Gayus, Penjahat atau Pahlawan?

1 menit waktu baca

Kejahatan yang diduga dilakukan oleh Gayus Tambunan sudah berakhir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan vonis 7 tahun penjara dan denda 300 juta. Saat itu jugalah, Gayus seperti membuka kasus baru dengan melontarkan beberapa pernyataan yang menohok pihak Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Beberapa yang saya ingat Satgas, terutama Denny Indrayana, dituduh sebagai pihak yang menyuruh Gayus ke Singapura, mengintimidasi istrinya dan beberapa tuduhan lain. Terang saja pernyataan Gayus ini menghebohkan Satgas dan bahkan Istana. Di sisi lain, ndak sedikit orang yang sekarang menganggap Gayus sebagai pahlawan.

Mungkin Gayus sekarang adalah pahlawan bagi pihak-pihak yang anti-korupsi. Gayus diharapkan mampu untuk membongkar lebih dalam lagi siapa saja pembesar yang berada di belakang Gayus selama ini, sehingga Gayus bisa menjadi hartawan seperti ini, walaupun nampaknya sejauh ini kasus cuma berhenti sampai Gayus saja. Blum ada tanda-tanda pergerakan Satgas akan menembus ketatnya barikade yang melindungi “tokoh-tokoh” yang diduga menikmati pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan yang diperoleh Gayus.

Tapi apakah dengan usahanya membongkar kebusukan Satgas membuat Gayus akan menjadi pahlawan? Menurut saya iya! Tapi cuma pahlawan kesiangan. Saya ndak ada niat membela Satgas atau siapa pun yang berlawanan dengan Gayus. Tapi apa yang dilakukan Gayus adalah manusiawi. Ndak ada seorang pun yang mau menanggung sendirian kesalahan banyak orang. Jadi menurut saya, Gayus tetaplah seorang penjahat, tapi yang manusiawi. Saya menyesalkan kejahatannya, tapi saya menghargai sisi manusiawinya. Apalagi kalau benar bahwa cuma korban dari sebuah sistem. Rasanya Gayus ndak akan mampu melawan sistem itu sendirian, sehingga mau ndak mau, untuk bisa bertahan dia harus mengikuti sistem itu.

Maka saya cuma bisa berharap ini bukan trik basi penguasa negeri ini yang selalu berusaha mengalihkan perhatian masyarakat dari sebuah kasus ke kasus yang lain, dan selalu menunjuk seseorang menjadi tumbalnya. Ameen..

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

15 thoughts on “Gayus, Penjahat atau Pahlawan?”

  1. OK, kesimpulan yang netral menurut saya, kejahatan disesalkan namun sisi manusiawinya dihargai. itu boleh2 saja 😀

    tapi kalau saya sih murni menganggapnya sebagai orang yang desperate dan frustrasi sehingga sekalian aja tembak kiri-kanan. Mengutip syair Meggy Z (Alm): “Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali.”

    😀

    1. Saya sepakat dengan kutipan lirik lagunya.

      Tapi saya justru menganggap aksi tembak kiri-kanan yang dilakukan Gayus adalah sisi manusiawinya. Seperti yang saya tulis di atas, rasanya ndak ada orang yang mau menanggung sendiri “dosa” beberapa orang. Itu manusiawi banget menurut saya.

      🙂

  2. Terlalu banyak kepentingan, dan yang punya kepentingan terlalu banyak punya uang untuk melindungi kepentingan…

    Jadi kangen revolusi Prancis dulu :D.

  3. Saya melihat Gayus seperti (maaf) anjing yang terpojok, karena terdesak maka dia akan menggigit siapa saja, termasuk orang2 yang dulunya menjadi partner dalam kejahatan korupsi.

    Kita lihat saja, apakah Gayus akan mengikuti jejak Susno?

    1. Kalau Gayus anda anggap seperti (maaf) anjing, artinya anda menilai apa yang dia lakukan sekarang adalah pertunjukan sisi hewaniahnya ya, bukan sisi manusiawinya. Hehe!

  4. memang gayus menjadi kasus sensasional juga ya fenomenal…menjadi alot karena pihak yg terlibat saling menutup barikadenya ….saya jd ingat gayus saat minta 2thn utk memberantas koruptor, adnan buyung banget 🙂 *selamat pagi

  5. Sosok gayus penuh dengan teka teki, setuju bisa saja jadi pahlawan dan juga penjahat. dibalik sosok gayus banyak menyimpan rahasia yang perlu di ungkapkan di depan publik

  6. capek bli ngikutin perkembangan berita gayus, makin melebar gak jelas, kasus makin banyak makin gak jelas juga pengusutannya. gak ada berita2 yang menyejukkan hati, berita olahraga eneg liat nurdin halid dan PSSI, liat infotainment palagi enegnya…. aku baca komik dulu bli, ngilangin jenuh hahahahah

  7. semoga bisa berjalan dengan baik dari kasus ke kasus lain, tidak menjadi angin lalu, sudah saatnya pemerintah “menusuk” hukum dengan semangat baja, bukan semangat tampalan tembaga 🙂

  8. Harus ada yang kena dulu baru yang lain kebongkar,tapi lebih baik lagi kalo cepet ditindak, si gayus ada baik buruknya sih, walaupun hal baik yang seperti di sebutin tadi itu dilakukan karena kepepet

  9. bagi saya gayus tetep penjahat. secara sadar dia telah memanfaatkan “nama” negara demi mengeruk keuntungan. masalah dia bisa menyeret para pembesar itu masalah lain lagi… dia harus dihukum karena kejahatannya.

Comments are closed.