. Tapi bagi yang belum memiliki anak pun juga perlu mengetahui sebab yang wajib melindungi hak anak bukan orang tua kandung saja, tapi juga setiap orang yang berada dalam suatu kelompok masyarakat dengan anak-anak.

Setiap orang pasti tahu bahwa anak memiliki hak yang wajib dipenuhi, seperti hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, hak untuk mengenal orang tuanya, hak untuk menikmati layanan kesehatan, dsb.

Tapi ada beberapa hak anak yang mungkin jarang terdengar, namun diakui dan dilindungi oleh peraturan di dalam negeri dan perjanjian internasional.

Apa saja? Berikut di antaranya:

Setiap anak berhak dicatatkan kelahirannya. Anak anda sudah?

Setiap anak berhak atas privasi. Anda melanggar hak privasi anak saat mereka merasa malu, sedih atau kesal saat anda menceritakan ‘aibnya’ kepada orang lain. Jadi biasakan berkomunikasi lebih sering, agar tahu apa saja yang harus menjadi rahasia antara orang tua dan anak.

Setiap anak berhak untuk bermain. Tuntutan untuk berprestasi seringkali membuat orang tua mengabaikan hak ini.

Setiap anak berhak untuk didengar pendapatnya. Jangan terlalu sering berkata kepada anak, “Anak kecil tahu apa, sih?”

Setiap anak berhak untuk mengenal dan bergaul dengan anak lainnya. Ini mungkin perlu pengawasan ekstra mengingat pergaulan anak zaman sekarang cukup merisaukan.

Terakhir, setiap anak berhak untuk mengetahui hak-haknya. Anda sudah beritahu anak anda tentang hak-haknya?

Tapi momentum Hari Anak Nasional seharusnya juga mengingatkan kita akan kewajiban-kewajiban anak.

Antara lain, menghormati orang tua dan gurunya, menyayangi teman-temannya, mencintai keluarga, bangsa dan negaranya, menunaikan ibadah serta melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.

***

Hari Anak Nasional tahun ini mengingatkan saya, sebagai bapak dari satu anak, bahwa menjadi orang tua itu sulit, tapi menjadi anak juga bukan perkara mudah.

Sebagai orang yang lebih cakap berpikir dan bertindak, kita harus lebih mampu menghargai dan menjamin hak mereka daripada mengharapkan mereka yang mengutamakan hak-hak kita terhadap mereka.

Tapi meskipun begitu, kita tetap harus menegakkan batasan-batasan demi kebaikan mereka juga.

Semoga setiap orang tua diberikan kesabaran dan kebijaksanaan dalam merawat, mendidik dan melindungi anak-anaknya.

Selamat memperingati Hari Anak Nasional. Tuhan memberkati anak-anak kita semua.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2020 Agung Pushandaka

Author: Agung Pushandaka

Selain di blog ini, silakan temui saya di blog lain yang saya kelola bersama istri saya, Rebecca, yang bercerita tentang anak kami, K, di sini: Panggil Saja: K [keI].

16 thoughts on “Hari Anak Nasional: Apa Saja Hak-Hak Anak?”

  1. saya belum punya anak dan pingin punya anak

    eh

    tapi yang jelas anak perlu perindungan dari kita yang dewasa serta hak pendidikan yang layak

    1. Amiin,, semoga disegerakan ya mas kehadiran anaknya.
      Betul sekali mas, yang dewasa tidak cuma terbatas orang tua atau keluarga si anak saja, tapi juga tetangga dan orang-orang di sekitar si anak.

  2. wah sebuah reminder nih bli agung, supaya anak anak terlindungi hak haknya termasuk privacynya ya, maklum ku termasuk new parent untuk 2 bayiku yang jaraknya berdekatan hanya selisih 13 bulan hehe, jadi penting juga mempelajari hak hak anak supaya anak juga di masa sekarang maupun masa yang akan datang aman damai sentausa besama kita orang tuanya

  3. Terima kasih infonya mas Agung, jadi punya wawasan baru mengenai hak-hak anak yang mungkin kelak bisa saya aplikasikan pada anak-anak saya dimasa depan ? hehehehehe.

    Selamat hari anak untuk K, mas ~

  4. Dari saya yang suatu hari nanti juga akan punya anak?
    Semoga anak-anak di dunia mendapatkan hak-hak mereka dan mengerti tanggung jawabnya. Suka sedih kalau lihat berita di tv bahwa di luar sana, di indonesia bahkan luar negeri masih banyak anak-anak terlantar yang kelaparan, tidak memiliki pendidikan dan bahkan disiksa. Semoga mereka memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih cerah?

    1. Iya mbak, menyedihkan memang. Apalagi pelaku penelantaran dan kekerasan terhadap anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, bahkan termasuk juga orang tua kandungnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *