Pilih Mana: Polisi atau Susno??

1 menit waktu baca

Kasus Susno Duaji versus Polri masih berlangsung hangat. Topik berita di hampir semua media pun blum berpaling sepenuhnya dari drama ini. Pak Susno yang beberapa waktu sebelumnya dihujat banyak kalangan karena berseberangan dengan Chandra dan Bibit KPK, sekarang malah dipuja oleh mereka yang dulu membencinya. Sementara Polisi dengan segala citra buruknya, semakin dimusuhi masyarakat. Keberhasilan mereka menembak mati 2 anggota teroris beberapa hari lalu, nyaris ndak memperbaiki sedikit pun citra mereka di mata masyarakat. Malah dugaan bahwa keberhasilan itu cuma sebuah rekayasa makin menguat. Tentang kasus ini, saya punya pendapat sendiri.

Saya berpendapat, ndak ada kebenaran yang dibela dalam “pertengkaran” mereka. Mereka cuma membela harga diri dan nama baik mereka saja. Kebenaran versi siapa yang mereka kedepankan kalau mereka berasal dari kelompok yang sama? Pak Susno jelas-jelas dibesarkan oleh Kepolisian. Bisa sebersih apa sih Pak Susno yang menghabiskan lebih dari 30 tahun di Kepolisian, yang jelas-jelas dicap sebagai lembaga terkorup? Tuduhan dari Sjahril Djohan dan saksi lain yang bilang bahwa Susno juga menerima 500 juta dalam kasus Gayus tentu bukan tuduhan sembarangan juga.

Begitu juga Kepolisian. Kenapa sih begitu berkeras hati pengen mempertahankan harga diri mereka yang sudah terpuruk? Apa salahnya juga mendengarkan gerutuan Pak Susno? Apalagi sekarang Susno sudah membawanya ke ruang publik, sehingga dia berada di atas angin berkat dukungan masyarakat. Kenapa Polri dan Susno harus duduk semeja sebagai penyidik dan tersangka? Kenapa ndak bekerja sama saja sebagai sesama polisi, kalau memang yang diributkan adalah sebuah kebenaran untuk kepentingan negara?

Dari hal-hal itu di atas, saya sejak awal dan sampai sekarang tetap memposisikan diri untuk berada di luar arena. Saya ndak akan latah mendukung salah satu di antara Susno atau Polisi. Tapi, saya menghargai semua pendapat yang beredar di masyarakat. Siapa pun yang akhirnya “menang”, saya harap akan membawa kebaikan untuk negeri ini. Mustahil? Memang! Tapi kata mustahil ndak berarti 100% gagal kan?

Sejahteralah negeriku.. :)

Related Post

37 thoughts on “Pilih Mana: Polisi atau Susno??”

  1. wah aku wis pusing mikirin perseteruan polri vs susno. biar Tuhan aja yang menghukum kalo mereka salah..wkwkwk
    .-= Tulisan terbaru wahyu di [blognya]: Ruangan Rahasia =-.

    julie Reply:

    setuju ma wahyu
    .-= Tulisan terbaru julie di [blognya]: dua sisi bintang =-.

    ralarash Reply:

    Setuju juga..
    karena hukum didunia tuh bisa dibeli dengan uang..
    semu antara yang benar dan yang salah..
    lebih baik serahkan kepada sang pencipta..
    .-= Tulisan terbaru ralarash di [blognya]: Apakah Kamu Buta Warna? Tes dulu yuk!! =-.

  2. kalo saya berpendapat bahwa susno lah yang benar..kalo memang susno bersalah mana mungkin dia berani membongkar semua ini…dan masalah penangkapan teroris menurut saya itu hanyalah sebuah pengalihan isu..

    just my opinion

    Agung Pushandaka Reply:

    Menurut saya, Susno berprinsip daripada mati sendiri lebih baik mati semua. Daripada cuma dia sendiri yang disalahkan, maka lebih baik dia bongkar semua bobrok Kepolisian.

    Terima kasih sudah berbagi opini. :)

  3. capek juga ngelihat kasus di negeri ini..setiap ada kasus terungkap,perhatian masyarakat selalu dialihkan dengan kasus2 baru

    salam kenal mas agung

  4. Menurutku gung, biarlah mereka “berperang”, kita lihat aja sampe mana saling ngebongkar borok-boroknya masing-masing.

    Seperti teori chaos, setelah sistem mengalami chaos, ada dua hal yg mungkin terjadi. Sistem akan hancur atau sistem akan menjadi lebih baik. Dan kedua pilihan itu juga bukan pilihan yang buruk buat Kepolisian kita ;)
    .-= Tulisan terbaru aprian di [blognya]: Selamat Ulang Tahun =-.

  5. begitulah kalau semua mau mengangkat derajat masing2, sebenarnya sederhana saja, berbuatlah semaksimal mungkin sesuai dengan kewajiban, peningkatan drajat itu akan diberikan sendiri oleh penonton,lakukan apa yang terbaik jangan menghitung hasilnya dulu…nah mengenai judul diatas, saya ngekor blitu suda, “atau” sajalah heee, sukses bligung

  6. jujur.. gw gak pilih sapa2… toh susno juga dulunya polisi.. eh maksudnya skrg juga masih polisi kan yaa.. ya biarlah kebenaran kan hadir dengan sendirinya.. mungkin akan ada korban2 yang berjatuhan, tapi itulah hukum alam
    .-= Tulisan terbaru elmoudy di [blognya]: Ksatria Cahaya : Reinforce =-.

  7. kalau begitu, saya dukung anda bro..

    tapi saya menduga (dugaan asal-asalan) sebenarnya tidak ada yang bersih disana, semua punya kelemahan (pernah terlibat KKN), cuma karena suatu hal salah satu akhirnya bicara ke publik dan yang lain kebakaran jenggot lalu ikut membeberkan kelemahan yang lainnya…

  8. masih nggak bisa berat sebelah memihak yang mana krn terlalu banyak rekayasa di sana-sini. yg pasti adalah, ternyata di negara ini, saksi yg berani bicara malah disudutkan dan diusahakan agar diam, bukannya dilindungi, sekalipun dia termasuk pelaku. harusnya pelaku yg bersedia bersaksi mendapat perlindungan dan keringanan, bukannya dibungkam.

    bukankah begitu, bukan?
    .-= Tulisan terbaru macangadungan di [blognya]: L.I.A.R. =-.

  9. intinya semua salah, gak ada yang bersih dan suci, yang ada hanya sok bersih dan sok suci. mungkin butuh intervensi dari orang nomor satu di negeri ini untuk menghentikan konflik pertikaian yang gak jelas ini.

    semoga esok cahaya matahari kembali menyinari indahnya negeri ini, i wish
    .-= Tulisan terbaru indratie di [blognya]: gw yang salah. menyesakkan!!! =-.

  10. kalau saya memandangnya…meski susno pun terasa banyak dosa, saya masih ingin membelanya, bukan dalam porsi karena dia bersih, tapi kasus2 penuh rekayasa dan pengalihan isu, serta perang opini, jual image saja lah yang harus diberantas. Rakyat ini telalu mudah dipalingkan untuk melihat hal2 yang indah di permukaan, tapi busuk di belakang. Hidup di negeri ini terasa hampa jika melihat kinerja aparat yang dengan pajak yg diperas dari keringat yang tak pernah kering ini. Sepintar apa pun kita, jika bukan siapa2, atau anaknya siapa2 kurang banyak gunanya…Oleh sebab itu saya memilih membela susno dari kesewang2an dan rekayasa, sekaligus membela institusi polri milik bangsa ini. Bukan bersikap mendua. Tapi batasannya jelas. Adalah kebenaran demi kesejateraan..

    salam sehat,
    tfd
    .-= Tulisan terbaru Tour, Food, and Health di [blognya]: Cara Menjaga Kehamilan Dari Proses Masuknya Racun dalam Tubuh: Sebuah Pelajaran dari Tragedi Minamata =-.

  11. Saya juga g terlalu ngerti dengan masalah ini, soal siapa yang benar n siapa yang salah, malahan saya berpikir kalo seandainya nama Susno g pernah muncul dan jadi jelek karena kasus Cicak Vs Buaya yang dulu itu, apa mungkin dia bongkar aib2 ini?ato semua ini cuma untuk mengembalikan nama baiknya aja? saya juga g bela siapa-siapa, yang penting saya cuma berharap yang benar lah yang menang… :)

  12. Saya memilih duduk diam dan tersenyum simpul; hanya mau tahu sampai sejauh mana kehebatan pertentangan antara sesama buaya ;)

  13. Itu makanya saya jarang nonton berita politik. Cuma buat naikin rating program aja kayaknya. jadi inget belajar huruf “R” waktu kecil : “Ular melingkar-lingkar diatas pagar”.

Comments are closed.