Antasari, Riwayatmu Kini..

3 menit waktu baca

Perhatian saya, dan mungkin semua orang, benar-benar tertuju pada kasus yang belakangan lagi panas-panasnya dibahas di semua media informasi, yaitu ditangkapnya Antasari Azhar karena disangka menjadi otak dari terbunuhnya Nasrudin Zulkarnain. Saya ndak tau ada apa dibalik kasus ini. Tapi apa iya, seorang Antasari akan bertindak seperti itu cuma karena cinta terlarang?

Munculnya kasus ini membuat banyak pihak membuka lagi lembaran hitam Antasari di masa lalu. Antasari Azhar bukanlah seorang favorit waktu dia dicalonkan menjadi ketua KPK periode 2007-2011. Rekaman sepak terjangnya selama menjadi jaksa konon jauh dari semangat anti korupsi. Waktu dirinya terpilih menjadi ketua KPK, banyak pengamat yang “berduka cita” karena KPK malah jadi alat orang-orang yang pro korupsi.

Di Kompas (cetak) pernah saya baca kalau Antasari pernah memberikan “uang transport” kepada wartawan yang mewawancarainya saat kualitasnya banyak dipertanyakan untuk memimpin KPK. Tindakannya itu semakin menebalkan tanda tanya terhadap sikap anti korupsinya. Uang transport kok sampai berlembar-lembar uang 100 dollar amerika?

Tapi apapun itu, sejujurnya, saya puas dengan kinerja KPK selama kepemimpinannya. KPK melakukan aksi-aksi yang ndak lazim di negara yang terkenal dengan sikap sungkannya. KPK versi Antasari “ndak sopan” banget memperlakukan para pejabat yang selama ini dikenal sebagai orang-orang yang paling bertanggung jawab atas banyaknya uang rakyat yang dicuri para koruptor.

Bahkan gedung parlemen di Senayan juga diacak-acak oleh KPK. Kesucian kantor para legislator itu, “dikotori” olah sikap ndak pandang bulu Antasari dan para wakilnya di KPK. Akibatnya, di kalangan parlemen muncul rencana untuk membubarkan KPK yang dianggap sudah keterlaluan.

Sikap ndak pandang bulu Antasari juga “nyasar” ke keluarga presiden. Aulia Pohan pun diseret ke meja hijau karena disangka terlibat dalam penyimpangan dana di Bank Indonesia. Padahal Aulia Pohan baru saja menikmati status sebagai besannya SBY.

Antasari juga “tega” mempermalukan Kejaksaan dengan mengungkap kasus suap yang melibatkan para jaksa. Yang paling fenomenal tentu saja kasus suap yang melibatkan Urip Tri Gunawan, jaksa yang menerima suap dari “tante girang” Arthalita Suryani.

Sekian banyak kontroversi yang diciptakan Antasari, akhirnya dipuncaki dengan ulahnya yang lain, yaitu menjadi otak terbunuhnya Nasrudin Zulkarnain. Polisi bilang – sementara ini – motifnya adalah cinta segitiga. Tapi apa iya Antasari akan bertindak senekat itu? Kalau melihat “ulah nekatnya” selama menangkapi para koruptor, ada kemungkinan dia bertindak seperti itu.

Tapi saya sebagai orang awam, malah melihat ada sesuatu yang lebih besar dibalik itu semua. Antasari sudah menjadi musuh bersama para koruptor. Anggota parlemen yang dulu membangga-banggakannya sekarang malah balik mencercanya. Kejaksaan yang dulu girang karena orangnya menjadi pemimpin KPK sekarang malah memusuhinya.

Mungkin ndak ya, Antasari cuma korban dari persekongkolan licik musuh-musuhnya? Apalagi, Nasrudin Zulkarnain ternyata juga bukan orang baik-baik. Blum lagi niatan DPR untuk “meliburkan” KPK dari tugas-tugasnya setelah Antasari ditangkap. Kok rasanya semakin jelas kemana arah kasus ini.

Sekedar info, setelah Antasari ditangkap, DPR mengusulkan supaya KPK berhenti sementara menyelesaikan kasus-kasus yang sekarang lagi diurus KPK. DPR mendasarkan hal itu kepada UU KPK yang menyebutkan semua keputusan KPK harus diambil secara kolektif, yang melibatkan para ketua KPK yang berjumlah 5 orang (Antasari dan wakil-wakilnya). Nah, karena Antasari sekarang ditangkap, berarti KPK ndak bisa mengambil keputusan secara kolektif.

Selain itu, penangkapan Antasari pasti menjadi celah untuk para koruptor untuk membuat KPK lebih “bersahabat”. Kalau nanti surat pemberhentian secara permanen terhadap Antasari sudah turun, akan dicari ketua baru. Kalau menunggu sampai 2011 untuk mengganti Antasari mungkin dianggap kelamaan. Sekarang pas ada momen yang tepat, kenapa harus besok? Ya ndak? :P

Tapi kalau benar Antasari berbuat seperti apa yang dituduhkan, sayang banget rasanya. Negara ini mencari pembasmi koruptor yang bukan pembunuh. Apapun alasannya, membunuh adalah kejahatan. Antasari juga harus bertanggung jawab untuk itu. Anti korupsi ndak akan jadi lebih baik kalau ternyata ndak anti kekerasan. Sekali lagi, kalau benar Antasari menjadi otak pembunuh Nasrudin, tolong jangan segan untuk menjebloskan dia ke dalam penjara.

Saya sih cuma berharap, KPK ndak menyerah begitu saja. Ndak ada alasan bagi KPK untuk berhenti menangkapi para koruptor. Untuk calon pengganti Antasari, kalau ternyata Antasari ternyata benar-benar pembunuh, saya harap belajar dari Antasari. Misalnya, main golf di club yang caddy-nya laki-laki saja. Kalaupun harus main ditemani caddy cewek, ajak istri ke lapangan.

Ndak tau lagi deh, apa yang harus saya bilang untuk Antasari. Saya benar-benar prihatin untuknya, ndak peduli apapun kebenaran yang nantinya akan terungkap. Kalau kebenaran ternyata bilang dia adalah pembunuh, saya prihatin karena bodoh banget dia bertindak seperti itu. Kalau ternyata dia cuma korban konspirasi para koruptor, saya prihatin karena dia ndak bisa menjauhkan diri dari skandal yang kemudian menjadi alat untuk para koruptor menjatuhkannya. Benar-benar memprihatinkan..

Related Post

1 thought on “Antasari, Riwayatmu Kini..”

  1. no komen deh, karena kita juga tidak tahu apakah antasari benar2 terlibat atau hanya dijebak. Apalagi saya yg hanya orang awam, kasus seperti ini masih jauh dari otak saya, hahahaha

    Ah, siapa sih yang benar-benar tau motif apa dibalik kasus ini, kecuali orang-orang yang “pintar” di atas sana..

Comments are closed.