Treble Winner!!

2 menit waktu baca

Treble winner adalah istilah dalam sepakbola untuk menyebut sebuah kesebelasan/klub sepakbola yang berhasil meraih 3 gelar dalam 1 musim kompetisi. Secara umum, liga sepakbola negara-negara Eropa menggelar 2 kompetisi domestik yaitu liga utama dan dan piala utama. Sementara di tingkat kontinental, UEFA punya 2 kompetisi utama, yaitu Liga Champions dan Liga Eropa. Maka kemungkinan 3 gelar yang dimaksud adalah 2 gelar di kompetisi domestik dan 1 gelar di kompetisi Eropa (satu klub cuma bisa ikut serta di 1 kompetisi Eropa dalam 1 musim). Selama sejarahnya, baru 5 klub yang pernah mencatatkan diri sebagai pengoleksi 3 gelar dalam 1 musim, yaitu Glasgow Celtic, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, Manchester United, dan Barcelona.

Musim kompetisi ini, Inter mencatat sejarah sebagai yang pertama untuk klub sepakbola Italia. Setelah pada tahun 1965 Inter tercatat sebagai tim Italia pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Champions. Malam ini, Inter sekali lagi menjadi tim Italia pertama yang berhasil menjadi treble winner, dengan menjuarai Liga Italia 2009/2010, Piala Italia 2009/2010, dan Liga Champions 2009/2010. Dengan kata lain, musim ini Inter selain raja Italia juga raja Eropa.

Penampilan Inter musim ini tangguh banget di segala lini. Dari kiper, bek, midfilder, dan penyerang semua berperan penting bagi tim untuk keberhasilan ini. Banyak yang bilang — terutama setelah partai semifinal kedua melawan Barcelona — Inter adalah tim yang defensif. Menurut saya, Inter bukan tim yang defensif. Inter di bawah asuhan Jose Mourinho hampir selalu memainkan pola menyerang dengan komposisi 3 penyerang, Diego Militto, Samuel Eto’o dan Goran Pandev atau Mario Balotelli. Pola ini sama dengan pola permainan yang biasa dimainkan Barcelona, tim yang diklaim sebagai tim paling ofensif di dunia.

Kalaupun Inter sering menempatkan nyaris seluruh pemainnya di garis pertahanan saat diserang lawan, itulah kelebihan Inter sebagai tim. Semua pemain dengan semangat untuk tim bersedia mundur ke belakang untuk menjaga pertahanan. Ndak ada pemain yang egois seperti di tim-tim lain. Di Inter, pertahanan adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma tanggung jawab bek. Begitu pula saat menyerang. Bek-bek Inter ndak jarang ikut mencetak gol ke gawang lawan. Sekali lagi, ini karena pemain-pemain Inter bermain sebagai tim. Semua merasa bertanggung jawab untuk menjaga pertahanan dan mencetak gol. Terbukti, ndak ada satu kesebelasan pun yang bisa seperti Inter. Tim lain cuma bergantung kepada para defendernya saat bertahan, yang kalau kebobolan maka itu akan menjadi kesalahan para defender saja, dan sebaliknya cuma mengandalkan para penyerang saja dalam mencetak gol. Di Inter, semua pemain adalah defender di saat bertahan, dan secepat kilat menjadi attacker di saat menyerang. Terima kasih terbesar saya kepada Jose Mourinho yang berhasil mengubah Inter menjadi seperti ini.

Sudahlah, orang lain boleh berkata apa saja. Tapi malam ini, Interlah yang berpesta. Inter menang bukan karena bertahan. Inter menang karena mencetak gol lebih banyak dibandingkan lawan-lawannya. Tim yang defensif ndak akan bisa mencetak lebih banyak gol ke gawang lawannya.

Maka, penantian saya sejak tahun 1989 terbayar musim ini. Inter ndak cuma berhak mengklaim diri sebagai juara Liga Champions, tapi juga peraih treble winner!  Hormat saya untuk semua klub dan suporter klub yang menjadi lawan Inter musim ini. Sampai bertemu lagi musim depan!

Grazie ragazzi!! Forza Internazionale!!! Io sono Interista!!!

Internazionale menjuarai UEFA Champions League 2009/2010

Related Post

30 thoughts on “Treble Winner!!”

  1. salut… salut… Inter memang hebat musim ini, bisa treble seperti MU, keren…!

    salah satu kunci dahsyat-nya Inter musim ini adalah tangan dingin Mourinho, kita semua harus akui itu :-)

  2. Iyo bro…
    musim ini Inter adalah TIM BINTANG
    bukan Tim yg diisi bintang
    tp tim itu sendirilah yg menjadi bintang
    semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan yg saling melengkapi.
    bs menyerang dan bertahan
    FORZA INTER !!!!

    akhirnya treble itu terwujud, dr sebuah mimpi..
    :D

    *tulisan ttg Inter sedang disusun, rencana posting Senin.
    insya Allah
    .-= Tulisan terbaru ahmed fikreatif di [blognya]: Fiksi Mini: Kupinang Engkau Dengan Al Quran =-.

  3. Ohhh gitu toooh…
    baru tahu treble winner… :)

    makasih bli ^_^ akhirnya diriku yg gak tau bola jadi tahu kalo nanti ada yg iseng nanya ( emang ada ya yg mau nanya ama diriku hehhehhe )
    .-= Tulisan terbaru delia di [blognya]: Lulus Masa Percobaan =-.

  4. dari dulu sampe sekarang, pemain bola yang gw tau cuman Zaenal Arif! cukup disitu dan nda mau nambah.
    etapi waktu final kemaren sempet liat sih Inter..
    tapi ga ngerti mau ngomong apa lah wong gw ga ngerti sepak bola…

    eniwei, nyariin saya yah?
    hehe…

  5. Semoga musim depan Inter tidak main dengan 10 kiper lagi..
    .-= Tulisan terbaru Kika di [blognya]: Membangun Toko Online =-.

    Agung Pushandaka Reply:

    Ah, kalau sirik jangan berlebihan gitu donk. Sudah jelas kipernya cuma 1 kok. :)

    Bounty Mahendra Reply:

    ente kagak tau bola yaa???
    dimana2 kiper to 1 aja…..
    sirik ente, itu namanya strategi jeniusnya Mou……
    ente pengen tau Inter meragain total football kayak Barsuck??
    tonton Inter vs Dinamo Kiev………

  6. Selamat buat Inter ya gung.

    Btw, kalo kita menghargai seni menyerang dalam sepakbola, kita jg harus menghargai seni bertahannya jg. Tingkat kerumitannya beda. Gak cuma numpuk semua pemain di daerah pertahanan. Buktinya waktu di Camp Nou tetep aja Inter kalah 1-0 walau berhak maju ke babak Final. Tak pikir kita harus ngehargai kedua sistem itu sama baiknya dan ngenikmati keduanya dengan cara yang berbeda. Selamat buat Mr. Mou, you’ve done an excellent work for Inter.

    Eh ya, saya bukan fans Inter cuma menyukai sepakbola saja. Glory Man Utd! :)
    .-= Tulisan terbaru aprian di [blognya]: Seperti kacang =-.

    Agung Pushandaka Reply:

    Sebenarnya, Barcelona memperdebatkan permainan Inter karena mereka tersingkir saja. Coba kalau waktu itu mereka lolos, mereka pasti ndak akan mengomentari permainan lawan. Memang lebih mudah mencari kesalahan orang lain daripada menemukan kesalahan diri sendiri.

    Thanks pri! Sampai ketemu di UCL musim depan..

Comments are closed.