Lebih Baik Diam?

1 menit waktu baca

Masih blum reda kehebohan tewasnya gadis cantik berumur 8 tahun, Angeline. Sejak awal hilangnya bocah ini, perhatian masyarakat sudah tersedot. Banyak opini dan dugaan bermunculan di luar investigasi resmi polisi. Ndak sedikit juga kesaksian di luar Berita Acara Pemeriksaan Kepolisian yang muncul di media massa. Ada tetangga atau orang lain yang kuat menduga, mendengar bahkan melihat sendiri, bahwa Angeline memang mengalami tindakan kekerasan di rumahnya. Apalagi sejak dipastikan bahwa Angeline telah ditemukan tewas di halaman belakang rumah. Semakin banyak kesaksian yang bermunculan.

Tapi pertanyaannya kemudian adalah, kemana saja mereka, para saksi itu, selama ini? Kalau mereka punya dugaan kuat, mendengar atau malah sudah melihat dengan mata kepala sendiri, kenapa ndak melakukan apa-apa untuk melindungi si bocah yang dianiaya? Bukankah mereka jadi membiarkan hal itu terjadi? Atau kita semua lebih baik diam?

Pasal 78, Undang-Undang Perlindungan Anak :

Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, anak korban perdagangan, atau anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

Related Post

13 thoughts on “Lebih Baik Diam?”

  1. Umumnya mereka diam karena mereka takut dianggap ikut campur, akan tetapi kalau itu terjadi di lingkungan saya insyaallah saya akan tegur karena saya benci kekerasan apapun bentuknya. Paling tidak bertanya “Lho..kenapa kok dia dipukul?” atau “kenapa dia disuruh….”dst.

    Agung Pushandaka Reply:

    Betul. Tapi menurut UU Perlindungan Anak, mereka yang mengetahui hal itu seharusnya ndak diam saja. Kalau mereka diam, ndak membantu si anak, mereka bisa dipidana penjara maksimal 5 tahun dan denda 100 juta.

  2. semoga pembunuhnya mendapatkan hukuman yang setimpal ya

    Agung Pushandaka Reply:

    Kalau tetangga yang mengetahui kekerasan itu tapi ndak melaporkan ke polisi, seharusnya mendapat hukuman yang setimpal ndak? :)

  3. Peristiwa ini bisa jadi pelajaran.. Peristiwa ini juga tidak harus terjadi kalau tetangga atau saksi yang mengetahui kekerasan anak sejak awal sudah melaporkan.. Saksi yang membiarkan peristiwa ini juga bisa terjerat hukum.

    Agung Pushandaka Reply:

    Sebenarnya, yang saya sayangkan adalah kenapa peran masyarakat dalam perlindungan anak harus disertai dengan sanksi pidana. Hal ini membuktikan, bahwa kesadaran masyarakat untuk saling melindungi sudah semakin rendah, sehingga harus diancam dengan sanksi pidana kalau ndak melakukannya. Prihatin.

  4. Betul juga mas harusnya kalau memang tau dari awal sudah lapor polisi ga nunggu sampe 2 mingguan & setelah ada tersangka baru pada ngomong

    Agung Pushandaka Reply:

    Iya Mas. Padahal, kalau menurut Undang-Undang yang saya kutip, saat ada yang ngomong/bersaksi tau kejadiannya sejak awal, polisi bisa menetapkannya sebagai tersangka karena membiarkan anak menjadi korban kekerasan.

  5. Saya juga harus memerhatikan kalau saat praktik menemukan ciri-ciri kekerasan pada anak, karena ini bisa sering kali terlewatkan.

    Agung Pushandaka Reply:

    Saya rasa peran dokter penting juga mas. Ndak cuma terhadap anak, tapi terhadap seluruh pasien yang patut dicurigai mendapat cidera/luka yang ndak wajar. Misalnya, seperti korban kecelakaan. Pihak rumah sakit seharusnya dapat melaporkan ke pihak kepolisian untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

  6. saya sempat lewat di depan kediaman angeline, walaupun kejadiannya sudah lewat tapi tetap saya daerah sekitar kejadian serasa berkabung

    yang saya pikir aneh dalam kejadian ini adalah, kenapa tidak ada pihak yang tahu kalau angeline sering disiksa di rumah? padahal meninggalkan bekas luka, dll. semua sudah berlalu kini jadi pembelajaran yang penting untuk kita semua

  7. masyarakat yang cenderung modern akan terbawa arus hidup sendiri sendiri, itu tantangan bagi kita agar rasa tenggang rasa terhadap oarang sekitar tetap terpelihara

Comments are closed.