Archive Page 2

Sekilas Abu Dhabi..

Beberapa hari kemarin, saya beruntung bisa berkunjung lagi ke Abu Dhabi, salah satu kota di Uni Emirat Arab. Kunjungan kali ini adalah kunjungan kedua saya, yang mana kunjungan pertama saya adalah pada bulan Desember tahun lalu. Kunjungan kali ini bukanlah kunjungan yang mudah sebenarnya. Soalnya, pada bulan ini, Abu Dhabi sedang melewati musim panas. Musim panas di kota ini benar-benar panas. Sehari-hari, temperatur udara di Abu Dhabi berkisar antara 35-45 derajat celsius. Tentu ini bukanlah cuaca yang bersahabat untuk saya, yang biasa hidup di wilayah tropis dengan temperatur antara 26-34 derajat celsius. Berbeda dengan kunjungan pertama saya, dimana Abu Dhabi sedang bermusim dingin. Temperatur masih lebih bersahabat untuk tubuh saya walaupun angin yang berhembus cukup dingin menusuk tulang. Tapi, bukan cuma tentang cuaca yang ingin saya tulis di sini. Saya lebih tertarik untuk menulis tentang sekilas kehidupan sehari-hari di Abu Dhabi yang saya lihat dan dengar sendiri dari mereka yang menetap di kota ini atau dari adik saya, Ajeng Pritiningdyah, yang pernah menetap dan bekerja di sini. Continue reading ‘Sekilas Abu Dhabi..’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Kenapa Kita Repot?

Saya, menulis ini saat berada di Bali. Iya, saya sedang ditugaskan oleh kantor untuk mengikuti perundingan bilateral Indonesia-Korea, salah satunya adalah tentang investasi. Banyak hal yang dibahas oleh kedua belah pihak untuk mengatur tentang “tata tertib” berinvestasi di kedua negara oleh investor dari masing-masing negara. Hmmm,, sejujurnya saya malas mengikuti perundingan-perundingan seperti ini. Sebab jujur saja, selain saya memang seringkali merasa bosan dan mengantuk dengan kegiatan-kegiatan rapat semacam ini, saya juga ndak melihat banyak keuntungan dengan adanya perjanjian kerjasama di bidang investasi semacam ini bagi negara kita. Saya kadang merasa, kita ini punya hampir semua yang dibutuhkan oleh negara lain di dunia. Tapi, kita seperti negara yang ndak punya apa-apa. Bisa menangkap maksud saya? Continue reading ‘Kenapa Kita Repot?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

No English,, No Fb,,

Hari ini, Sabtu, 8 Juni, adalah hari yang saya harapkan bisa menyenangkan untuk saya. Kenapa? Sebab untuk pertama kalinya saya mengujungi negeri tirai bambu, Cina. Iya, saya berada di sini setelah terpilih untuk mengikuti seminar yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan Cina selama 3 minggu, sejak hari ini sampai akhir bulan nanti. Tapi, apa yang saya temui di hari pertama ndak terlalu menyenangkan sebagaimana yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak kendala yang menyulitkan adaptasi saya di hari pertama. Continue reading ‘No English,, No Fb,,’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Kontroversi Fotocopy E-KTP

Belakangan di internet, juga di status facebook atau twitter teman-teman, saya sadar ada ribut-ribut tentang fotocopy e-KTP. Katanya, masyarakat dilarang memfotocopy e-KTP yang dapat menyebabkan chip yang ditanam dalam e-KTP bisa rusak dan si pemilik harus membuat baru lagi. Masyarakat pun ribut. Mereka bilang, bagaimana mungkin e-KTP ndak boleh difotocopy, sementara banyak urusan administrasi membutuhkan fotocopy e-KTP/KTP. Iya saya mengerti, jangankan urusan penting, sekedar check-in di hotel pun, pihak hotel pinjam KTP untuk difotocopy. Tapi, setelah saya baca Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) yang mengatur tentang ini, saya baru mengerti, masyarakat salah kaprah. Continue reading ‘Kontroversi Fotocopy E-KTP’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Kenapa Kuta Murah?

Saya sempat membaca di akun twitter Balebengong yang pada intinya mengabarkan bahwa ada keresahan penduduk Kuta tentang keadaan desa mereka. Di sana disebutkan ada 7 butir tuntutan yang dibacakan oleh salah seorang pemuda lokal di hadapan Gubernur Bali. Dari 7 tuntuan tersebut, saya tertarik pada butir ke-4.  Pokok dari butir ke-4 adalah adanya filter terhadap wisatawan yang hadir, agar Kuta ndak nampak murahan. Sulit! Tentu saja sulit untuk membuat batasan siapa saja yang boleh datang ke Kuta. Apakah orang yang datang ke Kuta harus punya banyak uang? Kalau begitu, mungkin warga Kuta lebih senang Djoko Susilo yang datang untuk menghabiskan miliaran uang hasil korupsinya. Atau wisatawan yang datang ke Kuta adalah mereka yang lulusan S2 atau Master? Ini bukan salah orang yang datang, tapi salah Kuta sendiri sehingga Kuta jadi terkesan ‘murah’ di mata wisatawan.

Continue reading ‘Kenapa Kuta Murah?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka