Archive for the 'Kotaku' Category

Berasa di Hollywood

Hollywood, sentra industri film Amerika Serikat, menghasilkan banyak film yang laku di pasaran termasuk di Indonesia. Mulai dari film laga, drama, horor, komedi dan sebagainya. Film drama, horor dan komedi, mungkin lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Apalagi banyak kisah cinta yang difilmkan memang berdasarkan kisah nyata, pun juga kisah-kisah seram yang menjadi tema film bergenre horor, seperti The Conjuring misalnya, yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Sementara itu, ndak banyak film laga yang berisi adu pukul, baku tembak, pembunuhan dan sebagainya yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, terutama di Indonesia. Tapi belakangan, Jakarta, sudah hampir mirip seperti setting film laga bikinan Hollywood. Mulai dari maraknya aksi terorisme dengan meledakkan gedung-gedung, tawuran antar geng dan terakhir, pembunuhan misterius bahkan dengan menggunakan senjata api.
Continue reading ‘Berasa di Hollywood’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Sekilas Abu Dhabi..

Beberapa hari kemarin, saya beruntung bisa berkunjung lagi ke Abu Dhabi, salah satu kota di Uni Emirat Arab. Kunjungan kali ini adalah kunjungan kedua saya, yang mana kunjungan pertama saya adalah pada bulan Desember tahun lalu. Kunjungan kali ini bukanlah kunjungan yang mudah sebenarnya. Soalnya, pada bulan ini, Abu Dhabi sedang melewati musim panas. Musim panas di kota ini benar-benar panas. Sehari-hari, temperatur udara di Abu Dhabi berkisar antara 35-45 derajat celsius. Tentu ini bukanlah cuaca yang bersahabat untuk saya, yang biasa hidup di wilayah tropis dengan temperatur antara 26-34 derajat celsius. Berbeda dengan kunjungan pertama saya, dimana Abu Dhabi sedang bermusim dingin. Temperatur masih lebih bersahabat untuk tubuh saya walaupun angin yang berhembus cukup dingin menusuk tulang. Tapi, bukan cuma tentang cuaca yang ingin saya tulis di sini. Saya lebih tertarik untuk menulis tentang sekilas kehidupan sehari-hari di Abu Dhabi yang saya lihat dan dengar sendiri dari mereka yang menetap di kota ini atau dari adik saya, Ajeng Pritiningdyah, yang pernah menetap dan bekerja di sini. Continue reading ‘Sekilas Abu Dhabi..’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Kenapa Kuta Murah?

Saya sempat membaca di akun twitter Balebengong yang pada intinya mengabarkan bahwa ada keresahan penduduk Kuta tentang keadaan desa mereka. Di sana disebutkan ada 7 butir tuntutan yang dibacakan oleh salah seorang pemuda lokal di hadapan Gubernur Bali. Dari 7 tuntuan tersebut, saya tertarik pada butir ke-4.  Pokok dari butir ke-4 adalah adanya filter terhadap wisatawan yang hadir, agar Kuta ndak nampak murahan. Sulit! Tentu saja sulit untuk membuat batasan siapa saja yang boleh datang ke Kuta. Apakah orang yang datang ke Kuta harus punya banyak uang? Kalau begitu, mungkin warga Kuta lebih senang Djoko Susilo yang datang untuk menghabiskan miliaran uang hasil korupsinya. Atau wisatawan yang datang ke Kuta adalah mereka yang lulusan S2 atau Master? Ini bukan salah orang yang datang, tapi salah Kuta sendiri sehingga Kuta jadi terkesan ‘murah’ di mata wisatawan.

Continue reading ‘Kenapa Kuta Murah?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Indonesia Saja

Saya lahir di Denpasar. Kuliah dan menetap lama di Jogja. Sekarang berdomisili di Jakarta. Beberapa kota juga sudah pernah saya kunjungi, mulai dari Medan sampai Gorontalo. Setiap kota punya budaya dan cirinya masing-masing. Begitu juga dengan kota-kota di luar negeri yang akhirnya kesampaian untuk saya datangi, yaitu Tokyo, Melbourne, Abu Dhabi dan terakhir New York. Jujur saya akui, 4 kota di luar Indonesia yang saya datangi keren banget. Tata kotanya baik, baik banget malah! Penataan yang baik itu  memberi rasa nyaman bagi warganya dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Taman kota tersedia luas, lalu lintas rapih dan nyaman untuk pejalan kaki, juga memiliki fasilitas umum yang lengkap dan berkualitas bagus. Bahkan, kota-kota itu juga punya pemandangan yang ndak kalah indahnya dengan yang ada di Indonesia. Sampai akhirnya saya juga jujur mengakui, bahwa saya menyukai kota-kota itu. Tapi,,, Continue reading ‘Indonesia Saja’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka

Lagi, Wacana Pemindahan Ibukota

Banjir yang menerjang Jakarta beberapa hari ini, hampir melumpuhkan kehidupan kota yang juga merupakan Ibukota Indonesia. Bukan cuma roda pemerintahan yang tersendat, tapi juga pergerakan ekonomi, bisnis, pendidikan, pariwisata, dsb. Banyak pendapat dari para ahli/pengamat yang mengomentari bencana ini. Salah satunya adalah, lagi, pemindahan ibukota ke kota lain. Banyak yang setuju, tapi ndak sedikit juga yang menolak. Saya sendiri termasuk yang setuju, tapi dengan beberapa catatan. Catatan itu bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya, DKI Di Kalimantan.

Continue reading ‘Lagi, Wacana Pemindahan Ibukota’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2013 Agung Pushandaka