Angkat Telepon!

0 menit waktu baca

Kali ini saya ingin menulis tentang perlakuan kita terhadap telepon (Bahasa Inggris: telephone), atau handphone. Perlakuan yang saya maksud di sini adalah perlakuan secara verbal.

Di saat telepon berbunyi, telepon kita perlakukan dengan kata “angkat”. Misalnya, “Tolong angkat teleponnya!”.

Logika saya mengarah kepada gagang teleponnya yang harus diangkat setinggi telinga kita. Okay, masuk di akal saya.

Saya sendiri biasanya memakai kata “jawab” untuk menerima panggilan masuk.

Tapi kata “angkat” jadi tidak tepat di saat kita menyudahi pembicaraan di telepon. Kenapa kita jadi pakai kata “tutup telepon” sebagai lawan kata dari “angkat”?

Misalnya, “Sudah dulu ya, saya turunkan teleponnya”. Kebanyakan orang berkata, “Sudah dulu ya, saya tutup teleponnya”.

Kalau kita mau pakai kata “tutup” untuk mengakhiri hubungan telepon, seharusnya untuk memulainya kita pakai kata “buka”. Iya kan?

Tapi akan menjadi aneh kalau waktu telepon berdering, seseorang berteriak, “Tolong buka teleponnya!!”

Bagaimana menurut anda?

Ini cuma satu bukti lain, bahwa dalam pergaulan, tidak penting apakah penggunaan kata atau istilah dalam bahasa itu benar atau salah, yang penting apakah dapat diterima di dalam kebiasaan yang berlaku.

Maka semuanya pun menjadi lumrah.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2017 Agung Pushandaka

Related Post

11 thoughts on “Angkat Telepon!”

  1. Wadao..
    lalu gimana dounk?
    Sama seperti menjemur pakaian dan “turunkan” jemuran? ga pernah kann??
    paling kalimatnya..

    “Agung… coba angkat dulu tuh jemurannya!!”

    Nah lo….
    .-= Gek´s last blog ..Main bola, yuk? =-.

  2. itulah uniknya bahasa. fungsi bahasa adalah agar kita bisa berkomunikasi. apapun kesepakatan ataupun kebiasaan yang tercipta (sekalipun hanya dalam sekelompok orang tertentu) dalam penggunaan bahasa boleh dibilang tetap bisa dianggap benar, walau secara kaidah bahasa yang baik dapat dianggap salah.

    misal kata “cabut” yang bagi anak “gaul” bisa berarti pergi atau meninggalkan suatu tempat :mrgreen: Karena dah saling paham artinya maka ya dipakai saja, toh sekali lagi fungsi bahasa adalah agar kita dapat berkomunikasi.

    tulisan yang bagus mas :D
    .-= yudi´s last blog ..Hasil undian piala dunia 2010 Brazil masuk grup neraka =-.

  3. kalau dalam bahasa bali lain lagi ya bli gung…

    “Sube jemak telpone?” kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadinya “Sudah diambil telpon nya?”

    Kebiasaan yang membuat kata-kata yang sebenarnya tidap tepat penggunaannya menjadi lumrah dan dianggap tepat oleh sebagian masyarakat…kayaknya gitu..

  4. bukan saja untuk bahasa pergaulan Gung, tapi ada justru bahasa2 resmi yang kadang2 ga nyambung.. conto :
    SMP : Sekolah Menengah Pertama… seharusnya kan jenjang selanjutnya(kalau dilihat dari bahasanya) SMK : Sekolah Menengah Kedua. kenapa kok justru SMA…
    atau kalau misalnya orientasinya dirubah kenapa jenjang sebelum SMA(Sekolah Menegah Atas) bukan SMB : Sekolah Menengah Bawah. Memang lucu…

  5. Iya, saya juga kesel kalo ada yang bilang ‘angkat telponnya donk’ hehehe. Yang sering saya bilang; tolong terima teleponnya donk… :D

Comments are closed.