<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Blog Pushandaka</title>
	<atom:link href="http://pushandaka.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pushandaka.com</link>
	<description>Habis Baca Terbitlah Nulis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 15:29:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by Nandar</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6722</link>
		<dc:creator>Nandar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 15:29:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6722</guid>
		<description>Sebenarnya di Indonesia mendirikan tempat ibadah minoritas masih lebih mudah dibandingkan di negara lain. Kalo di Eropa untuk mendirikan mesjid saja bisa bertahun-tahun baru bisa dapat izin. Di Amerika juga begitu.

Mendirikan tempat ibadah memang harus ada izinnya agar tidak sembarangan mendirikan tempat ibadah. Kalo enggak ada izinnya entar bisa ada banyak rumah ibadah. Mendirikan tempat yang bukan tempat ibadah saja juga harus berizin. Umat Islam juga sulit untuk mendirikan mesjid di daerah minoritas seperti manokwari,dan bali. Tapi beritanya memang tidak dibesar-besarkan.

Di daerah saya sendiri yang mayoritas Islam ada juga gereja tapi tidak dilarang dan baik-baik saja. Tapi hal itu tidak dibesar-besarkan media.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya di Indonesia mendirikan tempat ibadah minoritas masih lebih mudah dibandingkan di negara lain. Kalo di Eropa untuk mendirikan mesjid saja bisa bertahun-tahun baru bisa dapat izin. Di Amerika juga begitu.</p>
<p>Mendirikan tempat ibadah memang harus ada izinnya agar tidak sembarangan mendirikan tempat ibadah. Kalo enggak ada izinnya entar bisa ada banyak rumah ibadah. Mendirikan tempat yang bukan tempat ibadah saja juga harus berizin. Umat Islam juga sulit untuk mendirikan mesjid di daerah minoritas seperti manokwari,dan bali. Tapi beritanya memang tidak dibesar-besarkan.</p>
<p>Di daerah saya sendiri yang mayoritas Islam ada juga gereja tapi tidak dilarang dan baik-baik saja. Tapi hal itu tidak dibesar-besarkan media.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by Richard</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6721</link>
		<dc:creator>Richard</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 06:28:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6721</guid>
		<description>Saya seorang pemuda asli NTT. Melihat maraknya hal &quot;begini&quot;, memang rasanya miris hati untuk hidup dengan semua keadaan ini di negeri yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika.

Namun demikian, saya melihat dengan obyektif mungkin saja persoalan ini bisa terjadi karena begitu banyak pendirian maupun ijin pendirian gereja yang di tolak di berbagai tempat karena berbagai alasan. Bahkan tidak sedikit tindakan anarkis yang dialami oleh pihak gereja yang sering kita lihat di berbagai media (televisi, koran, blog, forum dll).

Jadi mungkin saja tindakan yang diambil oleh forum tersebut merupakan suatu upaya untuk &quot;menuntut balik&quot; kepada pihak-pihak &quot;berwenang&quot; dalam ijin pembangunan tempat ibadah agar berlaku ADIL dalam pemberian ijin pembangunan tempat ibadah. Jangan sampai rakyat dihadapkan secara langsung dengan hal-hal yang begini, karena sudah pasti tidak bagus.

Sebaiknya pemerintah juga &quot;belajar&quot; berlaku adil dalam menerbitkan perijinan pembangunan tempat ibadah.

Pada intinya, Indonesia harus tetap bersatu walaupun Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki begitu banyak perbedaan cara hidup.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang pemuda asli NTT. Melihat maraknya hal &#8220;begini&#8221;, memang rasanya miris hati untuk hidup dengan semua keadaan ini di negeri yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika.</p>
<p>Namun demikian, saya melihat dengan obyektif mungkin saja persoalan ini bisa terjadi karena begitu banyak pendirian maupun ijin pendirian gereja yang di tolak di berbagai tempat karena berbagai alasan. Bahkan tidak sedikit tindakan anarkis yang dialami oleh pihak gereja yang sering kita lihat di berbagai media (televisi, koran, blog, forum dll).</p>
<p>Jadi mungkin saja tindakan yang diambil oleh forum tersebut merupakan suatu upaya untuk &#8220;menuntut balik&#8221; kepada pihak-pihak &#8220;berwenang&#8221; dalam ijin pembangunan tempat ibadah agar berlaku ADIL dalam pemberian ijin pembangunan tempat ibadah. Jangan sampai rakyat dihadapkan secara langsung dengan hal-hal yang begini, karena sudah pasti tidak bagus.</p>
<p>Sebaiknya pemerintah juga &#8220;belajar&#8221; berlaku adil dalam menerbitkan perijinan pembangunan tempat ibadah.</p>
<p>Pada intinya, Indonesia harus tetap bersatu walaupun Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki begitu banyak perbedaan cara hidup.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by penuliscemen</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6720</link>
		<dc:creator>penuliscemen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 05:16:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6720</guid>
		<description>kalau dipikir-pikir bobrok juga yak negeri kita. Tempat ibadah perlu ijin, lah tempat prostitusi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau dipikir-pikir bobrok juga yak negeri kita. Tempat ibadah perlu ijin, lah tempat prostitusi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by indobrad</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6719</link>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 11:34:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6719</guid>
		<description>situasi yang kompleks. kalau sudah begini, saya cuma bisa membatin: tempat ibadah bukan semata-mata gedungnya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>situasi yang kompleks. kalau sudah begini, saya cuma bisa membatin: tempat ibadah bukan semata-mata gedungnya <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by imadewira</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6717</link>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 01:53:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6717</guid>
		<description>Mungkin mereka takut kalau disana didirikan tempat ibadah maka semua orang akan pindah ke agama tersebut dan yang menolak tempat ibadah itu jadi ndak punya temen yang seagama dengan dia. Ah, ribet sekali pemikiran mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin mereka takut kalau disana didirikan tempat ibadah maka semua orang akan pindah ke agama tersebut dan yang menolak tempat ibadah itu jadi ndak punya temen yang seagama dengan dia. Ah, ribet sekali pemikiran mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menolak Tempat Ibadah by Agus Lenyot</title>
		<link>http://pushandaka.com/2012/05/menolak-tempat-ibadah.html#comment-6716</link>
		<dc:creator>Agus Lenyot</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 03:32:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pushandaka.com/?p=2295#comment-6716</guid>
		<description>Barangkali bagi sebagian orang tempat ibadah menjadi representasi perasaan berkuasa. Merasa superior :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali bagi sebagian orang tempat ibadah menjadi representasi perasaan berkuasa. Merasa superior <img src='http://pushandaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

