Hai (Lagi) Jakarta!

Setelah seminggu meninggalkan Jakarta untuk urusan yang sangat penting, yaitu liburan sambil mudik ke Jogja, Semarang dan Denpasar, Sabtu malam (3/9) kemarin saya sampai lagi di kota ini. Sudah ndak terlihat jalanan Jakarta yang kosong seperti yang nampak di tivi. Senin (5/9), hari kerja dimulai lagi. Masih malas sih, tapi masa bersenang-senang sudah lewat, saatnya kembali ke dunia nyata. Akhirnya saya cuma bisa bilang, hai Jakarta!

Related Post

Mencintai Jakarta

Sejak Desember 2010 saya menetap di Jakarta. Walaupun blum mengganti KTP Denpasar dengan KTP Jakarta, saya bisa dikatakan sudah jadi warga Jakarta sekarang. Sebelumnya, seperti ndak ada hal yang menyenangkan di kota ini, apalagi pengalaman hidup saya sebelumnya adalah menjadi warga di daerah yang lebih digemari banyak orang dibandingkan Jakarta, yaitu Bali dan Jogja. Jadi sepertinya akan sulit buat saya untuk bisa menikmati hidup saya di sini seperti waktu saya hidup di Jogja maupun Denpasar.

Continue reading “Mencintai Jakarta”

Related Post

DKI di Kalimantan

Jakarta tambah ruwet. Macet ndak bisa diurai, malah tambah kusut. Banjir selalu mampir setiap tahun. Trus belakangan ada pula Peta Gempa 2010 yang memasukkan Jakarta sebagai salah satu kota paling rawan digoyang gempa. Semua daya dan usaha sudah coba dilakukan, tapi Jakarta blum berubah jadi baik. Akhirnya, ide lama dicuatkan lagi. Pindahkan saja ibukota dari Jakarta. Sekian banyak masalah di atas menjadi alasan yang kuat bagi sebagian orang untuk menyerukan perpindahan Daerah Khusus Ibukota (DKI) ke Kalimantan. Bung Karno pernah merencanakan Palangkaraya sebagai ibu kota negara. Kata orang, Palangkaraya adalah tempat yang paling pas untuk menyandang status DKI. Tapi menurut saya, masalahnya bukan tentang kota mana yang layak, tapi bagaimana ibukota itu seharusnya.

Continue reading “DKI di Kalimantan”

Related Post

Kenapa Jakarta Meledak Lagi?

Jakarta meledak lagi. Saya sebagai anggota masyarakat biasa, cuma bisa mengutuk keras pelaku peledakan Jakarta di Hotel Ritz Carlton dan J. W. Marriott. Sejak pertama kali menonton liputan bom itu jam 9 pagi, sampai saya harus meninggalkan rumah karena suatu urusan jam 1 tengah hari Jum’at kemarin, SBY ndak muncul-muncul juga di tivi untuk memberikan pernyataan resminya sebagai presiden.

Related Post