PS. Bali Ngipi

4 menit waktu baca

Melihat gegap gempitanya dukungan suporter Bali United Pusam pada turnamen sepakbola Piala Bhayangkara, saya teringat bagaimana suasana dukungan masyarakat Denpasar dan sekitarnya di stadion Ngurah Rai saat PS. Gelora Dewata menghadapi lawannya. Sekian tahun perjalanan sepakbola Bali yang saya tau, sejak jaman Gelora Dewata sampai dengan sekarang, Bali (pernah) memiliki beberapa pemain sepakbola yang diakui secara nasional, baik yang bermain di klub asal Bali maupun klub di luar Bali. Saya pun kemudian berkhayal, dari sekian nama beken pemain sepakbola yang pernah mengharumkan nama Bali, berada pada periode waktu yang sama, dengan kemampuan terbaik yang dimiliki seperti masa jayanya, akan terbentuk suatu tim yang kuat.

Kenapa Bali? Pertama, karena saya adalah warga Jakarta yang lahir dan tumbuh besar di Denpasar. Bagaimana pun, tetap ada rasa senang saat melihat seorang anak Bali yang memiliki prestasi di skala nasional. Kedua, karena selama ini Bali lebih dikenal sebagai pusatnya seni dan budaya. Sepakbola bukan sesuatu hal yang mengakar kuat sebagai tradisi di Bali. Berbeda dengan Jawa, yang fasilitas pembinaannya mungkin paling komplit, atau Papua yang secara alamiah selalu melahirkan pemain sepakbola berbakat, tentu ndak sulit untuk mencari pemain-pemain terbaiknya di setiap masa.

Maka itu, saya kemudian berkhayal, memiliki satu tim sepakbola yang diperkuat pemain-pemain terbaik di setiap masanya. Tim ini ndak akan bisa terbentuk di dunia nyata, hanya dalam mimpi saya saja. Maka saya beri nama klub itu PS. Bali Ngipi.

Pola permainan yang saya akan pakai adalah pola klasik 3-5-2.

Posisi kiper, saya akan memilih Erick Ibrahim sebagai pilihan pertama. Pernah memperkuat timnas walaupun hanya sebagai pelapis Eddy Harto. Kemampuannya sebagai kiper mendapat pengakuan karena telah memperkuat beberapa klub di liga kasta tertinggi di Indonesia, seperti Gelora Dewata dan BPD Jateng. Cadangan untuk Erick, saya akan memilih I Made Wirawan. Made juga pernah memperkuat timnas. Kiper yang pernah memperkuat Perseden ini, tumbuh menjadi pemain andalan di klub Persiba Balikpapan dan Persib Bandung sekarang.

Di posisi bek tengah, ada 3 nama yang saya pilih memperkuat skuat inti klub Bali Ngipi, yaitu I Kadek Swartama, I Wayan Sukadana dan I Gusti Ngurah Bayu Sutha. Pemain terakhir, seingat saya pernah memperkuat timnas dan klub papan atas di Indonesia, seperti Persib dan Pelita Jaya. Sementara I Wayan Sukadana, adalah stopper andalan Gelora Dewata yang lihai juga mencetak gol dengan tendangan bebas cannon ball. Sayangnya, Sukadana pernah diskorsing oleh PSSI karena ulahnya menjatuhkan wasit. Sementara Swartama pada masanya sangat dikenal sebagai libero dan kapten Gelora Dewata. Pernah memperkuat timnas untuk turnamen Piala Tiger. Untuk cadangannya, saya punya Anak Agung Ngurah Wahyu Trisnajaya, mantan bek timnas U23 yang juga pernah menjadi bek andalan Persija Jakarta. Cadangan kedua, saya pilih Muhamadan. Bek tangguh binaan Perseden ini sempat pula memperkuat Persiba Balikpapan.

Posisi wing bek kiri, saya punya I Made Pasek Wijaya. Pemain yang besar bersama Pelita Jaya ini sebenarnya pemain serba bisa, pernah bermain di banyak posisi yang berbeda. Tapi kemampuannya di posisi wing back membuat saya memposisikannya sebagai bek kiri. Di masa jayanya, dia punya kecepatan dan crossing yang akurat. Pasek pernah menjadi pemain termuda di timnas. Sebagai cadangannya, saya memilih I Putu Gede Juniantara. Bek muda jebolan timnas U19, adalah pemuda asli Gianyar yang pernah memperkuat Bali United Pusam sebagai pemain pinjaman.

Untuk posisi wing bek kanan, saya ndak tau banyak nama. Tapi melihat penampilan Bali United Pusam, saya tertarik dengan penampilan bek kanan, I Nyoman Adi Parwa. Dia selain lugas dalam bertahan juga cepat dalam menyerang. Di usianya yang masih muda, dia berpotensi menjadi pemain yang lebih baik. Sebagai cadangan, saya memasukkan nama Yanto Imam, mantan bek sayap kanan Gelora Dewata.

3 pemain lain untuk melengkapi formasi inti pola 3-5-2 akan saya perkuat dengan nama-nama beken pada jamannya. I Komang Adnyana akan saya pasang sebagai gelandang serang. Pemain yang mengawali karirnya di Perseden, pernah menjadi andalan klub PSMS Medan. Selain Komang, lini tengah Bali Ngipi akan diperkuat 2 gelandang , yaitu I Putu Gede yang merupakan ikon Arema Malang pada era 90-an dan I Wayan Kana, andalan lini tengah Gelora Dewata. Sebagai pelapis saya punya 2 nama, yaitu Alex Saununu dan Nus Yadera. Alex, pemain kelahiran Denpasar ini pernah melakoni masa jayanya di Mastrans Bandung Raya. Sementara Nus Yadera, adalah salah satu gelandang bertahan andalan Gelora Dewata.

Di lini serang, saya punya nama Misnadi Amrizal Pribadi dan I Komang Mariawan. Kedua pemain memiliki postur yang jauh berbeda. Misnadi, yang memperkuat Bentoel, berpostur mungil, memiliki kelincahan dan kecepatan untuk mengacaukan pertahanan lawan. Sementara Mariawan yang pernah menjadi ikon klub Persikota Tangerang, dengan postur tinggi, ideal banget untuk menjangkau crossing dari sisi sayap dengan kepalanya. Kedua pemain itu akan dilapis oleh pemain cadangan yang ndak kalah berbahaya, yaitu Ida Bagus Mahayasa yang pernah dijuluki kidang bali dan I Nyoman Sukarja, pemain depan Bali United Pusam yang pernah juga memperkuat PSIS Semarang.

Maka total ada 20 nama pesepakbola Bali yang akan memperkuat PS. Bali Ngipi. Sementara klub ini cuma akan ada dalam mimpi saya, semoga suatu saat ada klub sepakbola Bali yang akan stabil berada di kasta tertinggi sepakbola nasional, seperti Gelora Dewata dahulu dan Bali United Pusam sekarang.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post