May 27th, 2011 by Agung Pushandaka
Pagi ini, Jum’at (27/5), saya cuma duduk tepekur di pinggir tempat tidur Hotel Galuh Anindita Jogja. Tugas kantor untuk mengikuti kegiatan Koordinasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Regional (KP3MR) BKPM membuat saya berada di Jogja sejak Rabu malam sebelumnya. Melihat jam henpon yang menunjukkan pukul 6 pagi, membuat saya ingat sebuah peristiwa yang terjadi tepat di tanggal ini beberapa tahun lalu. Masih saya ingat betul kejadiannya..
Continue reading ’27 Mei Waktu Itu..’
January 12th, 2011 by Agung Pushandaka
Beberapa hari lalu, saya menonton di tivi tentang rencana penutupan Gang Dolly. Tentu saja ada yang pro maupun kontra. Bagi yang blum tau, Gang Dolly atau yang bisa disebut Dolly ini adalah kawasan prostitusi di kota Surabaya. Nah, menurut program tivi yang saya tonton, gosipnya, gang ini akan ditutup. Saya pribadi ndak setuju kalau Dolly ditutup. Saya bukan bermaksud mendukung apalagi sampai melegalkan prostitusi. Tapi menurut saya, Dolly justru membantu pemerintah terutama dalam pencegahan penyebaran penyakit kelamin serta membatasi praktik-praktik prostitusi di sebuah area khusus sehingga ndak tersebar di penjuru kota. Anda bisa menangkap maksud saya?
Continue reading ‘Gang Dolly Ditutup? Janganlah..’
December 2nd, 2010 by Agung Pushandaka
Belakangan ribut-ribut tentang keistimewaan Yogyakarta (juga disebut Yogya atau Jogja), banyak diberitakan. SBY yang selama ini berprinsip alon-alon asal klakson, kalau diterjemahkan secara sembarangan artinya biar lambat yang penting ribut (baca: kontroversi), menimbulkan perdebatan lagi. Bagi masyarakat Jogja, keistimewaan adalah mutlak. Sementara menurut SBY, seharusnya ndak ada keistimewaan dalam pemerintahan di Jogja. Saya ndak tau kenapa hal ini dipermasalahkan sekarang oleh SBY sehingga dia disebut sebagai orang yang lupa dengan sejarah. Tapi sebenarnya, anda tau ndak sih, apa istimewanya Jogja?
Continue reading ‘Apa Istimewanya Yogyakarta?’
November 10th, 2010 by Agung Pushandaka
Gunung Merapi blum berhenti menunjukkan kebesarannya. Korban berjatuhan, yang beberapa di antaranya disebabkan oleh keengganan mereka meninggalkan rumah. Mereka beralasan, ndak pengen meninggalkan rumah dan terutama sawah dan ternak mereka yang selama ini menjadi sumber penghidupan. Akhirnya, walaupun terlambat, SBY memerintahkan agar Gubernur Jogja dan Jateng untuk membeli hewan ternak para pengungsi dengan harga yang pantas. Pemerintah pusat menyediakan dana 100 M untuk itu. Walaupun sederhana, tapi keputusan ini saya rasa bisa mengurangi beban pikiran para korban sehingga mereka ndak tambah stres.
Continue reading ‘Contoh Dari SBY’
November 6th, 2010 by Agung Pushandaka
Berita tentang letusan Gunung Merapi di media massa belakangan ini benar-benar membuat pikiran saya kembali ke Jogja. Iya, saya sempat begitu akrab dengan sosok Merapi karena pernah menetap diĀ Jogja/Sleman selama beberapa tahun. Saya memang ndak pernah sekalipun mendakinya. Tapi saya yakin, siapa pun yang pernah menetap di Jogja akan merasakan kedekatan secara psikis dengan Merapi. Sebab Merapi begitu dekat baik dari segi jarak, sejarah, maupun tradisi dengan daerah dan penduduk di sekitarnya.
Continue reading ‘Saya dan Merapi’