Tag Archive for 'uang'

Jangan Datang ke Jakarta

Siang itu, saya berjalan agak tergesa di atas jembatan penyeberangan orang Semanggi. Suasana jembatan agak sepi karena mungkin banyak orang yang menghindari aktifitas di luar ruangan selama bulan puasa ini. Saat sedang bergegas mengejar waktu, saya disapa seorang pemuda berpenampilan sederhana, dengan tas punggung menempel erat di badannya. Suaranya memanggil pelan. Saya harus mendekatkan telinga […]

Terima Kasih, Bu Sri.

Sore ini (24/3), saya dan Rebecca serius memilah dan memilih kain batik di sebuah toko pakaian dan bahan batik terkemuka di mal Kota Kasablanka. Setelah beberapa menit melihat-lihat, Rebecca tertarik dengan salah satu bahan batik berwarna pink dan berniat untuk memotretnya. Agak lama Rebecca merogoh ke dalam tas untuk mengambil handphone, tapi ndak ketemu. Setelah […]

Terpaksa Beli Permen

Selama bulan Juni dan setengah bulan Juli kemarin, saya mendapat kesempatan belajar di negeri Sakura, Jepang. Tapi bukan tentang materi pelajaran di kelas yang akan saya tulis, melainkan pengalaman lain selama menetap di sana. Kebetulan selama di Jepang, saya berkesempatan untuk merasakan suasana 3 kota yang berbeda, yaitu Kobe, Kyoto dan Tokyo. Ada satu hal […]

Kenapa Kita Repot?

Saya, menulis ini saat berada di Bali. Iya, saya sedang ditugaskan oleh kantor untuk mengikuti perundingan bilateral Indonesia-Korea, salah satunya adalah tentang investasi. Banyak hal yang dibahas oleh kedua belah pihak untuk mengatur tentang “tata tertib” berinvestasi di kedua negara oleh investor dari masing-masing negara. Hmmm,, sejujurnya saya malas mengikuti perundingan-perundingan seperti ini. Sebab jujur […]

Antara Bodoh dan Serakah..

Sudah dengar berita tentang tertipunya Gayus Tambunan di dalam penjara? Memang sih, siapa pun bisa saja tertipu, apalagi kalau tingkat kecerdasan si korban kalah dengan pelaku. Tapi apa iya, seorang Gayus yang mantan staf Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bisa tertipu dengan cara yang sama sekali jauh dari logika dan cenderung berbau klenik? Tentu ndak layak […]