Archive Page 2

Taksi Maunya Apa?

Hari ini (22/3) Jakarta bergejolak lagi. Aksi demonstrasi dan mogok kerja dilakukan para sopir perusahaan taksi. Mereka melakukan aksi blokade jalan, sweeping sopir taksi lain yang masih beroperasi, bahkan sampai mengusir para penumpang dan melakukan perusakan terhadap armada taksi yang menolak ikut serta aksi mereka.

Mereka melakukan aksi hari ini dilatarbelakangi oleh beroperasinya Uber dan Grab dengan berbagai alasan. Ada sebagian mereka yang bilang, Uber dan Grab adalah perusahaan taksi liar karena berplat hitam. Ada juga yang bilang, kehadiran mereka menghambat rejeki sopir taksi konvensional. Ada juga yang meminta, aplikasi online di bidang usaha transportasi umum harus ditutup.

Sebenarnya, apa sih yang mereka permasalahkan?
Continue reading ‘Taksi Maunya Apa?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Saya Ndak Akan Dukung Ahok!

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta baru akan dilaksanakan pada tahun 2017. Masyarakat Jakarta sudah mulai dihebohkan dengan manuver pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut akan menjadi kandidat calon gubernur Jakarta. Begitu juga Ahok, gubernur Jakarta sekarang. Dia sudah menyatakan diri akan maju kembali menjadi calon gubernur melalui jalur independen. Ya, silakan saja.

Jujur, saya ndak akan mendukung Ahok menjadi gubernur Jakarta selanjutnya. Saya harus fair menilainya. Dia janji Jakarta akan bebas macet, mana? Jakarta masih macet. Bahkan di hari-hari tertentu, warga Jakarta seperti memarkirkan mobilnya di tengah jalan. Jakarta bebas banjir? Di beberapa titik masih ada banjir. Okelah, banjir itu cepat surut, tapi tetap banjir, kan? Jadi buat apa saya mendukung Ahok yang jelas blum bisa membuktikan janjinya? Continue reading ‘Saya Ndak Akan Dukung Ahok!’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Mereka yang Menjadi Korban

Kemarin (19/1) saya menonton berita pengusiran oleh masyarakat di Mempawah, Kalimantan Barat, terhadap warga yang diduga adalah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut berita, warga yang diusir sudah menetap di Mempawah cukup lama. Jumlah mereka pun ndak bisa dikatakan sedikit, sekitar 1000 orang. Saya tonton di televisi, sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak. Mereka harus dikawal oleh aparat keamanan keluar dari tempat tinggal mereka yang dirusak dan dibakar oleh masyarakat yang menolak kehadiran mereka, menuju bus yang akan membawa mereka ke Pontianak, di tengah hujan deras.

Saya mengerti kemarahan masyarakat terhadap mereka yang diduga anggota Gafatar, tapi menurut saya ndak perlu mengamuk kepada mereka. Continue reading ‘Mereka yang Menjadi Korban’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena dianggap mencurigakan. Bum! Meledaklah bom di pos polisi. Blum cukup membunuh dengan bom, pelaku lainnya mengeluarkan senjata dan menembakkan pelurunya ke arah polisi dan warga sipil. Korban tewas dari golongan sipil berjumlah 2 orang. Suasana di sekitar lokasi cukup menegangkan, tapi Jakarta tidak pernah (benar-benar) takut. Continue reading ‘Kami Tak Pernah Takut’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Belajar dari Poldi

Saya pernah punya anjing peliharaan. Saya beri nama Poldi. Anjing rottweiller itu saya beli karena permintaan adik saya yang iba saat melihat anjing tersebut dikurung dalam kandang sempit di sebuah pet shop di Denpasar. Saat saya membelinya dengan harga murah, kondisinya sangat memprihatinkan. Badannya kurus, jalannya pincang dan seperti ndak terawat baik. Saat saya minta kartu dokternya, si penjual ndak bisa menunjukkannya. Saya memutuskan untuk membelinya setelah si anjing mendatangi dan menjilati tangan saya, begitu dibebaskan dari kandangnya.

Sampai di rumah, Poldi – tadinya diberi nama Rocky oleh pemilik sebelumnya – ternyata juga mencret. Tindakan pertama yang saya lakukan adalah memberinya air minum yang banyak. Benar, begitu air minum saya sodorkan ke hadapannya, Poldi langsung minum banyak. Mungkin itu gambaran sekilas mengenai Poldi. Kali ini saya mau berbagi cerita mengenai hal mengagumkan yang patut saya contoh dari Poldi, seekor anjing peliharaan. Continue reading ‘Belajar dari Poldi’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka