Harga Naik, Perokok Turun?

Maaf, saya harus jujur. Banyak perokok di Indonesia adalah jenis perokok irasional, egois dan fanatik. Mereka irasional, karena tetap memegang teguh kebiasaan merokok sekalipun iklan anti rokok sudah masif ditayangkan. Mereka seperti ndak mau membuka mata dan pikiran bahwa rokok adalah salah satu sumber penyakit bagi dirinya sendiri bahkan orang lain. Mereka juga egois karena seperti ndak pernah mau mengerti, bahwa sebagian orang di sekitarnya ndak suka mencium bau asap rokok yang akan menempel di pakaian atau badannya, atau ada anak di bawah umur berada di dekatnya yang secara langsung ikut menghirup asap rokoknya, dsb. Continue reading “Harga Naik, Perokok Turun?”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Hukum Kita, Racun Dunia..

Dalam terbitan hari ini, Kompas memberitakan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan ketentuan yang mengatur siaran iklan niaga yang mempromosikan produk industri rokok tetap sah dan konstitusional. Melarang iklan rokok justru bertentangan dengan konstitusi. Pernyataan ini terungkap dalam putusan uji materi Undang-Undang Penyiaran (UU No. 32 tahun 2002), khususnya Pasal 46 ayat (3) yang dipersoalkan oleh Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Jawa Barat, dan 2 anak Indonesia.

Related Post