UN Tidak Bikin Pintar

1 menit waktu baca

Alasan penggagas Ujian Nasional (UN) untuk meningkatkan kompetensi peserta didik semakin jauh dari harapan. Peserta didik bukan semakin pintar, tapi semakin bodoh dan rusak moralnya.

Kasus terbaru adalah tewasnya seorang siswi di Tabanan yang tertekan setelah tidak sanggup menjawab soal ujian mata pelajaran matematika dan takut gagal lulus ujian.

Artinya apa?

UN membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah menjadi semakin tidak menyenangkan.

UN juga tidak membuat anak-anak bangsa ini semakin pintar.

Kenapa?

Karena mereka belajar bukan untuk mendalami mata pelajaran yang mereka gemari, tapi cuma sekedar takut tidak lulus ujian.

Seorang anak yang menggemari mata pelajaran sejarah tidak akan bisa meneruskan cita-citanya menjadi sejarawan karena dia tidak lulus UN.

Seorang siswa yang menggemari seni tari, tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena tidak lulus ujian matematika.

Lagipula, apakah mereka robot yang harus bisa segala hal?

UN tidak membuat para siswa menjadi pintar karena mereka belajar hanya ingin membahagiakan orang tuanya serta menjaga nama baik sekolah dan gurunya.

UN ternyata merusak moral anak bangsa. Buktinya? Selain bunuh diri, banyak peserta didik yang memilih untuk lulus dengan cara mudah yaitu dengan mencari bahkan membeli dengan mahal bocoran jawaban soal.

Salah mereka? Jelas tidak.

Mereka masih di bawah umur. Mereka adalah orang yang (harus dianggap) belum cakap dalam berpikir dan bertindak.

Tapi saat mereka tertangkap melakukan kecurangan, mereka disalahkan. Mereka juga dicap sebagai anak yang tidak mau belajar untuk lulus ujian.

Anak-anak Indonesia adalah manusia-manusia yang tangguh. Mereka tidak pernah “boleh” memilih untuk mengenyam pendidikan di luar sekolah.

Semua sudah dipilih oleh orang tuanya. Mereka harus sekolah, mengikuti amanat orang tuanya.

Di sekolah pun, mereka tidak bisa menikmati sistem dan suasana belajar yang menyenangkan. Mereka dijejali oleh banyak mata pelajaran yang belum tentu menjadi minat mereka.

Mereka juga harus mengemban tanggung jawab menjaga nama baik keluarga dan sekolah, bahkan negara, dengan harus lulus ujian.

Kalau perlu dengan nilai yang sangat baik.

UN seharusnya menjadi ujian untuk pemerintah.

Ujian untuk menilai apakah pemerintah telah berhasil meningkatkan mutu dan standar pendidikan di seluruh penjuru negeri?

Kalau ternyata banyak siswa yang tidak lulus UN, maka yang harus dianggap gagal bukanlah para siswa, tapi sistem pendidikannya.

Pemerintahnya juga.

Kalau Pemerintah belum lulus ujian, maka jangan jadikan UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2014-2017 Agung Pushandaka

Related Post

2 thoughts on “UN Tidak Bikin Pintar”

  1. Sepertinya ada yang salah dengan sistem pendidikan di negara kita tercinta ini. Belajar seharusnya menjadi proses yang menyenangkan, dilakukan dengan penuh cinta dan kesadaran. Belajar seharusnya bebas dari tekanan dan rasa takut apalagi sampai terjadi tindakan bunuh diri atau penuh kecurangan dalam pelaksanaannya.

Comments are closed.