Mengheningkan Cipta Dalam Sepakbola

Dari sebuah akun twitter saya mengetahui bahwa tim sepakbola nasional Arab Saudi menolak untuk mengheningkan cipta sebelum dimulainya pertandingan melawan tim nasional Australia.

Aksi mengheningkan cipta diusulkan oleh tuan rumah Australia untuk mendoakan korban aksi teror London Bridge, yang menewaskan warga negara Australia.
Continue reading “Mengheningkan Cipta Dalam Sepakbola”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

Saya Dukung Macan

Kompetisi sepakbola nasional yang bernama Liga 1 baru saja dimulai akhir pekan kemarin (15/4), dengan partai pembuka Persib v. Arema yang berakhir seri 0-0.

Saya yang lahir dan tumbuh di Denpasar, telah sejak lama mengikuti kompetisi sepakbola nasional, terutama sejak berdirinya klub sepakbola Gelora Dewata. Sejak itu saya menjadi penonton setia klub berkostum merah itu.

Tapi sekarang, saya bukan penonton setia Gelora Dewata lagi. Apalagi sejak klub itu tidak eksis lagi di kancah sepakbola nasional.

Continue reading “Saya Dukung Macan”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

Menyerah Bukan Sekarang

Tim sepakbola nasional senior Indonesia gagal lagi di turnamen resmi FIFA. Final 2nd leg Piala AFF 2016 berakhir 2-0 untuk tuan rumah Thailand atas Indonesia. Timnas kalah 3-2 secara agregat.

Gagal lagi…
Continue reading “Menyerah Bukan Sekarang”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Sederhana Itu Lama

Kata orang: Bahagia itu sederhana.

Iya, kebahagiaan seharusnya bisa kita raih dengan cara yang sangat sederhana.

Begitu juga kebahagiaan yang ingin dirasakan pecinta tim sepakbola nasional Indonesia. Setelah setahun diskors FIFA tidak boleh ikut tampil dalam pertandingan resmi, Sabtu (3/12) besok, mereka berkesempatan untuk menyaksikan timnas pertama kali tampil di kandang sendiri di sebuah pertandingan resmi menghadapi Vietnam. Continue reading “Sederhana Itu Lama”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016-2017 Agung Pushandaka

Related Post

PS. Bali Ngipi

Melihat gegap gempitanya dukungan suporter Bali United Pusam pada turnamen sepakbola Piala Bhayangkara, saya teringat bagaimana suasana dukungan masyarakat Denpasar dan sekitarnya di stadion Ngurah Rai saat PS. Gelora Dewata menghadapi lawannya. Sekian tahun perjalanan sepakbola Bali yang saya tau, sejak jaman Gelora Dewata sampai dengan sekarang, Bali (pernah) memiliki beberapa pemain sepakbola yang diakui secara nasional, baik yang bermain di klub asal Bali maupun klub di luar Bali. Saya pun kemudian berkhayal, dari sekian nama beken pemain sepakbola yang pernah mengharumkan nama Bali, berada pada periode waktu yang sama, dengan kemampuan terbaik yang dimiliki seperti masa jayanya, akan terbentuk suatu tim yang kuat.

Kenapa Bali? Pertama, karena saya adalah warga Jakarta yang lahir dan tumbuh besar di Denpasar. Bagaimana pun, tetap ada rasa senang saat melihat seorang anak Bali yang memiliki prestasi di skala nasional. Kedua, karena selama ini Bali lebih dikenal sebagai pusatnya seni dan budaya. Sepakbola bukan sesuatu hal yang mengakar kuat sebagai tradisi di Bali. Berbeda dengan Jawa, yang fasilitas pembinaannya mungkin paling komplit, atau Papua yang secara alamiah selalu melahirkan pemain sepakbola berbakat, tentu ndak sulit untuk mencari pemain-pemain terbaiknya di setiap masa. Continue reading “PS. Bali Ngipi”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post