Tidak Hanya di Sekolah

1 menit waktu baca

Semua orang tahu bahwa tanggal 2 Mei adalah tanggal kelahiran tokoh pendidikan Jawa, yaitu Ki Hadjar Dewantoro. Hari kelahirannya ditetapkan Pemerintah sebagai hari pendidikan nasional.

Tapi saya perhatikan, pendidikan hanya identik dengan sekolah saja.

Padahal menurut saya, kegiatan belajar-mengajar di sekolah hanya bagian dari proses pendidikan itu sendiri.

Saya percaya bahwa beban mendidik masyarakat tidak hanya diemban bapak/ibu guru di sekolah, tapi juga para orang tua di rumah dan pemerintah.

Mereka semua punya porsi dan bidangnya masing-masing untuk ikut serta dalam proses pendidikan.

Sayangnya, bertepatan dengan momen hari pendidikan nasional justru muncul sosok Koboi Palmerah yang menghebohkan.

Penyelesaian masalah dengan menenteng senjata, sekalipun itu senjata mainan, ditambah dengan aksi pukul dan makian, dipertontonkan di depan mata banyak orang dan disebarluaskan melalui layar tivi.

Aksi ini seakan menjadi cerita bersambung yang tidak ada habisnya tentang tindakan kasar aparat pemerintah saat menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah.

Maka, seperti itu pulalah masyarakat terdidik untuk memecahkan masalah.

Siapa yang menang bukan lagi mereka yang benar, tapi justru mereka yang kuat.

Bentrok fisik sesama warga semakin sering kita lihat menjadi solusi yang diambil para pihak yang bersengketa.

Menurut saya, guru-guru di sekolah membutuhkan kerjasama semua pihak pendidik, orang tua dan pemerintah.

Apalagi ternyata sekolah hanya menjadi tempat belajar yang tidak menyenangkan. Bisa dilihat dari apa yang terjadi pada siswa-siswa sekolah menjelang ujian nasional.

Mereka takut menghadapi ujian. Bak seorang terpidana mati yang menanti detik-detik eksekusi.

Saya berharap masyarakat bisa mendapat pendidikan dengan cara yang lebih menyenangkan, yang tidak hanya membuat mereka lebih pintar saja, tapi juga lebih bijak dalam memanfaatkan kepintaran mereka.

Tidak hanya di dalam sekolah.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2012-2017 Agung Pushandaka

Related Post

2 thoughts on “Tidak Hanya di Sekolah”

  1. Setelah punya anak, dan anak saya sudah sekolah nih (even masih preschool), kekhawatiran sudah terasa. Karena sepertinya sekolah sudah jadi momok, dan anak2 jadi takut dan cemas setiap kali mau ujian.
    Well, pendidikan memang tanggung jawab bersama, include orang tua..

  2. Pendidikan khususnya untuk anak menurut saya dimulai dari lingkungan terdekatnya, dalam hal ini keluarga, lalu sekolah, dan seterusnya.

Comments are closed.