Mereka yang Menjadi Korban

Kemarin (19/1) saya menonton berita pengusiran oleh masyarakat di Mempawah, Kalimantan Barat, terhadap warga yang diduga adalah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut berita, warga yang diusir sudah menetap di Mempawah cukup lama. Jumlah mereka pun ndak bisa dikatakan sedikit, sekitar 1000 orang. Saya tonton di televisi, sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak. Mereka harus dikawal oleh aparat keamanan keluar dari tempat tinggal mereka yang dirusak dan dibakar oleh masyarakat yang menolak kehadiran mereka, menuju bus yang akan membawa mereka ke Pontianak, di tengah hujan deras.

Saya mengerti kemarahan masyarakat terhadap mereka yang diduga anggota Gafatar, tapi menurut saya ndak perlu mengamuk kepada mereka. Continue reading “Mereka yang Menjadi Korban”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena dianggap mencurigakan. Bum! Meledaklah bom di pos polisi. Blum cukup membunuh dengan bom, pelaku lainnya mengeluarkan senjata dan menembakkan pelurunya ke arah polisi dan warga sipil. Korban tewas dari golongan sipil berjumlah 2 orang. Suasana di sekitar lokasi cukup menegangkan, tapi Jakarta tidak pernah (benar-benar) takut. Continue reading “Kami Tak Pernah Takut”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Berasa di Hollywood

Hollywood, sentra industri film Amerika Serikat, menghasilkan banyak film yang laku di pasaran termasuk di Indonesia. Mulai dari film laga, drama, horor, komedi dan sebagainya. Film drama, horor dan komedi, mungkin lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Apalagi banyak kisah cinta yang difilmkan memang berdasarkan kisah nyata, pun juga kisah-kisah seram yang menjadi tema film bergenre horor, seperti The Conjuring misalnya, yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Sementara itu, ndak banyak film laga yang berisi adu pukul, baku tembak, pembunuhan dan sebagainya yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, terutama di Indonesia. Tapi belakangan, Jakarta, sudah hampir mirip seperti setting film laga bikinan Hollywood. Mulai dari maraknya aksi terorisme dengan meledakkan gedung-gedung, tawuran antar geng dan terakhir, pembunuhan misterius bahkan dengan menggunakan senjata api.
Continue reading “Berasa di Hollywood”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Related Post

Kontroversi Fotocopy E-KTP

Belakangan di internet, juga di status facebook atau twitter teman-teman, saya sadar ada ribut-ribut tentang fotocopy e-KTP. Katanya, masyarakat dilarang memfotocopy e-KTP yang dapat menyebabkan chip yang ditanam dalam e-KTP bisa rusak dan si pemilik harus membuat baru lagi. Masyarakat pun ribut. Mereka bilang, bagaimana mungkin e-KTP ndak boleh difotocopy, sementara banyak urusan administrasi membutuhkan fotocopy e-KTP/KTP. Iya saya mengerti, jangankan urusan penting, sekedar check-in di hotel pun, pihak hotel pinjam KTP untuk difotocopy. Tapi, setelah saya baca Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) yang mengatur tentang ini, saya baru mengerti, masyarakat salah kaprah. Continue reading “Kontroversi Fotocopy E-KTP”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Related Post

Birokrasi Yang Menyenangkan

Hari Rabu (29/8) kemarin, saya ditugaskan untuk menghadiri acara penutupan suatu acara yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. Sekilas, saya melihat acara itu cuma seremoni komitmen bersama antara pemerintah dengan beberapa pihak non-pemerintah untuk mencapai reformasi birokrasi pada tahun 2014. Sejujurnya, saya ndak tertarik dengan acaranya. Perhatian saya lebih tertuju pada serangkaian gambar/kartun tentang reformasi birokrasi yang dipasang di lokasi acara. Di salah satu gambar, terpampang tulisan besar: PELAYANAN PUBLIK HARUS CEPAT! MUDAH! DAN MURAH! Apa iya itu yang diinginkan masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan publik yang ditawarkan instansi pemerintahan?

Continue reading “Birokrasi Yang Menyenangkan”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2012 Agung Pushandaka

Related Post