Kontroversi Kasus Saipul

Berita tentang kecelakaan lalu lintas yang menimpa penyanyi Saipul Jamil yang menewaskan istrinya sendiri di jalan tol Cipularang masih banyak disiarkan di berbagai media. Tragedi ini kemudian berkembang menjadi kasus pidana karena Saipul diduga lalai dan harus bertanggung jawab secara hukum. (more…)

Saat Musibah Datang.. (2)

Judul tulisan ini memang mirip dengan judul tulisan saya sebelumnya tentang film Trust. Temanya mirip sih, tapi kasusnya berbeda. Saya terpikir menulis ini waktu menonton di tivi, Adang Daradjatun menolak memberi tahu dimana istrinya, Nunun Nurbaeti berada. (more…)

Digiprove sealDigiproved

Irfan Tidak Naturalisasi

Ternyata tulisan saya tentang status kewarganegaraan Irfan Bachdim, belum cukup jelas bagi sebagian orang yang membacanya, seperti komentar yang disampaikan pengunjung pada tulisan “Christian Yes! Irfan No!” sebelumnya. (more…)

Christian Yes! Irfan No!

Anda mungkin sudah mengenal dua nama yang saya sebut di atas. Iya, itu adalah nama depan dua pemain debutan tim nasional sepakbola Indonesia, Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim. (more…)

Saat Bawahan Melaksanakan Perintah

Bisakah seseorang dipidana saat dia berdalih bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah perintah? Apabila dalih tersebut terbukti benar adanya, maka seharusnya orang itu tidak dipidana. (more…)

Menjalankan Undang-Undang

Masih tentang hal-hal yang menghapuskan atau mengurangi pidana. Sebelumnya saya sudah membaca pasal-pasal KUHP yang bisa menghapuskan/mengurangi pidana seperti orang yang melakukan perbuatan melawan hukum adalah penderita sakit/cacat jiwa, atau seseorang melakukan perbuatan karena ada daya paksa, atau karena melakukan pembelaan diri. (more…)

Pembelaan Diri

Sebagai manusia kita pasti punya naluri untuk melindungi diri sendiri atau orang lain dari ancaman yang dapat membahayakan keselamatan kita. Di dalam KUHP, hal ini dikenal dan diatur dengan cukup jelas sebagai hal yang menghapus atau mengurangi pidana. (more…)

Keterpaksaan

Apa pun alasannya, seharusnya kita bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Banyak alasan yang mendasari perbuatan kita, misalnya keadaan terpaksa. (more…)

Pasal 44 Ayat 1 KUHP

Masih tentang KUHP. Kemarin saya baca-baca tentang pasal 1 ayat 1 yang mengecualikan pemidanaan terhadap suatu perbuatan. Bahwa sebuah perbuatan tidak dapat dipidana kalau belum ada ketentuan perundang-undangan yang mengatur perbuatan itu.

Kali ini saya menemukan yang mirip-mirip seperti itu, yaitu tentang perbuatan yang tidak dipidana. Di dalam Bab III Buku Kesatu KUHP diatur mengenai Hal-Hal yang Menghapuskan, Mengurangi atau Memberatkan Pidana.

Pasal 44 ayat 1 KUHP:

Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana.

Kurang lebih artinya, bahwa siapa pun tidak bisa dipidana kalau jiwanya cacat, atau sakit jiwa.

Tapi yang jadi masalah kemudian adalah bahwa status kegilaan seseorang ini tdak diatur tegas dan jelas dalam hukum.

Apakah sakit jiwa harus bersifat permanen? Ataukah yang bersifat sementara, misalnya stress berat, dapat dikategorikan sebagai sakit jiwa?

Apakah artis sinetron Marshanda seperti yang kita lihat di youtube bisa dibilang sakit jiwa?

Bagimana dengan Robot Gedek atau Sumanto si manusia kanibal?

Apakah Ariel Peterpan yang diduga senang merekam persetubuhannya bisa dianggap sakit jiwa?

Rasanya cuma ahli jiwa yang bisa lebih baik menjelaskan hal itu.

Newsletter