Tentang Kursi Prioritas

2 menit waktu baca

Pernah tahu tentang kursi atau bangku prioritas?

Bagi penumpang transportasi umum, tersedia kursi bagi golongan penumpang prioritas, yaitu penyandang cacat, lansia, ibu hamil dan penumpang dengan balita.

Kebetulan saya dan istri saya yang sedang hamil adalah penumpang kereta listrik dan bus Transjakarta. Sehingga kursi prioritas menjadi sangat penting untuk istri saya.

Tapi untuk mendapatkan kursi prioritas bukan pula perkara yang mudah.

Berikut saran bagi penumpang prioritas.

Pertama, kalau kursi prioritas telah ditempati orang lain yang secara kasatmata tidak seperti penumpang prioritas.

Tanya lebih dulu apakah mereka termasuk penumpang prioritas.

Sebab sekalipun mereka tidak terlihat seperti penumpang prioritas, tapi mungkin kondisinya membutuhkan perlakuan khusus. Misalnya, penumpang yang belum sembuh benar setelah operasi patah kaki.

Atau seorang penumpang perempuan yang sedang hamil muda sehingga belum terlihat kehamilannya.

Kalau mereka termasuk penumpang prioritas atau penumpang lain yang membutuhkan perlakuan khusus, tentu mereka juga berhak untuk tetap duduk di sana. Tapi kalau tidak, mintalah kepada mereka untuk memberikan kursinya kepada penumpang prioritas.

Kebanyakan, mereka yang bukan penumpang prioritas akan beranjak dari kursi itu. Ada yang ikhlas, tapi ada pula yang terpaksa memberinya.

Bagaimana pun respon mereka, tetap ucapkan terima kasih.

Kedua, kalau penumpang sangat ramai, sehingga kita kesulitan untuk melihat atau menjangkau kursi prioritas yang biasanya berada di tempat tertentu saja di dalam angkutan umum.

Bertanyalah kepada penumpang lain yang berada di dekat kursi prioritas, apakah bisa mendapatkan kursi prioritas.

Biasanya, penumpang yang kita tanya akan meneruskan pertanyaan kita kepada penumpang yang duduk di kursi prioritas.

Bila ada kursi yang bisa ditempati, mintalah kepada penumpang lain untuk memberi jalan menuju ke kursi itu.

Ketiga, bila kursi prioritas telah terisi penuh dengan penumpang prioritas.

Mintalah kepada penumpang lain di kursi umum untuk merelakan kursinya. Biasanya akan ada 1 atau 2 penumpang yang mau memberikan kursinya, sekalipun itu bukan kursi prioritas.

Keempat, saat ada penumpang yang bukan penumpang prioritas tidak mau begitu saja memberikan kursi yang ditempati padahal kursi itu adalah kursi prioritas.

Tidak usah marah. Mintalah terus. Pasti ada orang lain yang membantu anda untuk mengingatkan penumpang tersebut untuk memberikan kursinya.

Kalau dia marah? Tidak perlu diladeni. Tetap ucapkan terima kasih saat dia memberikan kursinya.

Atau, kelima, minta kepada petugas di dalam angkutan umum untuk mendapatkan kursi prioritas atau kursi lainnya, termasuk untuk mengingatkan penumpang lain yang tidak berhak duduk di kursi prioritas.

Selanjutnya saran bagi penumpang umum atau bukan prioritas.

Pertama, sediakan kursi prioritas bagi yang membutuhkan. Kalau tidak ada penumpang prioritas, silakan duduk di sana.

Kedua, jangan tidur atau memasang earphone saat anda duduk di kursi prioritas, sehingga anda segera tahu saat ada penumpang prioritas yang membutuhkan kursi.

Ketiga, jika anda sedang tidak duduk di kursi prioritas atau kursi umum, bantulah penumpang prioritas untuk mendapatkan kursi. Misalnya, ikut mengingatkan penumpang yang tidak berhak untuk memberi kursi prioritas.

Keempat, kalau anda bukan termasuk penumpang prioritas tapi membutuhkan perlakuan khusus, sampaikan kepada petugas atau penumpang lain tentang kondisi anda. Sehingga tidak ada kesalahpahaman.

Mungkin itu dari saya.

Kenyamanan penumpang di angkutan umum terutama bagi penumpang prioritas, bukan hanya tugas pemerintah sebagai penyedia angkutan, tapi juga kewajiban kita semua.

Saya bisa. Anda juga pasti bisa.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *