Yang Penista Agama Siapa, Sih?

1 menit waktu baca

Seminggu ini, kerusuhan berbau agama bergejolak lagi. Pertama, kasus penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandegelang, Banten. Ndak lama kemudian di tempat lain, Temanggung, Jawa Tengah, kerusuhan bernuansa agama juga terjadi. Kedua kasus ini diawali oleh adanya dugaan tindakan penistaan sebuah agama. Sehingga muncullah sekelompok manusia pemarah dan beringas itu ke jalanan dengan tujuan untuk membela “nama baik” agama dan Tuhannya. Teriakan nama suci Tuhan mereka, justru melecut keberingasan manusia setengah binatang itu.

Saya jadi bingung, sebenarnya siapa sih yang menista agama? Saya rasa mereka yang mengamuk bak babi buta itu pun ndak kalah rendahnya menista agama mereka sendiri. Mereka menunjukkan kepada dunia bahwa agama mereka cuma berisi ajaran kekerasan, keberingasan dan kemunafikan. Padahal yang saya tau, ndak ada satu pun agama yang mengajarkan hal-hal seperti itu. Buktinya kerabat keluarga saya yang memeluk agama itu ndak pernah memberi contoh tindakan kasar seperti yang saya lihat di tivi.

Kalaupun mereka yang dianggap menista agama itu memang bersalah, biarlah Tuhan yang menentukan apa hukuman yang pantas untuk mereka. Tuhan itu seharusnya maha besar, yang ndak butuh bantuan jutaan manusia sekalipun untuk membela kehormatan-Nya. Tuhan juga seharusnya maha suci, yang ndak ada satu pun tingkah bodoh manusia yang mampu menista kesucian-Nya. Tuhan seharusnya ndak akan pernah meminta manusia untuk membela keagungan-Nya. Sebab milyaran manusia pun ndak akan mampu menyamai kebesaran-Nya. Semoga mereka yang mengamuk itu segera tobat dan memohon ampun karena telah merendahkan Tuhannya sendiri.

Mari bersama tolak anarkisme. Damailah Indonesia.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Related Post

12 thoughts on “Yang Penista Agama Siapa, Sih?”

  1. itulah orang-orang yang tidak mengerti akidah agamanya namun fanatik membabi-buta. ditambah dengan keberanian ekstra krn massa yang banyak, jadilah amuk yg beringas.

    semoga mereka mendapat pencerahan.

  2. yang menista agama itu yang suka melakukan kekerasan dan membuat orang berpikir bahwa agamanya sendiri mengajarkan kekerasan, siapakah mereka?
    “oknum” pelaku kekerasan dan media massa yang terlalu berlebihan memberitakan.

  3. Saya juga enggak tahu, Mas.
    Yang saya tahu mereka yang paham dan menjalankan syariat agamanya dengan benar malah mengerti bahwa perbedaan itu indah, dan tak ada yang saling melecehkan, apalagi atas dasar agama..

  4. Saya rasa mungkin karena manusia tidak pernah merasa puas. Jika manusia sudah cukup puas dengan kehidupan yang damai, maka tidak mungkin ada kekerasan.

    Hanya saja kadang kita tidak bisa melihat bagaimana ketidakpuasan ini muncul ke permukaan, apakah hanya karena sentimen individualistik, ataukah cauvinisme yang terorganisir.

  5. Benar sekali. Tidak pernah ada agama yang mengajarkan umatnya melakukan kekerasan. Memang manusianya sendiri yang telah menistakan agamanya.
    Ah semoga negara kita aman tenteram selalu.

  6. Aku jadi berpikir ada apa dengan semua ini :???: :?: kalau tidak ada yang mengkoordinir penyerangan itu rasanya mustahil. Juga masyarakat nya itu koq gampang sekali terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenaran nya. Saya jadi prihatin dengan kejadian yang menimpa Indonesia ku.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  7. Bingung deh mau bilang apa lagi untuk tindakan beringas mereka. Apalagi ketika saya menonton video penganiayaan di youtube itu.

    Mereka yang menganiaya itu rasanya bukan manusia, saya tidak terbayang kalau harus hidup berdampingan dengan manusia2 seperti itu. Bisa2 saya ikut dibantai oleh mereka. Ya, semoga mereka segera sadar bahwa apapun alasannya, pembantaian itu tidak bisa dibenarkan.

Comments are closed.