Bayangkanlah

Kerusuhan di Koja, Tanjung Priok, Jakarta, beberapa hari lalu membuat saya semakin muak. Kedua belah pihak yang berhadapan saling serang dengan brutal. Korban luka bahkan tewas berjatuhan, padahal tujuan mereka sebenarnya sejalan.

Pihak satu ingin memperindah makam keramat, sementara yang lainnya ingin menjaga keamanan makam.

Seandainya mereka semua membayangkan..

Bagi mereka yang anggota Satpol PP, bayangkan kalau kalian tidak lagi berseragam. Kalian akan sama seperti mereka yang kalian pukuli.

Kalian juga warga masyarakat yang sebenarnya menghadapi masalah yang sama. Kenaikan harga, pemadaman listrik, dsb., akan kalian rasakan tanpa perbedaan dengan mereka yang kalian pukul dan tendang.

Saat tidak berseragam, kalian berada di posisi yang sama dengan mereka yang kalian perlakukan dengan brutal. Ada seorang ibu di rumah menanti kepulangan orang yang kalian pukuli di sana.

Bayangkanlah itu.

Bagi mereka yang bukan Satpol PP, bayangkan kalau kalian yang berseragam. Kalian akan sama saja dengan mereka yang kalian serang dengan batu dan samurai.

Kalian harus menjalankan perintah atasan serta menegakkan peraturan. Kalian akan sama lelahnya dengan mereka yang  cuma menjalankan perintah.

Bayangkan kalau dari seragam itu, seorang istri dan anak menggantungkan hidupnya.

Intinya, kita semua ini sama.

Kita seharusnya berada di pihak yang sama..

Saya tidak mau membela siapa-siapa. Saya cuma ingin kedamaian. Saya cuma bisa selalu berharap agar anak-anak kita kelak tidak meneruskan tradisi dan budaya brutal kita, orang tua mereka, sekarang ini.

Damailah negeri.

Tags: ,