March 19th, 2013 by pus
Saya sempat membaca di akun twitter Balebengong yang pada intinya mengabarkan bahwa ada keresahan penduduk Kuta tentang keadaan desa mereka. Di sana disebutkan ada 7 butir tuntutan yang dibacakan oleh salah seorang pemuda lokal di hadapan Gubernur Bali. Dari 7 tuntuan tersebut, saya tertarik pada butir ke-4. Pokok dari butir ke-4 adalah adanya filter terhadap wisatawan yang hadir, agar Kuta ndak nampak murahan. Sulit! Tentu saja sulit untuk membuat batasan siapa saja yang boleh datang ke Kuta. Apakah orang yang datang ke Kuta harus punya banyak uang? Kalau begitu, mungkin warga Kuta lebih senang Djoko Susilo yang datang untuk menghabiskan miliaran uang hasil korupsinya. Atau wisatawan yang datang ke Kuta adalah mereka yang lulusan S2 atau Master? Ini bukan salah orang yang datang, tapi salah Kuta sendiri sehingga Kuta jadi terkesan ‘murah’ di mata wisatawan.
Continue reading ‘Kenapa Kuta Murah?’
This article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka
February 14th, 2013 by pus
Saya lahir di Denpasar. Kuliah dan menetap lama di Jogja. Sekarang berdomisili di Jakarta. Beberapa kota juga sudah pernah saya kunjungi, mulai dari Medan sampai Gorontalo. Setiap kota punya budaya dan cirinya masing-masing. Begitu juga dengan kota-kota di luar negeri yang akhirnya kesampaian untuk saya datangi, yaitu Tokyo, Melbourne, Abu Dhabi dan terakhir New York. Jujur saya akui, 4 kota di luar Indonesia yang saya datangi keren banget. Tata kotanya baik, baik banget malah! Penataan yang baik itu memberi rasa nyaman bagi warganya dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Taman kota tersedia luas, lalu lintas rapih dan nyaman untuk pejalan kaki, juga memiliki fasilitas umum yang lengkap dan berkualitas bagus. Bahkan, kota-kota itu juga punya pemandangan yang ndak kalah indahnya dengan yang ada di Indonesia. Sampai akhirnya saya juga jujur mengakui, bahwa saya menyukai kota-kota itu. Tapi,,, Continue reading ‘Indonesia Saja’
This article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka
January 19th, 2013 by pus
Banjir yang menerjang Jakarta beberapa hari ini, hampir melumpuhkan kehidupan kota yang juga merupakan Ibukota Indonesia. Bukan cuma roda pemerintahan yang tersendat, tapi juga pergerakan ekonomi, bisnis, pendidikan, pariwisata, dsb. Banyak pendapat dari para ahli/pengamat yang mengomentari bencana ini. Salah satunya adalah, lagi, pemindahan ibukota ke kota lain. Banyak yang setuju, tapi ndak sedikit juga yang menolak. Saya sendiri termasuk yang setuju, tapi dengan beberapa catatan. Catatan itu bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya, DKI Di Kalimantan.
Continue reading ‘Lagi, Wacana Pemindahan Ibukota’
This article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka
January 24th, 2012 by pus
Prihatin, itulah yang saya rasakan waktu melihat pertama kali tayangan di tivi tentang tragedi kecelakaan di Tugu Tani, Jakarta. Sebenarnya banyak kecelakaan lalu lintas pernah terjadi, tapi saya cukup menaruh perhatian untuk kejadian kali ini sebab sejak Kepala BKPM masih dijabat oleh Menteri Perdagangan, saya jadi cukup sering melintasi lokasi kecelakaan ini. Ngeri rasanya membayangkan kejadian itu. Yang lebih mengerikan lagi adalah saat melihat ekspresi si pelaku yang bertubuh gembrot seperti babi, yang seperti sama sekali ndak ada rasa takut, terkejut apalagi menyesal melihat mayat berserakan akibat ulahnya. Tapi sudahlah, bukan itu yang mau saya bicarakan.
Continue reading ‘Hikmah Tragedi Tugu Tani’
This article has been Digiproved © 2012 Agung Pushandaka
November 20th, 2011 by pus
Ada pemandangan yang cukup mengganggu sewaktu saya ikut dalam kesibukan ASEAN Investment Forum dan ASEAN Business and Investment Summit di Bali minggu lalu. Bukan kemacetan di jalan akibat kedatangan tamu negara dan beberapa pemimpin dunia, bukan juga pengamanan yang dilakukan aparat di sekitar Nusa Dua, tapi kondisi bandara internasional Ngurah Rai. Iya, satu-satunya bandara di Bali ini lagi mengalami renovasi yang konon dilakukan dalam rangka menyambut hajatan yang lebih besar, yaitu pertemuan APEC 2013. Saya sendiri senang kalau bandara Ngurah Rai direnovasi menjadi lebih luas dan besar mengingat kondisinya yang sudah semakin krodit. Apalagi, pembangunan ini juga akan menyentuh perbaikan akses jalan menuju dan dari bandara.
Continue reading ‘Bandara Internasional Ketut Jelantik’
This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka