Blog Pushandaka

Habis Baca Terbitlah Nulis

Rokok, Sebuah Dilema..

Bulan ini, ada 2 siaran olahraga internasional yang ditayangkan di tivi. Pertama, semua orang tentu tau, siaran langsung Piala Dunia sepakbola yang lagi digelar di Afrika Selatan sampai bulan Juli nanti. Kedua, siaran langsung bulutangkis Indonesia Open. Keduanya adalah event olahraga favorit di Indonesia. Saya yakin, penonton kedua siaran langsung ini akan banyak banget. Tentu saja hal ini akan menguntungkan pihak stasiun tivi dan pihak sponsor. Cuma sayangnya, sponsor utama kedua tayangan olahraga ini adalah rokok. Anda tentu tau rokok apa yang menjadi sponsor tayangan Piala Dunia sepakbola dengan motto Intersport Pria Punya Selera. Begitu juga dengan sponsor tayangan dan turnamen bulutangkis yang bertajuk Djarum Indonesia Open. Rokok, lawan atau kawan?

Tanah Air Beta??

Setelah sekian lama menolak untuk menonton film Indonesia di bioskop, kemarin saya dengan tulus dan suka cita pergi ke Empire XXI Jogja bersama Rini, pacar saya, untuk menonton film Tanah Air Beta. Sejak saya tonton Kick! Andy yang membicarakan tentang film ini, saya merasa film ini akan lebih meng-Indonesia. Iya, saya selalu merasa film-film Indonesia sebelumnya blum bisa melepaskan diri dari bau/aroma Hollywood. Baik itu dari jalan ceritanya, gaya percintaannya, dialognya, dsb., masih bercita rasa Hollywood. Nah, daripada saya menonton film yang berbau Hollywood, lebih baik saya menonton film bikinan Hollywood sekalian. Hehe..

Tour de East Java

Sambil menunggu siaran langsung sepakbola Kamerun vs Denmark tadi malam (Minggu, 20/6), saya melihat sebuah liputan olah raga di TVOne. Saat itu ada sebuah event reli sepeda bertajuk Tour de East Java. Kalau dilihat dari namanya, maka kegiatan yang berskala internasional ini digelar di Jawa Timur. Tapi, saya bukanlah penggemar turnamen ini. Saya cuma tertarik dengan nama perhelatan itu. Tour de East Java cukup mengganggu di benak saya. Setelah saya lihat-lihat di internet, ternyata ada juga event sejenis yang diadakan di lain tempat di Indonesia, seperti Tour de Indonesia dan Tour de Singkarak. Semuanya adalah event reli sepeda yang diadakan di Indonesia. Tapi kok namanya ndak Indonesia?

Mereka Cuma Mau Berpesta!

Siang kemarin, untuk melepas penat, saya memutuskan untuk bersepeda motor menyusuri jalanan di sekitar rumah. Ndak perlu jauh pergi dari rumah, saya melihat sebuah bendera Belanda berukuran super-besar berkibar dengan gagahnya di sebuah sudut jalan. Saya segera mengerti, hal ini adalah ekspresi antusiasme si pengibar bendera, atas berlangsungnya Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Sebelumnya saya cuma tau, antusiasme semacam ini terjadi di daerah wisata seperti Kuta dan sekitarnya yang banyak dihuni oleh warga negara peserta Piala Dunia. Sempat terbersit pertanyaan di otak, apa yang akan terjadi andai bendera itu berkibar pada sekitar tahun 1945? Mungkin peristiwa Hotel Oranje di Surabaya 1945 bisa terulang di Denpasar.