Mereka Bukan Anti Amerika!

Setelah menonton Today’s Dialogue, Selasa (9/2) lalu, saya jadi memikirkan pendapat seorang pembicara bahwa aksi terorisme di Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap kesombongan Amerika Serikat (AS). Tapi saya kok ndak yakin bahwa mereka, anggota jaringan terorisme, “berjuang” untuk melawan kekuasaan AS dan sekutu-sekutunya. Kalau memang iya, kenapa beraksi di sini, di Indonesia? Indonesia bukan AS, walaupun saya ndak bisa membantah bahwa kekuasaan AS ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengelola negara ini. Tapi, saya merasa cuma sedikit banget kerugian yang dirasakan AS akibat aksi-aksi mereka. Kerugian terbesar jelas dirasakan oleh pemerintah dan rakyat negeri ini, kecuali mereka tentu saja. Dari hal ini saya semakin yakin bahwa mereka bukan anti Amerika.

Related Post

Bola Api di SBY

Wah, setelah sekian lama ndak nulis di blog, saya jadi bingung harus memulai dari mana untuk memperbarui blog ini. Tapi mumpung masih hangat, saya pengen menulis tentang perkembangan terbaru perseteruan KPK dan Kepolisian. Setelah sekian pekan berlalu, sekarang ceritanya sudah sampai pada episode penentuan. Iya, ibarat bermain bola, SBY sekarang menguasai bola sepenuhnya. Cuma dia yang tau, bola akan diumpan ke mana. Tapi sayangnya, bolanya bukan bola biasa, melainkan bola api. Dioper ke mana pun, akan ada pihak yang panas terkena api, bahkan terbakar.

Related Post

Kronologi Cicak vs Buaya

Berhubung ada beberapa komentar di tulisan saya sebelumnya yang berjudul Polisiku Sayang Polisiku Malang, yang mengaku ndak mengikuti sejak awal kasus Cicak vs Buaya yang menggemparkan masyarakat itu, maka saya pengen membuat semacam rangkuman yang saya ambil dari beberapa sumber. Sebelumnya, saya harus bilang bahwa ‘perseteruan’ antara Kepolisian, Kejaksaan dan KPK sudah terasa sejak lama. Ketiganya sebenarnya punya fungsi yang sama sebagai penegak hukum, tapi KPK lebih fokus ke bidang korupsi. Cuma ya itu tadi, ketiganya seperti ndak nge-klik, padahal KPK itu diisi oleh orang-orang dari Kepolisian dan Kejaksaan juga. Sementara istilah Cicak vs Buaya baru saja terbentuk. Begini ceritanya…

Related Post

Polisiku Sayang Polisiku Malang

Logo Polisi Republik Indonesia
Logo Polri

Cicak versus Buaya, itulah istilah yang dipakai oleh Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Susno Duaji, untuk menggambarkan perseteruan 2 lembaga penegak hukum, KPK vs Polri. Cicak tadinya adalah pihak yang terpojok karena 3 mantan pemimpinnya lagi “dipegang” Polri. Pertama, Antasari Azhar yang didakwa membunuh pengusaha yang dicurigai berusaha memerasnya. Sementara, 2 pimpinan lainnya, Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah, baru saja ditahan. Nah, penahanan Pak Bibit dan Pak Chandra ternyata ndak semudah menahan Pak Antasari karena sejak berita penahanan keduanya dipublikasikan, sontak masyarakat menjadi gemas. Sekarang, malah Buaya yang terancam.

Related Post