Archive for the 'Negeriku' Category

Mereka Bukan Anti Amerika!

Setelah menonton Today’s Dialogue, Selasa (9/2) lalu, saya jadi memikirkan pendapat seorang pembicara bahwa aksi terorisme di Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap kesombongan Amerika Serikat (AS). Tapi saya kok ndak yakin bahwa mereka, anggota jaringan terorisme, “berjuang” untuk melawan kekuasaan AS dan sekutu-sekutunya. Kalau memang iya, kenapa beraksi di sini, di Indonesia? Indonesia bukan AS, walaupun saya ndak bisa membantah bahwa kekuasaan AS ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengelola negara ini. Tapi, saya merasa cuma sedikit banget kerugian yang dirasakan AS akibat aksi-aksi mereka. Kerugian terbesar jelas dirasakan oleh pemerintah dan rakyat negeri ini, kecuali mereka tentu saja. Dari hal ini saya semakin yakin bahwa mereka bukan anti Amerika.

Setelah 2 Hari di Senayan..

Beberapa hari kemarin, terutama lagi 2 hari terakhir (2/3 dan 3/3), kita seperti dipaksa untuk ikut pasang mata dan kuping di Senayan. Bagaimana ndak, lhawong hampir semua berita mengarah ke Gedung MPR/DPR terutama Sidang Paripurna DPR menyangkut kasus Bank Century. Hari ini, suasana sudah sedikit lebih tenang (terutama suasana layar tivi saya, hehe!), walaupun sebenarnya masih ada berita dari beberapa daerah yang menderita ditimpa bencana. Maka, inilah yang saya dapat setelah membaca situasi di Senayan selama 2 hari terakhir..

Tolong Semangati Mereka, Pak!

Wajah-wajah kucel kelelahan mulai memasuki ruangan yang disediakan pihak panitia Pelatihan Blog SMA/SMK se-Bali, di SMA 2 Semarapura, Kabupaten Klungkung, yang diadakan Bali Blogger Community dan Pers Mahasiswa Udayana, juga Sloka Institute. Tapi mereka masih sedikit menyisakan antusiasme mereka untuk sekedar tau apa itu blog. Bahkan mereka yang datang dari Bangli (luar Klungkung) masih terlihat semangat.

Nikah Siri, Kenapa Dilarang??

Aneh! Itu kata yang tercetus dari mulut saya waktu saya baca tentang kontroversi nikah siri. Negara ini semakin lama semakin jauh memasuki ranah pribadi warga negaranya. Menurut ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D., hal ini dicantumkan dalam Rancangan Undang-Undang Peradilan Agama agar ndak menimbulkan korban. Menurut saya, cara ini sama konyolnya dengan menghindarkan masyarakat dari adanya kejahatan melalui facebook dengan melarang facebook, seperti yang sempat menjadi perdebatan di masyarakat beberapa waktu lalu.