Mengheningkan Cipta Dalam Sepakbola

1 menit waktu baca

Dari sebuah akun twitter saya mengetahui bahwa tim sepakbola nasional Arab Saudi menolak untuk mengheningkan cipta sebelum dimulainya pertandingan melawan tim nasional Australia.

Aksi mengheningkan cipta diusulkan oleh tuan rumah Australia untuk mendoakan korban aksi teror London Bridge, yang menewaskan warga negara Australia.

Sejatinya, mengheningkan cipta sebelum kick-off sudah lazim dilakukan. Biasanya untuk bersimpati terhadap suatu kejadian, seperti musibah, tragedi atau kematian seseorang.

Sepakbola tidak hanya olahraga. Banyak hal lain terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam olahraga ini.

Kampanye atau aksi kemanusiaan tidak jarang pula melibatkan suatu pertandingan atau pemain bintang sepakbola.

Begitu pula aksi mengheningkan cipta dalam sepakbola.

Misalnya saat timnas Indonesia dan Malaysia mengheningkan cipta sebelum kick-off untuk mendoakan korban tsunami Aceh sebelum pertandingan semifinal leg kedua Piala AFF tahun 2004.

Maka apa yang dilakukan oleh timnas Arab Saudi tentu mengagetkan.

Menurut yang saya baca dari The Independent, mereka tidak mengheningkan cipta karena tidak sesuai dengan budaya mereka.

Akhirnya timnas Australia, seluruh suporter dan perangkat pertandingan tetap melakukan aksi hening tanpa diikuti oleh timnas Arab Saudi yang bersikap tidak acuh di lapangan.

Tentu hal ini sangat disayangkan karena tidak ada sikap kebersamaan yang ditunjukkan oleh kesebelasan Arab Saudi.

Serta tidak menunjukkan simpati atas duka yang dirasakan warga Australia.

Bila alasan penolakan itu adalah bahwa mengheningkan cipta bukanlah budaya mereka, sebenarnya sepakbola pun bukanlah budaya mereka juga pada awalnya.

Sepakbola sebenarnya adalah suatu budaya lokal di beberapa negara yang kemudian dimodernisasi di Inggris dan disebarkan ke seluruh dunia.

Di sepakbola juga lazim kita lihat tradisi bertukar jersey setelah pertandingan berakhir. Kalau mau jujur, itu pun bukan budaya seluruh bangsa di dunia tapi pada akhirnya dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat dalam suatu pertandingan.

Maka tidak tepat rasanya untuk menolak mengikuti aksi mengheningkan cipta dengan alasan tidak sesuai dengan budaya asal.

Siapa pun yang terlibat dalam suatu pertandingan sepakbola, tidak hanya wajib menghormati peraturannya namun juga menghormati tradisi dan kebiasaan yang telah lazim dilakukan dalam sepakbola.

Memang aksi timnas Arab Saudi tidak melanggar peraturan, namun dapat merusak semangat kebersamaan dan sisi humanis dalam sepakbola.

Tapi apa yang dilakukan timnas Arab Saudi tidak lebih buruk daripada suporter timnas Indonesia.

Suporter timnas Indonesia seringkali menyoraki lagu kebangsaan tim negara lawan yang berkumandang sebelum dimulainya pertandingan.

Dunia internasional sudah sering mengecam ulah suporter timnas Indonesia tersebut.

Tentu kebiasaan buruk suporter Indonesia sangat memprihatinkan bahkan memalukan.

Semoga sikap yang tidak sesuai dengan sportifitas, etika dan anti semangat kebersamaan bisa dihilangkan dari sepakbola.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *