Internet di D’Palensa

3 menit waktu baca

Setiap siang menjelang sore, sepulang dari Kerobokan, saya selalu melewati jalan Tukad Unda. Di sebuah titik, saya melihat ada sebentuk bangunan yang seperti warung makan dengan poster besar di pinggir jalan, “Internet Gratis”. Ndak pernah ada dalam pikiran saya untuk sekedar mampir untuk makan atau minum di tempat ini sebelumnya. Tapi, hari ini, saya mencoba untuk mampir. Bukan untuk merasakan menu makanan dan minumannya, tapi pengen tes internetnya. Hehe! Jujur, saya blum pernah tertarik dengan iklan “internet gratis” di tempat makan atau tempat apa pun, kecuali hari ini.

Senyum ramah karyawannya lumayan menghilangkan penat di badan setelah menempuh perjalanan dari Kerobokan ke Renon di bawah terik sinar matahari Denpasar. Nama tempat ini adalah D’Palensa Cafe & Coffee. Ndak tau ya, apa karena sepi atau memang standar pelayanannya yang seperti itu, saya diantar sampai ke tempat duduk pilihan saya. Setelah agak lama menunggu dibawakan daftar menu makanan, akhirnya saya tanyakan tentang fasilitas internet yang dijanjikan.

“Gratis mas” jawab si karyawan. “Kalau mau internet 24 jam pun, saya akan tunggu mas di sini” sambungnya lagi. Walaupun ndak lucu, saya ikhlas tersenyum mendengarnya. Tapi ya gratisnya tentu kalau kita memesan makanan atau minuman.

“Ntar ada tarifnya sendiri mas, kalau berinternet di sini tanpa memesan makanan atau minuman” kata si mas lagi waktu saya iseng tanya, bagaimana kalau saya datang ke sini cuma mau berinternet tanpa pesan makanan atau minuman. Ya iyalah ya, rugi bandar kalau ndak dikenai tarif sendiri. Tarif itu didasarkan atas berapa lama si tamu memakai fasilitas internet di sini. Mulai ragu dengan kata “gratis” di tempat ini, akhirnya saya tanya berapa harga minimal pesanan untuk bisa berinternet gratis di sini. Si mas itu bilang, “25 ribu mas”

“Artinya kalau di bawah 25 ribu, ndak gratis yah?” tanya saya lagi.

“Kalau cuma untuk 30 menit, masih gratis” jawab si mas. “Kalau di atas itu, (lagi-lagi) ada tarifnya tersendiri” sambungnya lagi. Ya ya, saya ngerti. Mengangguk-anggukkan kepala rupanya bisa membuat si mas pergi meninggalkan saya sendiri di meja saya. Berhubung saya ndak pernah bela-belain datang ke sebuah rumah makan cuma untuk mencoba wifi-nya, saya merasa cukup puas. Walaupun dalam hati, saya jadi protes dengan iklan ‘internet gratis’ di depan cafe ini. Hehe!

Setelah merasa cukup mendengar jawaban tentang fasilitas internet, saya coba lihat daftar menunya. Semua berkisar di harga 10 ribuan rupiah. Paling mahal 12 ribu rupiah, kecuali harga paket makanan yang berkisar antara 20 sampai 30 ribu. Akhirnya, karena di tempat baru, saya pesan makanan yang paling aman, nasi goreng! Hehe! Ditemani segelas es kopi, saya pun mulai membuka laptop. Dari daftar harga makanan dan minuman di tempat ini, artinya untuk menikmati fasilitas internet gratis, saya minimal harus memesan 3 jenis makanan atau minuman yang masing-masing seharga 9 ribuan.

Koneksi internet di sini lumayan cepat. Yah, standar wifi gratisanlah. Malah saya yang bingung mau ngapain dengan koneksi internet secepat ini, sampai akhirnya saya putuskan untuk menulis tempat ini di blog saya ini. Yah, maklumlah, biasanya saya nyambung internet di rumah cuma untuk keperluan tertentu saja, misalnya untuk cek e-mail atau menulis di blog, yang cuma makan waktu sekitar 30 menit saja. Syukurlah, di tempat ini saya ndak sedikit pun terpikirkan untuk masuk ke akun facebook saya.

Akhirnya, setelah satu jam berada di tempat ini, saya dapat kesimpulan. Saya ndak cukup puas berada di tempat ini. Nilai plus tempat ini cuma karena letaknya dekat dari rumah. Selain itu, suasananya cukup tenang walaupun lalu lintas di depannya cukup padat. Tapi kalau untuk berinternet di sini, rasanya ndak lagi deh. Rasanya lebih enak berinternet di rumah dengan menyambungkan laptop ke handphone saja. Walaupun lebih lambat, tapi dengan tarif 6 ribu per jam, rasanya cukuplah berinternet di rumah. Untuk makanan dan minumannya, ndak ada yang spesial. Standarlah..

Tapi paling ndak saya punya tempat makan alternatif sambil berinternet, walaupun saya ndak pernah makan sambil melakukan pekerjaan lain. Atau, tempat berinternet sambil makan ya? Hehe! Walaupun ndak terlalu puas untuk fasilitas internetnya, tapi ya sudahlah. Hari gini, mana ada yang benar-benar gratis. Buang air kecil saja ada tarifnya, apalagi internet. Ya ndak?

Kalau ndak percaya dengan tulisan saya dan pengen coba sendiri, silahkan datang ke sini. D’Palensa Cafe & Coffee buka mulai pukul 11 siang sampai 11 malam di Jalan Tukad Unda nomor 5 Renon. Selamat mencoba sendirilah.. Hihi!

Related Post

6 thoughts on “Internet di D’Palensa”

  1. mending pake starone cuma 4500 per jam..

    dan lebih mending lagi gratisan di kantor, hehehe

    Kalau gratisan bukan mending namanya.. :)

  2. terima kasih promosinya, pak agung. semoga warung saya makin laris manis. :D

    Kalau laris, saya minta royalti donk! :P

  3. mending di Jco aja kalo gitu mas. pesen cappucino 20ribu udah dapet kopi, donat, akses internet yang cepat dan sepuasnya. hehehhe….

    JCo jauh Lea. Lagipula di Bali, JCo cuma ada di mall. Saya males banget masuk mall. Hehe!

Comments are closed.