Archive for the 'Negeriku' Category

Mereka yang Menjadi Korban

Kemarin (19/1) saya menonton berita pengusiran oleh masyarakat di Mempawah, Kalimantan Barat, terhadap warga yang diduga adalah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurut berita, warga yang diusir sudah menetap di Mempawah cukup lama. Jumlah mereka pun ndak bisa dikatakan sedikit, sekitar 1000 orang. Saya tonton di televisi, sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak. Mereka harus dikawal oleh aparat keamanan keluar dari tempat tinggal mereka yang dirusak dan dibakar oleh masyarakat yang menolak kehadiran mereka, menuju bus yang akan membawa mereka ke Pontianak, di tengah hujan deras.

Saya mengerti kemarahan masyarakat terhadap mereka yang diduga anggota Gafatar, tapi menurut saya ndak perlu mengamuk kepada mereka. Continue reading ‘Mereka yang Menjadi Korban’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Khayalan Tingkat Tinggi

Rombongan mahasiswa dari seluruh Jakarta, kota-kota sekitar dan perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia mulai tiba di stadion Gelora Bung Karno. Hampir seluruh golongan masyarakat juga hadir di sana. Mulai dari buruh pabrik dan pegawai kantoran, mereka meninggalkan pekerjaannya di kantor. Ndak takut akan ancaman PHK dari perusahaannya masing-masing karena membolos kerja. Tukang ojek online dan pangkalan juga mulai berdatangan, mungkin sekitar 3000 sepeda motor mulai membanjiri areal parkir stadion. Sopir bis kota yang selama ini dikenal suka ugal-ugalan mengemudikan kendaraannya, kali ini tertib menuju Senayan, ndak ada balapan liar sesama sopir. Pokoknya semua golongan masyarakat hadir, kecuali mereka yang hidup bahagia di tengah kondisi negara yang ndak jelas seperti ini.

Sementara aparat kepolisian dan tentara berjaga-jaga di sekitar Senayan, di sekitar stadion dan sebagian lagi berjaga-jaga dengan cara berbaur bersama seluruh orang yang datang. Mereka tampak akrab dengan seluruh orang yang hadir di stadion, walaupun raut muka mereka tetap menunjukkan sikap siaga untuk menjaga keamanan masyarakat yang hadir dari adangan dari pihak lain yang berbeda pendapat.

Kalau dikira-kira, jumlah mereka semua melebihi 100 ribu orang. Mereka ada yang duduk, ada yang berdiri, namun semangat mereka sama. Ndak ada raut muka yang kuatir, takut atau malas. Kali ini, tekad mereka sudah bulat. Continue reading ‘Khayalan Tingkat Tinggi’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

Lebih Baik Diam?

Masih blum reda kehebohan tewasnya gadis cantik berumur 8 tahun, Angeline. Sejak awal hilangnya bocah ini, perhatian masyarakat sudah tersedot. Banyak opini dan dugaan bermunculan di luar investigasi resmi polisi. Ndak sedikit juga kesaksian di luar Berita Acara Pemeriksaan Kepolisian yang muncul di media massa. Ada tetangga atau orang lain yang kuat menduga, mendengar bahkan melihat sendiri, bahwa Angeline memang mengalami tindakan kekerasan di rumahnya. Apalagi sejak dipastikan bahwa Angeline telah ditemukan tewas di halaman belakang rumah. Semakin banyak kesaksian yang bermunculan. Continue reading ‘Lebih Baik Diam?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

UN Ndak Bikin Pintar

Alasan penggagas Ujian Nasional (UN) untuk meningkatkan kompetensi peserta didik semakin jauh dari harapan. Peserta didik bukan semakin pintar, tapi semakin bodoh dan rusak moralnya. Kasus terbaru adalah tewasnya seorang siswi di Tabanan yang tertekan setelah ndak sanggup menjawab soal ujian mata pelajaran matematika dan takut ndak akan lulus ujian. Oke saya kecewa dengan pilihan hidupnya, tapi ternyata kasus bunuh diri terkait UN sudah banyak terjadi sebelumnya. Artinya apa? Selain bahwa UN semakin membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah menjadi semakin ndak menyenangkan, ternyata UN juga ndak membuat siswa menjadi pintar, tapi semakin rusak mental dan moralnya. Continue reading ‘UN Ndak Bikin Pintar’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2014 Agung Pushandaka

Belum Tentu

Beberapa partai politik sudah menentukan siapa calon presiden yang akan diusung. Masa kampanye untuk pemilu legislatif juga sedang berlangsung, melibatkan langsung calon presiden andalan masing-masing parpol. Seperti biasa, ndak cuma tentang diri sendiri yang mereka bicarakan, keburukan dan kelemahan rival pun mereka umbar. Saya sendiri, blum menentukan pilihan secara pasti siapa calon presiden yang akan saya pilih. Setiap calon punya kelebihan dan kelemahan di mata saya. Maka saya cuma akan memilih siapa yang paling baik di antara yang ada. Berikut nominasi presiden pilihan saya,, Continue reading ‘Belum Tentu’