Siapa Penista Agama?

1 menit waktu baca

Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, menjadi tersangka untuk kasus dugaan penistaan agama. Dia terjerat aksi demonstrasi sejumlah ormas atas ucapannya yang sekarang begitu terkenal, “dibohongi pakai kitab suci”

Apakah Ahok menista agama?

Merujuk kepada beberapa (yang mengaku) ahli yang memberi keterangan di kepolisian, kata “dibohongi” merujuk pada sesuatu yang ndak benar. Sehingga dapat diartikan bahwa kita suci tersebut salah.

Sementara sebagian orang lainnya berpendapat bahwa “dibohongi pakai” mengacu kepada perbuatan membohongi atau perbuatan yang salah. Artinya ulama yang menyebarkan ajaran dalam kitab suci itu bisa dikatakan sebagai pembohong.

Keduanya adalah bentuk penistaan terhadap agama. Kira-kira begitu.

Lalu bagaimana dengan pelaku bom gereja di Samarinda dan pelaku aksi terorisme lainnya?

Sepengamatan saya, mereka mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan adalah wujud dari ketaatan terhadap agamanya. Apakah boleh dibilang bahwa agamanya mengajarkan untuk berbuat seperti itu?

Kalau tidak benar seperti itu, artinya mereka menghina agamanya.

Secara tidak langsung mereka menunjukkan kepada dunia bahwa agamanya memerintahkan untuk membunuh sesama manusia.

Apakah mereka penista agama?

 

Lalu seorang politikus, di kasus Ahok, sempat mengejek Ahok supaya tidak hanya menghadirkan ahli dari Mesir, tapi sekalian menghadirkan seorang nabi yang sangat diagungkan di agama tertentu.

Bahkan dia berkata, Ahok minta Tuhan untuk hidupkan lagi nabi itu dan datangkan sebagai ahli.

Apakah itu menistakan agama?

Ternyata mereka yang lakukan aksi di awal bulan November diam saja. Tidak ada aksi tuntutan memenjarakan si politikus.

Lalu ada juga video dari pemimpin ormas yang berkata, bahwa ada orang yang tidak disukai Tuhan, yaitu ulama yang menipu orang lain memakai kitab suci.

Apakah itu penghinaan?

Ternyata tidak ada demonstrasi untuk ucapan itu.

Saya bingung. Siapa yang boleh diduga menjadi penista agama?

Apakah cuma Ahok?

Saya tidak tahu lagi…

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016-2017 Agung Pushandaka

Related Post