<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Blog Pushandaka</title>
	<atom:link href="http://pushandaka.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pushandaka.com</link>
	<description>Habis Baca Terbitlah Nulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 07:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Saat Nakal Menjadi Kriminal by Agung Pushandaka</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/02/saat-nakal-menjadi-kriminal.html#comment-5892</link>
		<dc:creator>Agung Pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 07:51:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2258#comment-5892</guid>
		<description>Kayanya sulit. Kalau kasus yang anda bilang di atas, tindakan orang tuanya telah menyebabkan berkurangnya kesehatan si anak. Si anak murni sebagai korban. Sementara kasus yang kebanyakan terjadi belakangan, si anak/remaja menjadi pelaku tanpa ada suruhan orang dewasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kayanya sulit. Kalau kasus yang anda bilang di atas, tindakan orang tuanya telah menyebabkan berkurangnya kesehatan si anak. Si anak murni sebagai korban. Sementara kasus yang kebanyakan terjadi belakangan, si anak/remaja menjadi pelaku tanpa ada suruhan orang dewasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Saat Nakal Menjadi Kriminal by imadewira</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/02/saat-nakal-menjadi-kriminal.html#comment-5885</link>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 01:30:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2258#comment-5885</guid>
		<description>Saya setuju bila kejadian yang terekam video itu merupakan sebuah &quot;hasil&quot; dari sekian banyak sebab. Kita tidak bisa menyalahkan langsung pelaku begitu saja, ada banyak faktor lain yang mungkin bisa kita pertimbangkan, khususnya tentang lingkungan dan pendidikan remaja itu dari kecil hingga sekarang.

Betul juga tentang kejadian seperti ini sudah ada sejak dulu, cuma baru jaman sekarang ada fasilitas untuk merekam. Disamping itu derasnya informasi yang kita terima tanpa disaring dengan baik ikut menjadi penyebab perubahan prilaku.

Saya sendiri ketika SD, SMP, SMA beberapa kali melihat perkelahian diantara teman-teman, bahkan ada yang sampai berdarah-darah. Tapi ya begitulah, tidak sampai ada yang dimejahijaukan. Hampir semua berakhir damai. Itu jaman labil.

Sekarang menjadi tugas kita semua yang merasa diri sudah tidak labil lagi untuk ikut berperan serta mengawasi, mendidik dan juga memberi contoh yang baik bagi anak, adik saudara yang semua yang kita anggap masih labil itu. Bisa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju bila kejadian yang terekam video itu merupakan sebuah &#8220;hasil&#8221; dari sekian banyak sebab. Kita tidak bisa menyalahkan langsung pelaku begitu saja, ada banyak faktor lain yang mungkin bisa kita pertimbangkan, khususnya tentang lingkungan dan pendidikan remaja itu dari kecil hingga sekarang.</p>
<p>Betul juga tentang kejadian seperti ini sudah ada sejak dulu, cuma baru jaman sekarang ada fasilitas untuk merekam. Disamping itu derasnya informasi yang kita terima tanpa disaring dengan baik ikut menjadi penyebab perubahan prilaku.</p>
<p>Saya sendiri ketika SD, SMP, SMA beberapa kali melihat perkelahian diantara teman-teman, bahkan ada yang sampai berdarah-darah. Tapi ya begitulah, tidak sampai ada yang dimejahijaukan. Hampir semua berakhir damai. Itu jaman labil.</p>
<p>Sekarang menjadi tugas kita semua yang merasa diri sudah tidak labil lagi untuk ikut berperan serta mengawasi, mendidik dan juga memberi contoh yang baik bagi anak, adik saudara yang semua yang kita anggap masih labil itu. Bisa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Saat Nakal Menjadi Kriminal by Cahya</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/02/saat-nakal-menjadi-kriminal.html#comment-5878</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 15:13:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2258#comment-5878</guid>
		<description>Mas Pushandaka,

Saya pernah nonton berita bahwa di luar negeri ada orang tua yang disidangkan karena lalai membuat anaknya menjadi obesitas, pengadilan mencabut hak-nya sebagai orang tua karena tidak mampu membesarkan anaknya dengan baik selayaknya orang tua.

Kadang saya ingin tahu, apa kasus-kasus seperti ini mungkin muncul di negeri ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Pushandaka,</p>
<p>Saya pernah nonton berita bahwa di luar negeri ada orang tua yang disidangkan karena lalai membuat anaknya menjadi obesitas, pengadilan mencabut hak-nya sebagai orang tua karena tidak mampu membesarkan anaknya dengan baik selayaknya orang tua.</p>
<p>Kadang saya ingin tahu, apa kasus-kasus seperti ini mungkin muncul di negeri ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Saat Nakal Menjadi Kriminal by Agung Pushandaka</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/02/saat-nakal-menjadi-kriminal.html#comment-5872</link>
		<dc:creator>Agung Pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 08:01:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2258#comment-5872</guid>
		<description>Yang salah siapa? Pertanyaan yang menarik dan juga tercetus di otak saya.

Saya pengen sebenarnya mengalihkan tanggung jawab si anak/remaja kepada orang dewasa yang mengawasinya. Misalnya, remaja penabrak belasan orang di Makassar, atas kejadian itu maka orang tuanyalah yang dihukum atas dasar kelalaian. Sekaligus itu juga hukuman dan pelajaran utk si remaja, yaitu melihat orang tuanya dihukum secara pidana karena tindakan nakalnya.

Tapi saya rasa itu juga ndak sepenuhnya adil utk si dewasa dan menambah beban si dewasa di jaman yang berat ini. Walaupun seharusnya mereka sudah siap dengan konsekuensi dan tanggung jawab saat memiliki anak berusia remaja.

Terima kasih Mas Cahya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang salah siapa? Pertanyaan yang menarik dan juga tercetus di otak saya.</p>
<p>Saya pengen sebenarnya mengalihkan tanggung jawab si anak/remaja kepada orang dewasa yang mengawasinya. Misalnya, remaja penabrak belasan orang di Makassar, atas kejadian itu maka orang tuanyalah yang dihukum atas dasar kelalaian. Sekaligus itu juga hukuman dan pelajaran utk si remaja, yaitu melihat orang tuanya dihukum secara pidana karena tindakan nakalnya.</p>
<p>Tapi saya rasa itu juga ndak sepenuhnya adil utk si dewasa dan menambah beban si dewasa di jaman yang berat ini. Walaupun seharusnya mereka sudah siap dengan konsekuensi dan tanggung jawab saat memiliki anak berusia remaja.</p>
<p>Terima kasih Mas Cahya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Saat Nakal Menjadi Kriminal by Cahya</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/02/saat-nakal-menjadi-kriminal.html#comment-5871</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:40:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2258#comment-5871</guid>
		<description>Zaman sekarang, entah kenapa kesannya kok susah ya jadi orang tua. Ada yang ndak mau repot mendengar rengekan anak, dari kecil sudah ini langsung dikasih, itu dikasih, anak yang merengek/memaksa di warung langsung dibelikan camilan agar diam.

Mungkin anak-anak yang merasa dari kecil bisa mendapatkan &quot;sesuatu yang menyenangkan&quot; dengan mudah, akan merasa tidak keliru jika ia memaksakan kehendaknya untuk sesuatu yang ia pikir bisa memuaskannya. Apalagi kalau orang tua keduanya sibuk, ndak sempat memikirkan perkembangan anak, perlu apa-apa semuanya diganti dengan materi yang seketika.

Anak yang dididik dengan baik saja kadang masih melakukan kenakalan, apalagi anak yang dibiarkan. Jadi kadang jika anak melakukan kenakalan hingga tindak kriminal, yang salah siapa? - Saya jadi sering bingung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Zaman sekarang, entah kenapa kesannya kok susah ya jadi orang tua. Ada yang ndak mau repot mendengar rengekan anak, dari kecil sudah ini langsung dikasih, itu dikasih, anak yang merengek/memaksa di warung langsung dibelikan camilan agar diam.</p>
<p>Mungkin anak-anak yang merasa dari kecil bisa mendapatkan &#8220;sesuatu yang menyenangkan&#8221; dengan mudah, akan merasa tidak keliru jika ia memaksakan kehendaknya untuk sesuatu yang ia pikir bisa memuaskannya. Apalagi kalau orang tua keduanya sibuk, ndak sempat memikirkan perkembangan anak, perlu apa-apa semuanya diganti dengan materi yang seketika.</p>
<p>Anak yang dididik dengan baik saja kadang masih melakukan kenakalan, apalagi anak yang dibiarkan. Jadi kadang jika anak melakukan kenakalan hingga tindak kriminal, yang salah siapa? &#8211; Saya jadi sering bingung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Saya Menolak Esemka by rumah kOpi</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/01/saya-menolak-esemka.html#comment-5843</link>
		<dc:creator>rumah kOpi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 13:43:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2235#comment-5843</guid>
		<description>esemka tampaknya trend sesaat gan. sekarang aja udah gak terdengar lagi namanya :D

mungkin nanti muncul lagi, sebelum pemilu 2014 ;p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>esemka tampaknya trend sesaat gan. sekarang aja udah gak terdengar lagi namanya <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mungkin nanti muncul lagi, sebelum pemilu 2014 ;p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

