Susahnya Punya Anak (di Indonesia)

1 menit waktu baca

Hari Anak Nasional selalu diperingati setiap tahun. Undang-undang tentang anak-anak sudah jamak dibuat. Komisi Perlindungan Anak juga sudah dibentuk.

Semuanya belum menjamin keselamatan aanak-anak. Kejahatan dan berbagai tindakan negatif lainnya sekarang banyak menyasar anak-anak.

Dampaknya tidak hanya merugikan anak-anak itu secara fisik, tapi juga secara mental.

Sekarang banyak orang masih khawatir akan keselamatan anak dari kejahatan “konvensional” seperti penculikan, perkosaan, child trafficking, prostitusi, dsb.

Padahal, masih ada lagi tindakan lain yang dampaknya tidak kalah ganas dibandingkan kejahatan yang saya sebut tadi.

Tindakan negatif seperti apa? Misalnya, stasiun tivi yang tidak henti-hentinya mencekoki otak-otak belia mereka dengan tayangan sinetron tidak berkualitas.

Atau adegan-adegan kekerasan yang sekarang banyak menghiasi tayangan program berita.

Saya kategorikan itu sebagai tindakan negatif.

Tindakan negatif lain justru dilakukan melalui pendidikan.

Pelakunya malah orang-orang yang seharusnya melindungi mereka, yaitu orang tua, guru dan pemerintah.

Tidak percaya?

Lihatlah sistem ujian nasional yang sukses membuat mereka ketakutan bak melihat malaikat pencabut nyawa di hadapan mereka.

Anak-anak itu dituntut menjadi anak yang pintar dan lulus dengan nilai baik. Kalau tidak pintar dan gagal lulus, mereka akan dianggap mempermalukan nama keluarga dan sekolah.

Bayangkan, anak-anak yang belum berumur 18 tahun itu sudah dibebani tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga dan sekolah.

Mau yang lebih susah lagi?

Anak-anak sekarang tidak cuma berstatus korban, tapi juga pelaku kejahatan.

Kejahatan seksual terhadap gadis di bawah umur ternyata dilakukan oleh laki-laki di bawah umur pula.

Akhirnya, mereka dihukum dan dijebloskan ke penjara.

Saya yakin masih banyak lagi kesusahan yang akan kita hadapi di saat memiliki anak-anak.

Tapi saya berharap semoga kita semua, orang tua dan orang-orang dewasa yang berada di dekat anak-anak, tidak kehilangan semangat dan kemauan untuk melindungi mereka.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

15 thoughts on “Susahnya Punya Anak (di Indonesia)”

  1. Yuph.XD sebenarnya aku jg msh anak2 ehehe.XP tapi aku akan berusaha lindungI yg lbh kcl dari aku,

    Gus Ikhwan Reply:

    sekarang sudah jaman canggih dan jaman edan

  2. entahlah, jaman sekarang sudah makin canggih, seharusnya anak2 jaman sekarang lebih bahagia, tapi kalau dipikir lagi, kok rasanya masih lebih bahagia masa anak2 saya dulu.

  3. Kiat juga prihatin prihatin tayangan pornografi pada anak karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.
    Mungkin artikel berikutnya mas, “Susahnya cari duit di indonesia”

  4. Anak adalah amanah dan sebaik-baik amanah adalah menjaganya. dan ini tanggung jawab kita semua untuk menjaganya. semoga kita mampu menjaga amanah tersebut. Selamat hari anak nasional

  5. Saya juga berharap, anak2 Indonesia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik kedepannya baik dari segi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lain sebagainya. Kita tidak ingin mendengar lagi adanya kekerasan pada anak dan trafficking. Kita harus dapat hentikan segala hal yang bisa merusak kehidupan anak indonesia.

  6. Keinginan sseorang anak yang paling utama untuk seorang ayahnya adalah mencintai ibu mereka dan keinginan seorang anak kepada ibunya adalah mencintai ayah mereka. Agar anak merasa selalu hidup damai melihat kerukunan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya, tanpa hmereka harus memilih.

    Salam untuk sahabatku dan sukses selalu.

  7. Kesulitan yang sangat terasa nantinya dalam membiayai pengobatan masalah kesehatannya. Kalaupun sudah ada pelayanan bebas biaya di puskesmas, tapi tetap harus ada persiapan memadai.

  8. Yang terberat adalah melatih kemandirian dan budi pekertinyanya.
    Disamping itu perlu mempersiapkan biaya pendidikan, kebutuhan fisik sesuai perkembangan mentalnya.

  9. Makanya program keluarga berencana diharapkan sangat membantu menjawab perubahan kesulitan ini.
    BTW, kayaknya komentar yang tadi menghilang.

  10. salam kenal
    wakh masa sih…..padahal papahku pernah bilang, untuk gag punya anak di indonesia malah yang susah..hehehehe (mungkin karena kebanyakan baca berita ariel luna maya ) kali yah….:D

  11. saya ironis mendengar anak-anak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, ditambag lagi orang dewasanya membiarkan itu terjadi… apalagi di televisi…………..

Comments are closed.