Pemindahan Ibukota, Kemana?

2 menit waktu baca

Kontroversi di negeri ini bertambah lagi. Cerita lama yang baru heboh sekarang, yaitu tentang pemindahan ibukota negara, masih hangat menjadi topik perdebatan. Pindah kemana?

Sebenarnya Indonesia beberapa kali pernah memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke kota lain. Pada tanggal 4 Januari 1946, ibukota negara dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Menurut Prof Soetaryo, seperti dikutip oleh republika.co.id, pemindahan ibukota dilakukan karena Jakarta berhasil diduduki Belanda sejak tanggal 29 September 1945.

Tapi, roda pemerintahan negara di Yogyakarta tidak berjalan mulus. Melalui serangan militer tahun 1948, Belanda berhasil pula menduduki kota gudeg. Sehingga ibukota dipindahkan secara darurat ke Bukittinggi di Sumatera Barat.

Ibukota negara baru kembali ke Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1950.

Kali ini rencana pemindahan ibukota kembali diapungkan. Sebenarnya, rencana pemindahan ibukota telah direncanakan oleh Presiden Soekarno.

Sekitar tahun 1957-1958, Soekarno berencana memindahkan ibukota ke Palangkaraya. Menurut BBC Indonesia rencana itu gagal karena Soekarno kemudian fokus mempersiapkan Asian Games yang digelar tahun 1962.

Sementara Presiden Soeharto juga pernah berencana memindahkan ibukota ke Jonggol, Jawa Barat.

Selanjutnya menurut detik finance, Presiden SBY bahkan pernah berencana memperluas wilayah ibukota tidak hanya di Jakarta saja, tapi sampai ke Sukabumi dan Purwakarta.

Lalu kenapa ide pemindahan ibukota sekarang begitu heboh?

Kalau menurut saya, saat ini menjadi heboh karena iklim politik negara kita memang sedang tidak sehat.

Apapun kebijakan pemerintah, selalu ditentang oleh oposan. Sehingga selalu menimbulkan perdebatan.

Satu alasan yang paling banyak dipakai adalah kebutuhan anggaran yang besar untuk membangun sebuah ibukota baru yang lebih rapih dan baik. Padahal di saat yang bersamaan, Pemerintah membutuhkan dana untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur di beberapa provinsi.

Di luar negeri, pemindahan ibukota juga pernah dilakukan oleh hampir seluruh negara di dunia.

Menurut wikipedia, beberapa negara maju pernah melakukannya. Sebut saja Amerika Serikat, yang memindahkan ibukotanya dari New York ke Philadelphia kemudian ke Washington.

Di kawasan Asia Tenggara, menurut thoughtco.com, Thailand memindahkan ibukota dari Ayutthaya ke Bangkok.

Sedangkan ibukota Vietnam berpindah dari Hue ke Hanoi. Philipina juga pernah melakukannya dari Quezon City ke Manila.

Sedangkan Malaysia, tidak memindahkan ibukotanya dari Kuala Lumpur, tapi hanya memindahkan sebagian fungsi administratif ke Putrajaya.

Kalau misalnya ibukota Indonesia harus pindah, kota apa yang pantas menjadi ibukota negara?

Palangkaraya tetap menjadi pilihan favorit Presiden Jokowi. Masih menurut BBC Indonesia, luas wilayah Palangkaraya mencapai 2,400 km persegi, sementara wilayah yang terbangun hanya 50 km persegi.

Tapi perlu diperhatikan kondisi hutan di Kalimantan. Jangan sampai pembangunan ibukota justru merusak wilayah hutan. Apalagi bencana kebakaran hutan masih sering terjadi.

Sedangkan kota lain yang patut diperhitungkan adalah Yogyakarta, karena telah “berpengalaman” menjadi ibukota selama beberapa tahun.

Makassar juga sempat menjadi tujuan alternatif pemindahan ibukota oleh Soekarno. Penunjukan Makassar tentu baik bila dipandang dari upaya pemerataan pembangunan ke wilayah timur Indonesia.

Jadi, pindah kemana?

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post