July 14th, 2010 by Agung Pushandaka
Setelah seminggu ndak bisa melakukan aktifitas blogging dan sejenisnya karena ada masalah teknis yang ndak saya mengerti, baru sekarang saya bisa menyentuh rumah maya saya lagi. Sebagai tulisan pemanasan, saya pengen tulis tentang tivi. Iya, saya tertarik untuk bernostalgia tentang program acara kuis/permainan yang dulu marak di layar tivi. Kebetulan, sekarang di RCTI beberapa kuis jadul itu dimainkan kembali dengan gaya dan presenter baru. Kuis-kuis yang ditayangkan kembali itu antara lain adalah Taktik Boom, yang dulu dibawakan oleh Dede Yusuf sekarang dikawal oleh Charles Sirait. Ada juga kuis Apa Ini Apa Itu yang dulu jadi tontonan wajib saya sepulang sekolah, kini dibawakan oleh Olga Syahputra menggantikan peran Jeffry Waworuntu. Ada juga Family 100 yang tayang kembali dengan nama Super Family.
…
April 8th, 2010 by Agung Pushandaka
Satu lagi berita menyedihkan yang saya baca hari ini tentang dunia pertelevisian kita. Tivi, yang belakangan saya rasa semakin meninggalkan fungsi edukasi, semakin ndak jelas lagi tujuannya. Setelah bertahun-tahun ini selalu dengan bangga menayangkan program sinetron yang sama sekali ndak berbudaya Nusantara, ditambah lagi dengan program reality show yang ndak mendidik, juga program-program berita yang cenderung provokatif dan kualitas presenter yang jauh dari memuaskan, hari ini di sini, TVOne ketauan mengadakan sebuah interview palsu. Apa maksudnya ini?
…
November 15th, 2009 by Agung Pushandaka
Sekedar mengisi hari Minggu yang luang, saya lihat-lihat file berita di website Metro TV. Ada satu berita yang menarik untuk saya, yaitu berita tentang kericuhan rapat kerja antara Komisi III DPR dengan LSM anti korupsi, Kompak. Sebenarnya ini berita sudah agak basi, tapi saya blum pernah lihat kejadiannya. Saya cuma pernah lihat talkshow tentang itu di TVone.
Cuma sayangnya, dalam talkshow di TVone itu ndak ada yang namanya berbincang-bincang. Wakil dari Kompak, berbicara terus, sementara di sisi lain dia meminta pendapat anggota parlemen yang hadir tentang kasus Chandra-Bibit. Yang anehnya, berkali-kali wakil Kompak itu bilang, “Perbedaan pendapat itu hal lumrah dalam sebuah diskusi/debat”. Saya setuju itu, tapi yang saya kurang setuju adalah cara menyampaikan pendapat itu sendiri.
…
October 25th, 2009 by Agung Pushandaka
Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah tayangan tivi, seorang anggota parlemen diwawancarai oleh seorang reporter mengenai pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung dewan. Sang legislator pun berusaha menjawab dengan nada bicara yang elegan walaupun jelas banget dibuat-buat. Ndak tertarik dengan komentarnya yang standar dan umum banget, saya pun mematikan tivi.
…
October 6th, 2009 by Agung Pushandaka
Ikut menyimak bursa pertarungan ketua umum partai golkar belakangan ini? Di sana ada ‘orang-orang besar’ yang memperebutkan kursi tertinggi di partai beringin itu selepas lengsernya jusuf kalla. Mereka antara lain, surya paloh, aburizal bakrie, dan hutomo mandala putra. Ketiga calon itu dilengkapi oleh underdog, yuddy chrisnandi. Yah, yang namanya politikus, ndak jelas siapa yang bisa dipegang omongannya. Masing-masing calon mengklaim memperoleh dukungan di atas 50% dari total suara pemilih. Untuk masalah itu, saya sih akan menunggu saja hasil pemilihannya nanti.
…