Archive for the 'Saya' Category

Kenapa Korupsi?

Setiap melihat berita tentang koruptor, saya sering berpikir, kenapa ya mereka berbuat seperti itu. Ndak takutkah mereka kalau apa yang mereka lakukan terbongkar di kemudian hari? Padahal kalau saya perhatikan, beberapa orang yang disangka  korupsi berwajah seperti orang baik yang rasanya mustahil melakukan itu. Blum lagi mereka itu orang pintar (berpendidikan tinggi) dan konon orang yang taat beribadah. Tapi kok bisa berbuat seperti itu. Kenapa mereka bisa melakukan kejahatan ini?

Earth Hour versus Pemadaman Bergilir

Kemarin saya lihat di tivi tentang pelaksanaan Earth Hour (EH) di beberapa negara. Beberapa obyek wisata penting dunia memadamkan sebagian besar lampunya selama 60 menit, yang malah menjadi tontonan alternatif bagi pengunjung dan warga sekitar, pada 27 Maret. Konon kabarnya, pelaksanaan EH tahun ini lebih “gelap” dari tahun sebelumnya karena program ini mendapat sambutan lebih luas dari penduduk dunia. Di vivanews saya baca, beberapa obyek penting dunia yang ikut “memeriahkan” EH adalah Menara Eiffel, Big Ben, Colosseum, Sidney Opera House dan Forbidden City di Cina. Begitu juga Menara Pisa, Arc de Triomphe, stadion Amsterdam Arena, Buckingham Palace, dsb. Trus, bagaimana di Indonesia?

Ndak Enak Hati..

Berantem, bertengkar, ribut, atau apalah kata yang tepat untuk menggambarkan adanya konflik kepentingan atau perbedaan pendapat yang sampai membuat para pihak yang terlibat jadi saling adu kencang urat leher, trus saling diam bahkan mungkin bermusuhan, ujung-ujungnya cuma bikin ndak enak hati. Ndak peduli ribut dengan siapa pun, tetap saja ndak enak. Terutama lagi kalau kita ribut dengan orang yang dekat dengan kita, yang seharusnya saling bekerja sama untuk meraih tujuan dan cita-cita bersama. Hufh, kalau untuk saya, ribut dengan orang dekat bisa bikin ndak enak hati. Kalau sudah ndak enak hati, semuanya jadi ndak enak. Ndak enak makan, ndak enak nonton, ndak enak tidur, bahkan main game yang paling seru pun jadi terasa basi.

Bertanggung Jawab

Belakangan, sejak kasus Bank Century mengemuka, tuntutan mundur banyak ditujukan kepada sejumlah orang yang dianggap memiliki andil dalam turunnya uang triliunan rupiah untuk Bank Century. Bahkan, beberapa kelompok mahasiswa yang berdemonstrasi menyerukan agar SBY juga mundur dari kursi presiden. SBY dianggap harus bertanggung jawab atas kontroversi bailout Bank Century ini. Tapi, apakah mundur adalah jalan terbaik? Adakah bentuk pertanggungjawaban lain yang bisa dilakukan? Sebelum membaca lebih lanjut, perlu ingatkan bahwa saya ndak lagi membahas kasus Bank Century. Topik yang saya bicarakan di sini jauh lebih luas daripada kasus itu.

1 Tahun 100 Posts

Hari ini (3/3), setahun yang lalu, berkat bantuan berapa teman dari Bali Blogger Community dan Bali Orange Communications, saya berhasil menampilkan tulisan pertama saya di blog ini. Menurut catatan blog ini, tulisan berjudul Cihui, Blog Pushandaka Terbit!! itu terbit pada pukul 15:42 (hampir jam 4 sore). Saya sengaja menunggu sampai tanggal 3 Maret untuk menerbitkan tulisan pertama saya karena menurut wikipedia, tanggal 3 Maret 1923 adalah hari saat majalah Time terbit pertama kali. Walaupun mungkin mustahil blog ini bisa sebesar dan setenar Time, tapi ndak apa-apa kan terinspirasi dari sesuatu yang hebat dan besar. Hehe!