Bayangkanlah..

1 menit waktu baca

Kerusuhan di Koja, Tanjung Priok beberapa hari lalu membuat saya semakin muak. Kedua belah pihak saling serang dengan brutal. Korban luka bahkan tewas berjatuhan, padahal tujuan mereka sebenarnya sejalan. Yang satu pengen memperindah makam keramat, sementara yang satu pengen menjaga keamanan makam. Maka, kemudian saya menduga bahwa ada yang membuat mereka jadi saling benci satu sama lain. Menurut saya, yang membedakan kedua belah pihak cuma seragam/pakaian yang mereka kenakan. Seragam Satpol PP belakangan semakin identik dengan kerusuhan. Secara otomatis, masyarakat pun selalu bersikap waswas melihat sosok berseragam Satpol PP. Tapi sekarang, bayangkanlah..

Buat mereka yang anggota Satpol PP, bayangkan kalau kalian ndak lagi berseragam. Kalian akan sama seperti mereka yang kalian pukuli. Kalian juga warga masyarakat yang sebenarnya menghadapi masalah yang sama. Kenaikan harga, pemadaman listrik, dsb., akan kalian rasakan tanpa perbedaan dengan mereka yang kalian pukul dan tendang. Bayangkan di saat kalian ndak berseragam, berada di posisi yang sama dengan mereka yang kalian perlakukan dengan brutal. Bayangkanlah bahwa ada seorang ibu di rumah menanti kepulangan orang yang kalian pukuli di sana..

Buat mereka yang bukan Satpol PP, bayangkan kalau kalian yang berseragam. Kalian ndak ada bedanya lagi dengan mereka yang kalian serang dengan batu dan samurai. Kalian harus menjalankan perintah atasan serta menegakkan peraturan daerah. Kalian akan sama capeknya dengan mereka yang mungkin ndak tau apa-apa tentang pokok masalahnya tapi cuma bisa bergerak sesuai perintah. Bayangkan kalau dari seragam itu, seorang istri dan anak menggantungkan hidupnya.

Intinya, kita semua ini sama. Minimal, kita seharusnya berada di pihak yang sama..

Tapi mereka yang bertikai kemarin cuma melihat perbedaan yang ada. Mereka melupakan semua persamaan nasib yang akan mereka rasakan di saat mereka telanjang, tanpa seragam, tanpa atribut, tanpa senjata dan tanpa kepentingan. Faktanya, ndak ada lagi belas kasihan saat seorang warga tertangkap sekelompok Satpol PP yang dengan serta merta memukulinya. Begitu juga beberapa anggota warga masyarakat yang berdiri dengan gagahnya di atas sosok anggota Satpol PP yangΒ  tergeletak meregang nyawa setelah dipukuli belasan orang.

Saya ndak mau membela siapa-siapa. Sebab di mata saya, siapa pun pelaku kerusuhan ndak pantas dibela. Saya cuma pengen kedamaian. Tapi kalau melihat kondisi negeri belakangan ini, saya ndak tau lagi apa kedamaian dan perdamaian akan benar-benar ada di bumi pertiwi ini. Saya cuma bisa selalu berharap agar anak-anak kita kelak ndak meneruskan tradisi dan budaya brutal kita, orang tua mereka, sekarang ini..

Damailah negeri..

Related Post

24 thoughts on “Bayangkanlah..”

  1. Demi tercapainya rasa damai dalam negeri dan hati, sudah saatnya kita harus selalu bersatu, saling menghargai dan mewaspadai pihak-pihak yang senang “memancing di air keruh”. Semua proses saling berkomunikasi telah dilakukan, semoga menemukan jalan tengah terbaik bagi kepentingan rakyat.
    .-= Tulisan terbaru TuSuda di [blognya]: 4 Tujuan Utama Kehidupan =-.

  2. Manusia jika saling bunuh, apalagi di tengah negara yang katanya diatur oleh hukum, tak ubahnya seperti binatang buas yang memakai hukum rimba. Puas menyeringai, garang, dan puas dengan mencabik-cabik tubuh sesamanya. Apakah ini manusia?

    Sulit dipercaya kalau ini benar-benar manusia. Saya lebih cenderung melihatnya sebagai iblis berkulit manusia. Karena orang bijak mengatakan; manusia tepat berdiri di antara sisi iblis dan sisi Dewa, tinggal pilih saja.
    .-= Tulisan terbaru budiastawa di [blognya]: Posting WordPress ke Twitter Otomatis Tanpa Plugin =-.

  3. Aku setuju, gak bisa salahin salah satu dr mrk. aku kasian sama satpol PP-nya. Tapi miris jg pas ngeliat korban anak kecil yg dikeroyokin.
    Sementara yang makan duitnya malah duduk2 enak sambil nonton tv. (kata berita dan isu sih begitu… ga tau bener apa nggak)

    satu yg aku liat dari kejadian koja itu, ternyata klo rakyat bersatu, kekuatannya lebih besar drpd pemerintah.
    .-= Tulisan terbaru macangadungan di [blognya]: Kebiasaan Jelek II =-.

  4. Bli,
    Tolong jangan meminta saya untuk membayangkan kejadian kemaren πŸ˜€

    Entahlah Bli, terkadang saya berfikir sudah tidak ada lagikan hukum yang sebenarnya hukum dinegeri ini ? Nyawa melayang tidak lebih mahal dari harga seekor ayam, sikap beringas sudah melebihi bintang buas. Saya hanya berharap, para penegak hukum negeri ini bisa memberikan rasa aman kepada kaum jelata seperti saya.

  5. yang jelas peristiwa ini sangat melukai bangsa.baik satpol pp atau pun masy. tdk ada yg benar. melukai sesama saudara tidak dibenarkan dalam kehidupan beragama dan berbangsa. yg jelas mereka adalah korban dari arogansi kekuasaan. semoga tdk ada lagi peristiwa2 seperti ini, semoga kita semua diampuni dan diberikan Yang Maha Kuasa kehidupan yang tentram dan damai.

  6. jujur aja bro, belakangan ini saya ngeri nonton berita2 itu, makanya sering sekali saya sengaja pindah chanel, menutup browser untuk menghindari berita yang sadis itu.

    apalagi ketika tanpa sengaja nonton berita itu ketika sambil menggendong si kecil, kadang jadi berpikir, bagaimana perasaan keluarga mereka yang dipukuli tanpa ampun itu..

    ah, rasanya bhineka tunggal ika sudah tak ada lagi di negeri ini…
    .-= Tulisan terbaru imadewira di [blognya]: Selamat Datang Cecep =-.

  7. Semua harus saling mengoreksi diri, termasuk di dalam tubuh Satpol PP juga perlu adanya pebenahan….biar Satpol PP tu ga’ seperti preman berseragam…

  8. Menurutku sih tak ada yang perlu dibela, karena jelas kedua belah pihak salah.
    Kalau sudah begitu kan semuanya sama2 jatuh korban, bagaiman cara mengganti nyawa yang hilang? Tak akan bisa biarpun dengan uang sekalipun.

  9. memang menyedihkan… Kmana rasa kasih sayang itu ? saat ini dimana2 yang terlihat adalah amarah… hikss hiks

    sudah cukuplah semua ini…. πŸ™
    .-= Tulisan terbaru delia di [blognya]: Mencoba Sekarang =-.

Comments are closed.