Archive for the 'Kotaku' Category

Hikmah Tragedi Tugu Tani

Prihatin, itulah yang saya rasakan waktu melihat pertama kali tayangan di tivi tentang tragedi kecelakaan di Tugu Tani, Jakarta. Sebenarnya banyak kecelakaan lalu lintas pernah terjadi, tapi saya cukup menaruh perhatian untuk kejadian kali ini sebab sejak Kepala BKPM masih dijabat oleh Menteri Perdagangan, saya jadi cukup sering melintasi lokasi kecelakaan ini. Ngeri rasanya membayangkan kejadian itu. Yang lebih mengerikan lagi adalah saat melihat ekspresi si pelaku yang bertubuh gembrot seperti babi, yang seperti sama sekali ndak ada rasa takut, terkejut apalagi menyesal melihat mayat berserakan akibat ulahnya. Tapi sudahlah, bukan itu yang mau saya bicarakan.

Continue reading ‘Hikmah Tragedi Tugu Tani’

This article has been Digiproved © 2012 Agung Pushandaka

Bandara Internasional Ketut Jelantik

Ada pemandangan yang cukup mengganggu sewaktu saya ikut dalam kesibukan ASEAN Investment Forum dan ASEAN Business and Investment Summit di Bali minggu lalu.  Bukan kemacetan di jalan akibat kedatangan tamu negara dan beberapa pemimpin dunia, bukan juga pengamanan yang dilakukan aparat di sekitar Nusa Dua, tapi kondisi bandara internasional Ngurah Rai. Iya, satu-satunya bandara di Bali ini lagi mengalami renovasi yang konon dilakukan dalam rangka menyambut hajatan yang lebih besar, yaitu pertemuan APEC 2013. Saya sendiri senang kalau bandara Ngurah Rai direnovasi menjadi lebih luas dan besar mengingat kondisinya yang sudah semakin krodit. Apalagi, pembangunan ini juga akan menyentuh perbaikan akses jalan menuju dan dari bandara.

Continue reading ‘Bandara Internasional Ketut Jelantik’

This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Hai (Lagi) Jakarta!

Setelah seminggu meninggalkan Jakarta untuk urusan yang sangat penting, yaitu liburan sambil mudik ke Jogja, Semarang dan Denpasar, Sabtu malam (3/9) kemarin saya sampai lagi di kota ini. Sudah ndak terlihat jalanan Jakarta yang kosong seperti yang nampak di tivi. Senin (5/9), hari kerja dimulai lagi. Masih malas sih, tapi masa bersenang-senang sudah lewat, saatnya kembali ke dunia nyata. Akhirnya saya cuma bisa bilang, hai Jakarta!

Kota Tanpa Bintang

Setiap kali saya melihat ke langit di atas kota Jakarta di waktu malam, yang saya lihat cuma langit gelap. Persis seperti langit Denpasar di saat mendung. Tapi anehnya waktu saya lihat, langit Jakarta ndak sedang tertutup mendung karena di langit gelap itu masih terlihat sang bulan. Iya, cuma bulan yang saya lihat sendirian di langit gelap. Jangan-jangan kota ini memang ndak berbintang? Atau mungkin mata saya yang tambah tua? Coba nanti malam saya lihat lagi langit kota ini. Adakah bintang di sana menemani sang bulan..

This article has been Digiproved © 2011 Agung Pushandaka

Mencintai Jakarta

Sejak Desember 2010 saya menetap di Jakarta. Walaupun blum mengganti KTP Denpasar dengan KTP Jakarta, saya bisa dikatakan sudah jadi warga Jakarta sekarang. Sebelumnya, seperti ndak ada hal yang menyenangkan di kota ini, apalagi pengalaman hidup saya sebelumnya adalah menjadi warga di daerah yang lebih digemari banyak orang dibandingkan Jakarta, yaitu Bali dan Jogja. Jadi sepertinya akan sulit buat saya untuk bisa menikmati hidup saya di sini seperti waktu saya hidup di Jogja maupun Denpasar.

Continue reading ‘Mencintai Jakarta’