Bukan Sembarang Sepakbola

4 menit waktu baca

Sekarang rasanya hampir semua orang suka nonton dan main futsal. Ndak cowok, ndak cewek, tua, muda, anak-anak, sampai balita pada suka futsal. Selain lebih nyaman dibandingkan kalau main sepakbola di lapangan yang keras dan berdebu, futsal juga lebih gampang dimainkan karena melibatkan lebih sedikit pemain. Harga lapangan futsal di Indonesia pun cukup murah, apalagi kalau satu tim ada minimal 10 pemain, dengan masing-masing keluar duit 20 ribu rupiah saja, futsal sudah bisa dimainkan.

Tapi, apa semua orang yang main futsal tau tentang peraturan yang berlaku dalam permainan futsal? Saya kok ndak yakin ya. Kalau saya lihat beberapa orang yang main futsal, mereka cenderung bermain sepakbola (football atau soccer kalau di Amrik sana). Padahal futsal bukan sepakbola seperti itu. Futsal adalah permainan sepakbola khusus.

Saya ndak akan menjelaskan peraturan futsal secara detail. Saya cuma pengen supaya semua orang tau perbedaan mendasar antara peraturan sepakbola dan futsal. Memang sih, kebanyakan orang bermain futsal cuma untuk kesenangan dan hobi, bukan untuk memperebutkan hadiah kemenangan. Tapi, ndak ada salahnya kan kalau bersenang-senang tapi tetap dalam batasan yang berlaku. Ndak perlu sampai seperti pertandingan resmi deh, yang menggunakan lapangan standar (seukuran lapangan basket), dengan 2 wasit, dan waktu yang berhenti saat bola mati. Cukup dengan tau peraturan permainan futsal yang mendasar.

Laws of the game futsal berbeda dibandingkan sepakbola. Secara umum sih sama saja peraturan sepakbola dengan futsal. Misalnya, pemain harus memasukkan bola ke gawang lawan dengan menggunakan kaki atau kepala. Cuma kiper yang boleh menggunakan tangannya selama berada di dalam lingkaran gawangnya. Sama kan? Tapi lebih banyak lagi ndak samanya.

Pelanggaran dalam futsal secara umum sama dengan sepakbola. Dilarang menendang, memukul, mendorong, atau menarik badan lawan. Kiper juga dilarang menangkap bola di luar wilayah gawangnya. Pemain non kipper juga ndak boleh menyentuh bola dengan tanggannya. Tapi, ada satu perbedaan yang mendasar antara futsal dan sepakbola.

Dalam futsal sangat dilarang untuk menabrak badan (body charging) lawan, dan juga dilarang untuk melakukan ganjalan dengan meluncur (sliding tackle). Kalau dalam sepakbola 2 hal tadi masih dibenarkan selama mengenai bola secara bersih (clean) atau bertabrakan saat bola fifty-fifty. Tapi dalam futsal, hal tadi sangat dilarang. Hukumannya adalah tembakan bebas langsung (direct freekick). Dalam bahasa gampangnya, futsal lebih mengandalkan skill daripada power. Menjaga lawan pun ndak boleh asal tabrak, tapi harus fokus merebut lawan dengan bersih tanpa ada kontak fisik berlebihan seperti di sepakbola.

Untuk kiper, ada beberapa peraturan yang harus diperhatikan. Kiper ndak boleh menguasai bola dengan tangan kalau mendapat umpan dengan kaki dari teman setimnya. Kiper juga ndak boleh menangkap bola apabila bola tadi datang setelah ditendang (bukan umpan) oleh teman setimnya. Kiper boleh menangkap bola umpan teman setimnya apabila umpan itu dilakukan dengan menggunakan kepala. Satu lagi, kiper ndak boleh menguasai bola dengan tangan selama lebih dari 4 detik.

Dalam futsal juga ndak boleh bertingkah laku bahkan berkata kasar. Hukumannya adalah kartu merah langsung. Misalnya saat kita dijatuhkan oleh pemain lawan, kita sebaiknya menuntut freekick dengan sopan, bukan dengan menyumpahserapahi lawan apalagi wasit dengan kata-kata “kl*ng”, “bangs*t”, “plet*n”, “janc*k”, dsb. Bukannya dapat freekick, tapi malah diusir dari lapangan karena dianggap berkata ndak sopan dan menyulut keributan. Hihi!

Satu lagi perbedaan mencolok antara futsal dan sepakbola, yaitu saat bola keluar dari garis samping lapangan. Kalau di sepakbola dikenal istilah throw-in (lemparan ke dalam), nah di futsal pakai kick-in (tendangan ke dalam). Jadi setiap bola keluar lapangan, permainan dilanjutkan dengan kick-in. Kecuali kalau bola keluar dari garis belakang. Kalau bola keluar lewat garis belakang, sama saja seperti sepakbola, bisa lemparan gawang atau tembakan sudut, tergantung siapa yang menyentuh bola terakhir kali sebelum bola keluar lapangan lewat garis belakang.

Yah, mungkin peraturan-peraturan seperti itu yang bisa diterapkan waktu kita main futsal bareng teman-teman. Ndak usah harus pakai wasit, apalagi penjaga waktu. Kalau niatnya memang pengen bersenang-senang sambil olah raga, bermainlah dengan santai tapi ndak jauh melanggar aturan.

Misalnya seperti saya dan Bali Blogger Community (BBC) yang main futsal setiap hari sabtu. Banyak peraturan yang ndak dijalankan dengan benar, seperti misalnya ndak ada kick-in. Ya ndak apa-apa sih, karena lapangan futsal di Indonesia blum memenuhi standar ukuran lapangan futsal. Permainan ndak akan berjalan kalau sedikit-sedikit bola keluar garis lapangan. Gitu juga dengan waktu permainan. BBC ndak pernah rutin main 2 x 20 menit. Suka-suka, kadang babak pertama sampai 40 menit, eh babak kedua cuma 5 menit. Sisanya istirahat! Ndak masalah tuh..

Kadang-kadang BBC juga main futsal cuma dengan 4 lawan 4 pemain. Melanggar peraturan futsal sih, tapi ndak masalah. Inti permainan futsal tetap berjalan. Asal jangan 6 lawan 6. Bukannya apa-apa. Ukuran lapangannya ndak cukup boss! Hehe! Ndak mungkin di dalam lapangan futsal yang ada di Indonesia diterapkan peraturan yang bisa dipakai di lapangan berukuran standar internasional. Misalnya, tembakan bebas. Dalam pertandingan resmi, jarak bola yang akan ditendang dengan pagar betis adalah 5 meter. Lah, kalau itu diterapkan di lapangan futsal yang ada sekarang, pagar betis lawan bisa ada di belakang gawang. Hehe!

Permainan futsal juga masih bisa berjalan tanpa kostum resmi. Malah, bermain tanpa sepatu pun ndak masalah karena ndak mengurangi makna dari permainan futsal itu sendiri. Gitu juga dengan kostum setiap tim yang harus berbeda. Semuanya ndak perlu selengkap itu untuk bisa menikmati permainan futsal bersama teman-teman.

Yang penting, ndak ada saling sengaja menabrakkan badan untuk merebut bola, ndak ada kiper yang pegang bola sampai 10 menit sendirian di gawangnya (bosan nunggunya!), ndak ada pemain yang mengata-ngatai lawan dengan kata-kata kasar, dan ndak ada pemain yang melakukan tindakan ndak senonoh. Haha!

Iya! Cuma itu saja. Kecuali, kalau tim anda bertanding dalam suatu turnamen resmi, nah semua peraturan yang ditetapkan FIFA harus diberlakukan, termasuk ukuran lapangan, ukuran bola, kostum standar, pelindung tubuh, dsb., juga semua peraturan permainan yang berlaku dalam pertandingan futsal. Tapi kalau cuma untuk bersenang-senang bersama teman-teman atau keluarga, cukup beberapa peraturan umum futsal saja yang harus diterapkan.

Ayo main futsal untuk bersenang-senang..

Related Post