Membuat Kontrak

5 menit waktu baca

Selama menumpang bekerja di law firm, saya beberapa kali harus membantu menyusun draft kontrak. Walaupun akhirnya lebih banyak dieditnya daripada dipakainya, tapi paling ndak saya mengerti apa dan bagaimana kontrak itu. Beberapa kali juga saya harus mempelajari sebuah kontrak untuk menemukan jawaban atas kasus yang berkaitan dengan kontrak itu.

Baiklah, kali ini saya cuma pengen berbagi tentang apa yang saya tau tentang kontrak. Kalau ada yang kurang, silahkan ditambahkan.

Kontrak, atau sering disebut Perjanjian, menurut KUHPer (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), pasal 1313 adalah:

Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih

Ribet ya, bahasanya? Entahlah, kenapa bahasa hukum harus seribet itu. Tapi kalau boleh saya buat gampang, mungkin sama artinya bahwa Perjanjian adalah perbuatan satu atau beberapa orang yang mengikatkan dirinya dengan satu atau beberapa orang lain. Hm, lebih simple ndak? Kalo ndak, bikin kalimatmu sendirilah!!

Apa sih yang harus ada dalam kontrak? Ada beberapa hal penting yang menurut saya harus ada dalam kontrak.

1. Judul Kontrak. Ya, supaya semua orang, atau orang yang berkepentingan tau tentang apa isi kontrak itu. Misalnya kontrak jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam, kontrak kerja, dsb.

2. Tempat dan tanggal. Saya sendiri ndak tau pasti apa fungsi pencantuman tempat dan tanggal dalam kontrak. Di beberapa kontrak yang saya baca, semuanya berisi tempat dan tanggal ditandatanganinya kontrak. Penjelasan tentang ini bisa ditempatkan di awal, atau di akhir. Kalimatnya bisa seperti ini:

Pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2009, bertempat di Restoran Sudi Mampir, pihak-pihak yang tersebut di bawah ini sepakat untuk menandatangani perjanjian sebagai berikut: …

Biasanya kalimat seperti itu ditulisnya di awal kontrak. Kalau ditulis di akhir atau di bagian penutup, bisa ditulis seperti ini:

Demikian kontrak ini yang disepakati oleh para pihak, pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2009 bertempat di Restoran Sudi Mampir, …

Yah, seperti itulah kira-kira. Kalimatnya sih bisa saja dibuat menurut keinginan dan kesepakatan pihak yang terlibat dalam kontrak itu.

3. Identitas Para Pihak. Ini penting! Sebab, kontrak yang sudah berlaku nantinya akan mengikat para pihak yang disebut dalam isi kontrak. Mengikat di sini maksudnya, para pihak harus menerima apa yang menjadi haknya, dan sebaliknya juga melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Pihak bisa berbentuk badan hukum atau orang individu. Misalnya, kontrak kerja antara perusahaan apa dengan seorang pekerja. Biasanya perusahaan akan diwakili oleh salah satu pejabatnya.

4. Obyek Yang Diperjanjikan. Ini juga harus jelas. Misalnya, dalam kontrak jual beli, disebutkan secara jelas, kalau perlu mendetail apa yang diperjualbelikan. Misalnya tanah. Ya sebutkan di dalam kontrak, lokasi tanah di mana, ukurannya berapa, berbatasan dengan apa, sertifikat atau surat-surat yang terkait pada tanah itu, dsb.

5. Hak dan Kewajiban. Sebisa mungkin, pasal-pasal tentang ini dibuat sedetail mungkin. Misalnya dalam kontrak kerja. Semua orang juga tau, apa hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja. Tapi ndak ada salahnya dijateng, eh dijabarkan secara detail. Misalnya, kewajiban perusahaan adalah membayar gaji. Ya dijelaskan, berapa gaji yang harus dibayar, kapan dilakukan pembayaran gaji, gimana cara pembayarannya. Gitu juga sebaliknya, apa kewajiban si pekerja.

Atau dalam kontrak jual beli. Kewajiban penjual misalnya, mengantarkan barang yang dijual sampai ke rumah pembeli, menanggung semua kerusakan yang tersembunyi (yang ndak diketahui kedua pihak), dsb. Sementara kewajiban pembeli, membayar barang yang dibeli sesuai batas waktu (kalo dicicil).

Nah, kewajiban di satu pihak tentu menjadi hak untuk pihak lainnya. Ya kalau dalam jual beli, haknya si penjual, tentu saja menerima pembayaran. Gitu seterusnya.

6. Masa Berlaku. Masa berlaku menunjukkan kapan dimulainya dan berakhirnya kontrak. Dalam kontrak sewa menyewa misalnya, harus jelas kapan sewa dimulai dan kapan berakhir. Sebab selama berlakunya kontrak, selama itu juga para pihak harus melaksanakan kewajibannya, sekaligus menerima haknya.

7. Tentang Force Majeure. Menurut saya, hal ini juga sebaiknya ada dalam kontrak. Force Majeure maksudnya kira-kira kondisi atau situasi yang berada di luar kemampuan para pihak, yang dapat mengganggu atau menghentikan pelaksaan hak dan kewajiban. Seperti bencana alam, hura-hura, eh..huru-hara, pemberontakan atau perang.

Misalnya kontrak kerja sama antara event organizer dan musisi. Kalau ternyata konsernya batal karena panggung roboh diterjang angin puting beliung, para pihak ndak bisa saling menyalahkan bahwa pihak lainnya telah wanprestasi (ndak melaksanakan kewajibannya). Mungkin si event organizer sudah bekerja dengan baik, sementara musisi juga sudah siap, tapi karena bencana alam, apa mau dikata?

8. Penyelesaian Sengketa. Kita tentu ndak berharap ada masalah dalam pelaksanaan kontrak. Tapi sekedar untuk berjaga-jaga, sebaiknya diatur juga tentang cara penyelesaian kalau misalnya terjadi sengketa. Misalnya salah satu pihak gagal melaksanakan kewajibannya. Gimana cara penyelesaiannya, sebaiknya diatur dalam kontrak. Misalnya, kalau terjadi sengketa kedua belah pihak sepakat untuk mendahulukan penyelesaian secara musyawarah. Kalau musyawarah ndak berhasil, ya sebutkan di sana cara selanjutnya. Bisa dengan menunjuk di pengadilan mana sengketa akan diselesaikan.

9. Kesadaran Para Pihak. Saya ndak tau istilah yang tepat untuk hal ini. Maksud saya, ada baiknya disebutkan bahwa para pihak dengan sadar mengikatkan diri pada kontrak, tanpa paksaan atau ancaman. Para pihak juga dalam keadaan sehat saat menandatangani kontrak. Bisa juga ditambahkan bahwa para pihak telah mengerti isi kontrak.

Terutama kalau berkontrak dengan warga negara asing yang ndak mengerti Bahasa Indonesia. Harus ditekankan di sana bahwa si orang asing mengerti isi kontrak. Kontraknya sendiri dapat dibuat dalam 2 bahasa.

10. Tanda tangan. Kalau ini jelaslah ya. Ndak mungkin kok ada kontrak yang disepakati dengan tanda mata. Kontrak harus ditandatangani oleh para pihak. Tanda tangan biasanya dibubuhkan di atas materai.

Gimana kalau ada salah satu pihak yang buta huruf? Sebaiknya diwakilkan kepada orang kepercayaannya. Dalam identitas para pihak, disebutkan nama wakilnya, kemudian ditambahkan kalimat:

“Dalam hal ini yang bersangkutan bertindak atas dan untuk kepentingan..”

Tanda tangan para saksi juga bisa dibubuhkan dalam kontrak. Tapi kalau sepakat ndak pakai saksi, ya ndak apa-apa.

Jadi kira-kira begitulah apa yang saya bisa pelajari tentang kontrak. Kontrak itu penting banget, tapi kadang-kadang kita meremehkannya. Kadang kita berhubungan dengan orang lain, kalau sudah saling percaya jadi ndak terpikir bikin kontrak. Tapi usahakanlah pakai kontrak, apalagi kalau ada duit dalam hubungan itu. Duit kan rawan banget, bisa merusak rasa percaya. Hehe!

Kala misalnya anda disodori kontrak, pelajari dulu. Minimal ada 10 poin yang saya sebutkan di atas dulu deh. Kalaupun blum/ndak ada, tapi anda sudah cukup puas, ya ndak apa-apa. Tapi, jangan pernah ragu deh untuk mengutarakan keinginan anda untuk diatur dalam kontrak. Selama anda tetap memperhatikan dan menghargai hak orang lain, hak anda juga pasti diperhatikan juga dalam kontrak.

So, ya gitu deh sementara ini. Makasih ya…

Related Post

5 thoughts on “Membuat Kontrak”

  1. Aku gak terima klo blog ini polos banget tampilannya. Entah didiamkan atau menunggu themes baru ?. Kok theme nya default gini bli ? Whuzzup ?

    pushandaka Reply:

    Sabar Mas..
    Sementara default dulu, sambil nunggu theme yang pas dengan jiwa saya. Hehe!
    Lagian saya lupa caranya upload theme lewat filezilla. Hihi! Ampun master…

  2. harusnya kemarin bikin kontrak sama hendro agar tampilannya langsung bagus. :p

    pushandaka Reply:

    Iya yah..
    Tapi sabar, Mas Hendra kayanya orang yang bisa saya percaya.. :P
    Buktinya, sejauh ini memuaskan.

  3. Hahahahaah ***spechless**** Saya barusan posting soal kontrak. Tapi bahasan tulisan ini semakin memperjelas pokok-pokok yang ada didalam kontrak perjanjian. Ok, nice. Thanks

Comments are closed.