Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena dianggap mencurigakan. Bum! Meledaklah bom di pos polisi. Blum cukup membunuh dengan bom, pelaku lainnya mengeluarkan senjata dan menembakkan pelurunya ke arah polisi dan warga sipil. Korban tewas dari golongan sipil berjumlah 2 orang. Suasana di sekitar lokasi cukup menegangkan, tapi Jakarta tidak pernah (benar-benar) takut. Continue reading “Kami Tak Pernah Takut”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Siapa Musuhmu?

Penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Sumatera Utara, oleh sekelompok orang bersenjata, konon merupakan balasan atas tewasnya beberapa orang dalam penyergapan yang dilakukan Densus 88. Sebelumnya, di Buol, Sulawesi Tengah, warga menyerang Mapolsek Biau setelah seorang warga tewas di dalam tahanan mapolsek. Di waktu yang hampir bersamaan, Mapolsek Ulu Rawa, Sumatera Selatan, dibakar massa yang konon disebabkan oleh arogansi polisi. Tadi pagi (30/9), ledakan yang terjadi di Bekasi,  ada dugaan bahwa serangan ditujukan ke pos polisi yang berada di dekat lokasi kejadian — semoga dugaan itu salah.

Continue reading “Siapa Musuhmu?”

Related Post

RI – malaysia Dalam Logika

Tulisan ini cuma berdasarkan logika saja. Ndak ada aturan hukum yang menjadi dasar tulisan ini. Murni cuma pemikiran saya saja yang terinspirasi dari beberapa artikel berita di internet, yang tentu saja bisa salah;

1. Saat anda sedang berjalan santai di sebuah tempat umum, tiba-tiba seseorang mengklaim bahwa hp yang ada di saku anda adalah miliknya. Menyikapi hal itu, anda akan meminta orang itu untuk membuktikan bahwa hp di saku anda adalah miliknya. Selama orang itu blum bisa membuktikan sebaliknya, maka hp itu tetap penuh menjadi milik anda. Begitu juga seharusnya sengketa batas wilayah RI – malaysia. Saat Indonesia memerdekakan dirinya, negara ini sudah mempunyai batas-batas  wilayahnya, baik di laut dan darat, yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Beberapa tahun kemudian, setelah malaysia mendapat hadiah kemerdekaan dari Inggris, mereka mengklaim bahwa batas wilayahnya berada di wilayah Indonesia. Maka seharusnya malaysia membuktikan bahwa klaimnya adalah benar. Selama malaysia blum bisa membuktikan itu, ndak ada grey area. Sebab batas wilayah versi Indonesialah yang berlaku.

Continue reading “RI – malaysia Dalam Logika”

Related Post