February 14th, 2012 by Agung Pushandaka
Dalam perjalanan dari hotel menuju Bandara Supadio Pontianak, sopir yang mengantar saya dan rombongan bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung ke negeri tetangga di pulau tersebut. Kurang lebih begini katanya, “Sebelum masuk wilayah negara sebelah, jalanan rusak parah. Ndak hanya berlubang, tapi sudah seperti kolam, luar biasa dalam. Makanya harus memakai mobil-mobil besar. Lewat dari perbatasan, [...]
November 10th, 2011 by Agung Pushandaka
Besok, (11/11) SEA Games akan dimulai secara resmi. Indonesia sebagai negara tuan rumah menghelatnya di 2 kota, Jakarta dan Palembang. Prestasi Indonesia di SEA Games beberapa tahun belakangan ini, semakin turun dan turun. Dulu, Indonesia seperti ndak perlu membanting tulang terlalu keras untuk meraih medali emas. Lawan terberat di Asia Tenggara, Thailand, mudah kita taklukkan. [...]
January 1st, 2011 by Agung Pushandaka
Tahun 2011 sudah membuka pintunya untuk kita lalui mulai hari ini. Kata “kita” saya pakai sebagai makna diri kita masing-masing, selanjutnya sebagai anggota kelompok masyarakat, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dan akhirnya sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita sebagai diri masing-masing, ndak akan saya ulas di sini. Setiap individu punya rencana, cita-cita atau [...]
October 30th, 2010 by Agung Pushandaka
“Mas, berapa sih gaji pemain sepakbola di Indonesia?” tanya Ajeng, adik saya, waktu kami menonton siaran langsung pertandingan Liga Super Indonesia antara Persela Lamongan vs Persema Malang beberapa hari lalu. Pertanyaan itu saya rasa didasari oleh rendahnya kualitas permainan pemain dan kesebelasan yang berlaga di Indonesia. Mungkin Ajeng mengira, kualitas mereka dipengaruhi oleh rendahnya kesejahteraan [...]
September 2nd, 2010 by Agung Pushandaka
Akhirnya, kemarin (1/9) SBY menyampaikan pidatonya mengenai hubungan RI-malaysia yang kembali menghangat karena sengketa perbatasan. Sejujurnya saya kecewa dengan pidatonya, karena cuma mengulang-ulang cerita yang sudah sering saya baca di koran belakangan ini. Instruksi darinya pun cuma berputar-putar di tempat yang sama, seperti penyelesaian secara diplomatis, mendorong malaysia untuk segera berunding, dsb., yang selalu disampaikan [...]