Archive for the 'Negeriku' Category

Logika Polisi

Pernah dengar kasus tentang seorang tukang kebun yang ditangkap karena melintas di depan Presiden SBY pada sebuah acara kenegaraan? Kalau blum, saya ceritakan sekilas. SBY hadir dalam sebuah acara berskala regional, ASEAN Fair, sedang menikmati atraksi pesawat bersama tamu resmi dari negara lain. Tiba-tiba seorang kakek sambil menuntun sepeda ontel melintas di depan presiden dan tamu-tamunya. Ndak urung, si kakek ditangkap pasukan pengaman presiden dan diperiksa di kantor polisi. Saya jadi bingung.. Continue reading ‘Logika Polisi’

Reshuffle Sudah, Trus?

Episode terakhir drama “Menteri yang Ditukar” sudah lewat. Seperti biasa, sebuah keputusan tentu ndak bisa memuaskan semua pihak. Banyak yang pro dengan hasil perombakan ulang kabinet, tapi ndak sedikit juga yang kecewa. Orang yang terpilih, pastilah bukan orang biasa. Banyak kasus yang masih jadi sorotan. Masalah-masalah yang sudah menjadi tradisi merepotkan negeri ini blum pernah benar-benar tuntas, seperti tenaga kerja di luar negeri, konflik perbatasan terutama dengan malaysia, impor pangan, harga kebutuhan pokok, dsb. Tapi, apa iya mereka mampu menyelesaikan itu semua?

Continue reading ‘Reshuffle Sudah, Trus?’

This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Melindungi Warga Negara

“Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah…” masih jelas tersurat dalam Pembukaan UUD 1945.  Tapi saya ndak mengerti, kok cara negara ini melindungi warga negaranya justru lebih sering dengan memenjarakan warganya yang menjadi korban. Misalnya, untuk menghindari tindakan anarkis FPI di bulan puasa, pemerintah menghimbau warung makan dan tempat hiburan membatasi jam operasi. Trus, kasus pemerkosaan di angkot beberapa hari lalu juga mencetuskan komentar brilian Gubernur DKI yang rasanya ndak perlu lagi saya kutip di sini. Sekarang di Bandung, ada lagi aturan ndak boleh ada toko 24 jam supaya ndak ada korban genk motor. Perlindungan macam apa ini? Kalau terus begini, lama-lama negara ini akan menjadi surga para kriminal..

This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Antara Bodoh dan Serakah..

Sudah dengar berita tentang tertipunya Gayus Tambunan di dalam penjara? Memang sih, siapa pun bisa saja tertipu, apalagi kalau tingkat kecerdasan si korban kalah dengan pelaku. Tapi apa iya, seorang Gayus yang mantan staf Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bisa tertipu dengan cara yang sama sekali jauh dari logika dan cenderung berbau klenik? Tentu ndak layak untuk meragukan kecerdasan dan kepintaran Gayus. Sebab ndak gampang lho, bisa diterima dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil di instansi negeri itu seperti Gayus. Jadi ndak masuk akal sehat saya, kalau seorang Gayus yang begitu cerdik meraup uang sedemikian banyak, bisa tertipu oleh seorang Ahmad Muntoha.

Continue reading ‘Antara Bodoh dan Serakah..’

Susahnya Membuat Pidato

Ndak semua orang bisa dan lancar berbicara di depan orang banyak. Bahkan, latihan khusus dan intensif bertahun-tahun pun blum tentu bisa memupuk kemampuan itu. Ndak semua orang bisa berbicara lantang tanpa teks seperti Bung Karno. Ndak banyak juga yang bisa berbicara dengan aliran kalimat seperti SBY. Atau, cuma orang bermental khusus yang mampu berbicara seperti Gus Dur, tata bahasanya payah tapi percaya diri banget mengutarakan isi hati dan otaknya. Jadi saya rasa wajar kalau banyak pejabat negara yang bisanya cuma membaca pidato meskipun isinya dibuat oleh staf khusus atau staf ahlinya.

Continue reading ‘Susahnya Membuat Pidato’

This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka