Archive for the 'Negeriku' Category

Mau Apa ke TPP?

Pemerintahan Jokowi sekarang ini, selain lagi disibukkan oleh urusan dan pekerjaan rumah di dalam negeri, juga menyibukkan diri dengan urusan di luar negeri. Sebenarnya sudah banyak kegiatan internasional yang harus diikuti oleh Indonesia, misalnya G20 yang setiap tahun pasti bertemu dan memberi banyak tugas lainnya untuk Indonesia. Nah, sejak tahun lalu, pemerintah menambah kesibukannya dengan menyatakan minatnya untuk bergabung ke TPP.

Tau TPP itu apa? TPP (Trans-Pacific Partnership) adalah grup negara-negara yang sepakat mengadakan kerjasama liberal di bidang ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan. Kurang lebih begitulah cara sederhana menjelaskan TPP. Di sana ada Amerika Serikat, Jepang, Kanada yang bisa saya kategorikan sebagai negara maju dan beberapa negara berkembang lain seperti teman-teman di ASEAN, yaitu Singapura, Malaysia, Vietnam dan Brunei Darussalam. Total di TPP ada 12 negara anggotanya.

Sebenarnya, Indonesia sudah diundang gabung TPP sejak pemerintahan SBY, tapi presiden waktu itu menolak dengan alasan Indonesia blum siap. Hah, memangnya harus sesiap apa sih untuk gabung TPP? Continue reading ‘Mau Apa ke TPP?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Harga Naik, Perokok Turun?

Maaf, saya harus jujur. Banyak perokok di Indonesia adalah jenis perokok irasional, egois dan fanatik. Mereka irasional, karena tetap memegang teguh kebiasaan merokok sekalipun iklan anti rokok sudah masif ditayangkan. Mereka seperti ndak mau membuka mata dan pikiran bahwa rokok adalah salah satu sumber penyakit bagi dirinya sendiri bahkan orang lain. Mereka juga egois karena seperti ndak pernah mau mengerti, bahwa sebagian orang di sekitarnya ndak suka mencium bau asap rokok yang akan menempel di pakaian atau badannya, atau ada anak di bawah umur berada di dekatnya yang secara langsung ikut menghirup asap rokoknya, dsb. Continue reading ‘Harga Naik, Perokok Turun?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Menyoal Perda Intoleran

Belakangan, bertambah lagi kontroversi di negeri ini, yaitu tentang pembatalan sekitar 3000an peraturan daerah. Alasannya ada 2 hal: pertama karena peraturan-peraturan tersebut dinilai menghambat investasi; dan kedua karena peraturan-peraturan tersebut intoleran. Kalau tentang menghambat investasi, mungkin saya tau peraturan seperti apa yang dimaksud. Pengalaman kerja saya di instansi pemerintah yang membidangi kebijakan dan iklim investasi di negeri ini, membuat saya beberapa kali terlibat dalam rapat pembahasan peraturan daerah mengenai investasi, misalnya peraturan daerah yang mewajibkan pengusaha membayar retribusi atau biaya-biaya pengurusan perizinan. Iya, itu menghambat pertumbuhan investasi. Continue reading ‘Menyoal Perda Intoleran’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Membesarkan Pelaku Kejahatan

Belakangan, marak saya baca kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Contoh kasus yang paling menghebohkan jelas kasusnya Yuyun, di Bengkulu. Kasus kekerasan seksual lain bahkan menyasar balita. Lebih gilanya lagi, pelaku mengakhiri aksi bejatnya dengan membunuh korban. Itu blum cukup parah? Coba lihat pelakunya, bahkan sebagian dari mereka pun masih di bawah umur.

Di media sosial yang saya ikuti, banyak saran dari orang tua, organisasi sosial, pengamat pendidikan, atau apalah, siapalah, dsb., yang berbagi cara mendidik anak-anak kita agar ndak menjadi korban kejahatan. Misalnya, himbauan kepada anak-anak untuk ndak menerima pemberian orang lain yang ndak dikenal, meminta anak-anak kita untuk segera berteriak saat seorang asing menyentuh bagian tubuh, dsb. Semuanya dianjurkan untuk melindungi anak-anak kita menjadi korban kejahatan orang ndak bertanggung jawab.

Tapi apakah kita pernah melindungi anak-anak kita agar ndak menjadi pelaku kejahatan itu sendiri? Continue reading ‘Membesarkan Pelaku Kejahatan’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Mereka yang Menjadi Korban

Kemarin (19/1) saya menonton berita pengusiran oleh masyarakat di Mempawah, Kalimantan Barat, terhadap warga yang diduga adalah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut berita, warga yang diusir sudah menetap di Mempawah cukup lama. Jumlah mereka pun ndak bisa dikatakan sedikit, sekitar 1000 orang. Saya tonton di televisi, sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak. Mereka harus dikawal oleh aparat keamanan keluar dari tempat tinggal mereka yang dirusak dan dibakar oleh masyarakat yang menolak kehadiran mereka, menuju bus yang akan membawa mereka ke Pontianak, di tengah hujan deras.

Saya mengerti kemarahan masyarakat terhadap mereka yang diduga anggota Gafatar, tapi menurut saya ndak perlu mengamuk kepada mereka. Continue reading ‘Mereka yang Menjadi Korban’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka