Archive for the 'Tempo Doeloe' Category

Ternyata TV Pernah Menyenangkan Banget

Kemarin, secara ndak sengaja tercetus di otak saya untuk mengunduh beberapa lagu dari internet. Tapi, saya ndak berniat mencari lagu-lagu yang sedang gencar diputar di radio dan ditayangkan di tivi. Saya mencari-cari lagu tema serial tivi kegemaran saya dulu. Beberapa lagu bisa saya dapatkan, dan terasa menyenangkan banget waktu saya mendengarnya kembali. Ada lagu tema serial Charlie’s Angels, Quantum Leap, The A Team, Miami Vice, The Knight Rider, S.W.A.T dan masih banyak lagi. Tapi, ndak cuma kesenangan yang saya dapat, tapi juga rasa sedih dan kangen berat. Iya, saya jadi kangen untuk bisa menonton lagi serial-serial itu di tivi.

Tidur Berselimut Sejarah

Surabaya, 27 Mei 2009. Saya sampai di lobby Hotel Majapahit setelah menempuh perjalanan yang krodit dan penuh polusi dari bandara Juanda, Surabaya. Nyaris ndak ada perbedaan antara hotel ini dibandingkan hotel lain yang pernah saya datangi. Semua nyaris sama. Tapi kemudian di belakang meja penerima tamu, terpampang sebuah foto besar karya Kurkdjian dengan judul Oranje Hotel, Soerabaja.

“Apa hubungan hotel ini dengan Hotel Oranje?” tanya saya ke salah satu mbak cantik yang ada di seberang meja keesokan harinya. Maka beginilah ceritanya..

My Superhero

Sejak kecil, saya dibiasakan membaca oleh orang tua saya, terutama ibu. Sejak itu juga, saya menggemari komik pewayangan bikinan R. A. Kosasih. Maka, ndak heran saya pun menggemari tokoh-tokoh pewayangan yang diceritakan di dalamnya. Gatotkaca, akhirnya saya pilih menjadi jagoan idola saya. Kuat, gagah, dan bisa terbang adalah alasan saya waktu itu setiap ditanya kenapa saya mengidolai putra sang Bima itu.

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2014 Agung Pushandaka

Kangen Gelora Dewata

Beberapa hari lalu, saya menonton pertandingan antara Persija Jakarta vs PSM Makassar di tivi. Seru banget, gol penyama kedudukan terjadi di injury time. Ndak tau kenapa, setelah pertandingan berakhir, muncul rasa kangen di benak saya menikmati suasana hiruk pikuk yang sesungguhnya saat kita menonton pertandingan sepakbola di stadion.

Kenapa Harus Nyepi??

Tanggal 26 Maret 2009 ini, semua orang di Bali ikut merayakan pergantian tahun Caka (bacanya : Saka) dengan menyepi. Orang awam cuma tau, kalau perayaan Nyepi di Bali itu ndak boleh keluar rumah dan ndak boleh menyalakan lampu. Saya ndak akan menyalahkan pendapat itu, karena saya merasa memang seperti itu faktanya. Di luar 2 hal tadi, sebenarnya ada juga pantangan ndak boleh bekerja dan ndak boleh menikmati hiburan. Tapi yang 2 terakhir, sekarang ini bisa dinikmati di dalam rumah. Jaman internet gitu kan, hiburan bisa didapat di mana saja, bahkan di dalam kamar mandi! Hehe!

Ndak ada yang baru di perayaan Nyepi tahun ini, kecuali himbauan untuk ndak mengadakan pawai ogoh-ogoh di daerah Metro Denpasar, dan larangan beroperasinya tempat hiburan selama sehari penuh saat Nyepi di Kota Tangerang. Selebihnya, sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tapi jujur, saya jadi bertanya-tanya, kenapa harus menyepi untuk merayakan pergantian tahun Saka? Apa yang jadi latar belakang perayaan dengan cara “nyeleneh” seperti ini? Setelah buka-buka beberapa situs yang menjanjikan informasi tentang Nyepi, saya cuma dapat 2 versi cerita yang hampir seragam. Lanjutin Baca…