Mereka yang Menjadi Korban

Kemarin (19/1) saya menonton berita pengusiran oleh masyarakat di Mempawah, Kalimantan Barat, terhadap warga yang diduga adalah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut berita, warga yang diusir sudah menetap di Mempawah cukup lama. Jumlah mereka pun ndak bisa dikatakan sedikit, sekitar 1000 orang. Saya tonton di televisi, sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak. Mereka harus dikawal oleh aparat keamanan keluar dari tempat tinggal mereka yang dirusak dan dibakar oleh masyarakat yang menolak kehadiran mereka, menuju bus yang akan membawa mereka ke Pontianak, di tengah hujan deras.

Saya mengerti kemarahan masyarakat terhadap mereka yang diduga anggota Gafatar, tapi menurut saya ndak perlu mengamuk kepada mereka. Continue reading “Mereka yang Menjadi Korban”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Mereka Bukan Anti Amerika!

Setelah menonton Today’s Dialogue, Selasa (9/2) lalu, saya jadi memikirkan pendapat seorang pembicara bahwa aksi terorisme di Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap kesombongan Amerika Serikat (AS). Tapi saya kok ndak yakin bahwa mereka, anggota jaringan terorisme, “berjuang” untuk melawan kekuasaan AS dan sekutu-sekutunya. Kalau memang iya, kenapa beraksi di sini, di Indonesia? Indonesia bukan AS, walaupun saya ndak bisa membantah bahwa kekuasaan AS ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengelola negara ini. Tapi, saya merasa cuma sedikit banget kerugian yang dirasakan AS akibat aksi-aksi mereka. Kerugian terbesar jelas dirasakan oleh pemerintah dan rakyat negeri ini, kecuali mereka tentu saja. Dari hal ini saya semakin yakin bahwa mereka bukan anti Amerika.

Related Post

The Hunting Party

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri ternyata blum berhasil menangkap gembong teroris, Noordin M. Top. Berita terbaru yang saya baca menyebutkan bahwa penggerebekan di Temanggung kemarin ndak berhasil membunuh Noordin. Saya ndak tau pasti, apakah memang penjahat dari malaysia itu yang lincah dan lihai bersembunyi seperti tikus yang menghindari kucing, atau Densus 88 yang ndak serius mengejarnya? Saya sebenarnya ndak mau berprasangka buruk terhadap polisi kita. Bagaimana pun, kerja mereka Sabtu kemarin memuaskan banget, walaupun kritik dari Hendro Priyono ndak bisa diabaikan begitu saja.

Related Post