Menjauh Saja Tidak Cukup

1 menit waktu baca

Saya teringat sebuah artikel yang saya baca beberapa hari lalu, terkait kampanye anti rokok. Masih berkaitan dengan bahaya rokok tentu saja. Saya lupa di mana saya baca artikel itu. Tapi inti tulisannya saya ingat betul.

Sebenarnya, bahaya rokok itu tidak cuma ada pada asap rokoknya. Banyak orang yang salah kaprah dengan hal ini.

Para perokok kemudian memilih untuk menjauh saat merokok dari anak atau istrinya, pacarnya, orang tuanya, atau orang-orang yang dikasihinya, dengan tujuan untuk menghindarkan orang-orang itu dari bahaya rokok. Tapi, menjauh saja tidak cukup.

Setelah selesai merokok, si perokok kembali ke tengah-tengah orang-orang yang dicintainya. Bermain bersama sang anak, berciuman dengan istri atau pacar, dan banyak lagi aktivitas yang dilakukan setelah menunaikan ‘ibadah’ merokok.

Walau tanpa asap, orang-orang tercinta itu masih terancam racun rokok.

Racun rokok ikut terbawa di sekujur badan dan pakaian si perokok. Selain berbau, pakaian dan badan kita juga jadi beracun.

Racun itu akan terhirup oleh mereka yang kita kasihi. Kasihan, kan?

‘Kenikmatan’ merokok cuma bisa dirasakan sendiri oleh perokok. Sementara racunnya, dibagi bersama anak-istri, pacar, orang tua, teman, dll. Bayangkan bagaimana egoisnya para perokok itu selama ini.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh para perokok untuk menghindarkan orang-orang terkasih dari bau rokok beracun yang menempel di badan dan pakaian?

Pada artikel itu disebutkan bahwa sebaiknya si perokok, setiap menyelesaikan ‘ritualnya’ segera mandi dan mengganti pakaian sebelum kembali berada di tengah-tengah orang tercinta.

Ribet? Tentu saja!

Kalau dalam sehari kita merokok sebanyak 5 kali saja, maka kita harus mandi dan berganti pakaian minimal sebanyak itu. Wah, repot sekali!

Adakah cara lain? Ada!

Berhentilah merokok. Paling tidak, anda melakukan itu untuk orang-orang tersayang di sekitar anda.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

9 thoughts on “Menjauh Saja Tidak Cukup”

  1. sebenernya tergantung niat…bapak aku aja bisa sembuh dr ngerokok..soalnya niat dia keukeuh bgt..

    Niat keukeuh saja ndak cukup. Tapi harus dibarengi usaha yang keras. :)

  2. gini aja pak, bikin perjanjian sama istri . kalo ngerokok kena sangsi buat aja perjanjian lah kalo ngerokoknya ga ketauan. ya kalai gitu sekalian belajar kejujuran.oke selamat moga bisa menjalankan ya pak

    Terima kasih buat doanya, kawan lama.. :)

  3. beuntung saia tak pernah menyetuh barang ‘makruh’ itu :)

    secara ribet–seperti yg ditulis empunya blog ini ;) dan yg jelas, bikin kantong kempes trus :P

    Anda memang beruntung. Selamat Mas Ian! :)

  4. kalau udah ketagihan perlu kasih sayang untuk mensupport gimana caranya supaya si perokok bener-bener jauh dari rokok, gitu ya sob..

    Betul banget sob. Perokok sulit banget untuk berhenti (walaupun bukan berarti mustahil) tanpa dukungan orang di sekitarnya..

  5. Paling tidak, kita perlu memagari diri sejak awal dari kebiasaan merokok ini.. sembari memberanikan diri untuk melarang mereka yang terkasih agar berhenti serta terhadap lingkungan.. andai saja para perokok itu dihadapkan pada situasi krosni pasien kanker paru – saat mereka ngelepus (menghembuskan asap rokok itu) di kafe-kafe :D

    Betul Mas. Salah satu cara mungkin dengan mencantumkan gambar-gambar menjijikkan yang dapat diakibatkan oleh racun rokok di setiap bungkus rokok yang dijual. Seperti yang dilakukan di beberapa negara maju. Konon, cara itu cukup efektif untuk membuat orang — minimal — mengurangi membeli rokok. Terima kasih.

  6. haduh saya ndak bisa mbayangin kalau harus mandi 12 kali dan ganti pakaian 12 kali juga. Lha saya tiap hari konsumsi rokoknya segitu je. Huh… kapan ya saya bisa stop merokok (malah jadi curhat :mrgreen: )

    Huehehe! Ndak apa-apa Mas. Demi anak-istri dan keluarga, mandi 12 kali pasti ndak terasa ribet. Hihi!

  7. hmm sebenernya rokok itu barang yang harus dihindari karena hanya menyebabkan penyakit dan membuat seseorang menjadi miskin ohohoh salam kenal ya bro

    Betul. Salam kenal kembali bro..

  8. bli, kalo ngga salah, konsep asap itu serupa dengan racun yang menempel pada
    a) ruangan-sprei-bantal yang disemprot dengan pembasmi nyamuk,
    b) pakaian saat berkendara dengan motor,
    c) …

    selamat berjuang..kembali.. :)

    Iya bli, saya sepakat. Terima kasih bli..

  9. saya merasa pernah membaca tulisan itu, dimana ya? kompas kayaknya…

    btw, baru hari ini saya bisa mengakses blog ini, beberapa hari sebelumnya ga bisa saya buka, kenapa ya?

    Saya lupa baca di kompas, tempo, atau yang lainnya.
    Susah diakses ya? Jangankan anda, saya sendiri sempat ndak bisa masuk ke blog saya sendiri. Hehe!

Comments are closed.