Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena dianggap mencurigakan. Bum! Meledaklah bom di pos polisi. Blum cukup membunuh dengan bom, pelaku lainnya mengeluarkan senjata dan menembakkan pelurunya ke arah polisi dan warga sipil. Korban tewas dari golongan sipil berjumlah 2 orang. Suasana di sekitar lokasi cukup menegangkan, tapi Jakarta tidak pernah (benar-benar) takut. Continue reading “Kami Tak Pernah Takut”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

Lagi, Wacana Pemindahan Ibukota

Banjir yang menerjang Jakarta beberapa hari ini, hampir melumpuhkan kehidupan kota yang juga merupakan Ibukota Indonesia. Bukan cuma roda pemerintahan yang tersendat, tapi juga pergerakan ekonomi, bisnis, pendidikan, pariwisata, dsb. Banyak pendapat dari para ahli/pengamat yang mengomentari bencana ini. Salah satunya adalah, lagi, pemindahan ibukota ke kota lain. Banyak yang setuju, tapi ndak sedikit juga yang menolak. Saya sendiri termasuk yang setuju, tapi dengan beberapa catatan. Catatan itu bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya, DKI Di Kalimantan.

Continue reading “Lagi, Wacana Pemindahan Ibukota”

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Related Post

Bangsa Penonton

Dulu, pemimpin negeri ini mengajak rakyatnya untuk ndak cuma menjadi bangsa penonton. Bukan bangsa yang cuma menonton perkembangan dunia tanpa bisa ikut serta di dalamnya. Kenyataannya sekarang, kita masih saja cuma bisa menonton negara lain meraih kemajuan yang signifikan, sementara kita masih blum bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu. Istilah ini kemudian meluas untuk bidang lain. Seperti dalam bidang olah raga, terutama sepakbola. Negeri ini cuma masih menonton kehebatan kesebelasan negara lain di ajang Piala Dunia tanpa bisa menyertakan diri di turnamen paling bergengsi sejagat itu. Kira-kira seperti itulah makna dari istilah bangsa penonton ini. Tapi, bukan tentang itu yang mau saya tulis kali ini. Hehe..

Related Post

Setelah Bencana Datang..

Bencana gempa bumi terjadi lagi di negeri tercinta, Indonesia. Blum habis tangis pilu masyarakat tasikmalaya akibat gempa 7,3 SR yang disusul dengan bencana tanah longsor, masyarakat kota padang dan sekitarnya juga harus merasakan kenyataan pahit kehilangan rumah dan sanak keluarga yang menjadi korban bencana yang sama, 30 september lalu, yang berkekuatan 7,6 SR. Bukan bermaksud mengorek luka lama, tapi kita tentu masih ingat, blum lama berselang beberapa daerah di negeri ini juga luluh lantak karena gempa bumi.

Related Post