Archive for the 'Televisi' Category

Bosan Dengan Jokowi

Jakarta punya gubernur baru, namanya Joko Widodo, biasa dipanggil Jokowi. Pernah jadi walikota Solo selama 2 periode dengan prestasi yang sangat menonjol. Dia dicintai rakyatnya juga (konon) dihormati bawahannya. Sempat bermasalah dengan gubernur Jawa Tengah terkait rencana pembangunan mall di bekas pabrik es Saripetojo, Solo, tapi ndak mengurangi sikap rendah hati dan hormatnya kepada Bibit Waluyo, gubernur Jawa Tengah, melalui bahasa tubuhnya saat cium tangan Pak Bibit saat mereka bertemu di Solo, bahkan setelah mereka “sederajat” sama-sama menjabat sebagai gubernur. Di Jakarta, Jokowi ndak berubah. Dia masih melakukan inspeksi ke kampung-kampung, bertemu dengan masyarakatnya, bertemu dengan jajarannya, untuk mencari dan menemukan solusi masalah yang terjadi. Tapi saya bosan!

Continue reading ‘Bosan Dengan Jokowi’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2012 Agung Pushandaka

Nostalgia di Tivi

Setelah seminggu ndak bisa melakukan aktifitas blogging dan sejenisnya karena ada masalah teknis yang ndak saya mengerti, baru sekarang saya bisa menyentuh rumah maya saya lagi. Sebagai tulisan pemanasan, saya pengen tulis tentang tivi. Iya, saya tertarik untuk bernostalgia tentang program acara kuis/permainan yang dulu marak di layar tivi. Kebetulan, sekarang di RCTI beberapa kuis jadul itu dimainkan kembali dengan gaya dan presenter baru. Kuis-kuis yang ditayangkan kembali itu antara lain adalah Taktik Boom, yang dulu dibawakan oleh Dede Yusuf sekarang dikawal oleh Charles Sirait. Ada juga kuis Apa Ini Apa Itu yang dulu jadi tontonan wajib saya sepulang sekolah, kini dibawakan oleh Olga Syahputra menggantikan peran Jeffry Waworuntu. Ada juga Family 100 yang tayang kembali dengan nama Super Family.

Interview Palsu di TVOne

Satu lagi berita menyedihkan yang saya baca hari ini tentang dunia pertelevisian kita. Tivi, yang belakangan saya rasa semakin meninggalkan fungsi edukasi, semakin ndak jelas lagi tujuannya. Setelah bertahun-tahun ini selalu dengan bangga menayangkan program sinetron yang sama sekali ndak berbudaya Nusantara, ditambah lagi dengan program reality show yang ndak mendidik, juga program-program berita yang cenderung provokatif dan kualitas presenter yang jauh dari memuaskan, hari ini di sini, TVOne ketauan mengadakan sebuah interview palsu. Apa maksudnya ini?

Berdebat yang Baik dan Benar

Sekedar mengisi hari Minggu yang luang, saya lihat-lihat file berita di website Metro TV. Ada satu berita yang menarik untuk saya, yaitu berita tentang kericuhan rapat kerja antara Komisi III DPR dengan LSM anti korupsi, Kompak. Sebenarnya ini berita sudah agak basi, tapi saya blum pernah lihat kejadiannya. Saya cuma pernah lihat talkshow tentang itu di TVone.

Cuma sayangnya, dalam talkshow di TVone itu ndak ada yang namanya berbincang-bincang. Wakil dari Kompak, berbicara terus, sementara di sisi lain dia meminta pendapat anggota parlemen yang hadir tentang kasus Chandra-Bibit. Yang anehnya, berkali-kali wakil Kompak itu bilang, “Perbedaan pendapat itu hal lumrah dalam sebuah diskusi/debat”. Saya setuju itu, tapi yang saya kurang setuju adalah cara menyampaikan pendapat itu sendiri.

Sang Bintang

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah tayangan tivi, seorang anggota parlemen diwawancarai oleh seorang reporter mengenai pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung dewan. Sang legislator pun berusaha menjawab dengan nada bicara yang elegan walaupun jelas banget dibuat-buat. Ndak tertarik dengan komentarnya yang standar dan umum banget, saya pun mematikan tivi.