Terima Kasih..

1 menit waktu baca

Akhirnya, timnas sepakbola Indonesia gagal terus lagi menjuarai sebuah turnamen resmi. Semalam, timnas cuma menang 2-1 atas malaysia. Hasil itu ndak cukup untuk menutupi defisit 3 gol yang diderita timnas pada pertandingan pertama. Kegagalan ini memperpanjang puasa gelar bagi timnas Indonesia. Saya sudah ndak bisa berkata apa-apa lagi. Sudah terlalu sering saya harus menerima berita kegagalan timnas di berbagai ajang. Jangankan yang di level dunia, di kawasan Asia Tenggara saja timnas blum pernah juara lagi. Tapi walaupun begitu, khusus malam ini, cuma ucapan terima kasih yang bisa saya ungkapkan.

Pertama, terima kasih kepada sepupu saya, yang secara mengejutkan dan mendadak, menghadiahi saya sebuah karcis menonton partai final kelas VIP. Sebenarnya saya sudah putus asa untuk dapat menonton partai final secara langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saya, dibantu Rini, berusaha mencari informasi keberadaan karcis yang masih bisa dibeli. Ternyata, beberapa saat menjelang kick off, karcis itu pun datang. Terima kasih juga untuk Rini, pacar saya.

Kedua, terima kasih kepada timnas sepakbola Indonesia. Cuma timnas sepakbola Indonesia yang bisa mempersatukan ratusan juta orang menjadi satu nama Indonesia, terutama di bidang olah raga, setelah merosotnya prestasi bulutangkis kita. Apalagi semalam, timnas cuma kurang beruntung karena banyak peluang yang tercipta, terutama hadiah penalti, namun hanya 2 serangan yang berhasil menjebol gawang lawan. Terima kasih untuk semangat dan kemenangan yang kalian berikan, walaupun blum cukup untuk menjadi juara.

Ketiga, terima kasih kepada suporter di stadion dan di luar sana. Ndak pernah ada kata henti untuk meneriakkan nama Indonesia dengan lantang di dalam stadion, meskipun timnas tertinggal 0-1 sampai 15 menit terakhir. Terima kasih juga untuk momen bernyanyi bersama lagu Indonesia Raya. Saat-saat itu benar-benar menggetarkan hati. Bayangkan, ada 95.000 orang di dalam stadion menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama. Blum lagi ditambah suporter lain yang ikut menyanyikan lagu kebangsaan di rumah masing-masing, walaupun dalam hati.

Semoga, momen ini akan terus terjaga, sampai suatu hari nanti sebuah gelar juara turnamen sepakbola internasional hadir di negara kita. Terima kasih.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Related Post

10 thoughts on “Terima Kasih..”

  1. tapi emang timnas sekarang udah lebih baik kok sepertinya, ya moga2 besok jadi makin baik lagi dan bisa juara…o iya, kalo nonton timnas semua supporter bisa rukun, walaupun pada hari2 biasa mereka dukung tim yang berbeda2, malah kadang tawuran juga lagi, heheehe, apa mendingan gak usah ada liga regional ya? yang ada timnas aja, biar g pada tawur :D

  2. Masihkah ada alasan sang ketua umum mempertahankan jabatannya?

    Cahya Reply:

    Sepertinya masih Pak Aldy, ndak mau turun tuh…

    Agung Pushandaka Reply:

    Katanya kalau dia turun, akan merusak tatanan demokrasi Indonesia.

    Ah.., sekarang dia bilang demokrasi. Padahal sejauh ini dia memimpin PSSI tanpa jiwa demokrasi sedikit pun.

    orange float Reply:

    kalo dia masih punya rasa malu, kenapa harus ngotot mempertahankan posisinya. ya ngak… :lol:

  3. Rupanya saya begitu telat datang dan berkomentar disini.

    Setuju dengan anda kawan, pertandingan final leg kedua itu memang menyesakkan dada, tapi bagaimana pun juga kita patut bangga kepada seluruh pemain dan supporter, ini yang saya maksud kalah dengan terhormat.

    Merdeka..!

Comments are closed.