Archive for the 'Kotaku' Category

Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena dianggap mencurigakan. Bum! Meledaklah bom di pos polisi. Blum cukup membunuh dengan bom, pelaku lainnya mengeluarkan senjata dan menembakkan pelurunya ke arah polisi dan warga sipil. Korban tewas dari golongan sipil berjumlah 2 orang. Suasana di sekitar lokasi cukup menegangkan, tapi Jakarta tidak pernah (benar-benar) takut. Continue reading ‘Kami Tak Pernah Takut’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2016 Agung Pushandaka

Kalau Go-Jek Dilarang…

Masih tentang angkutan umum di Jakarta. Kalau kemarin heboh tentang kualitas bus Metromini dan Kopaja yang menyebabkan tewasnya nyawa manusia, kini hebohnya pindah ke topik angkutan umum berbasis online yang sempat dilarang oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, tapi kemudian larangan itu dicabut. Kalau sekilas saya baca beritanya, angkutan umum berbasis online seperti Go-Jek dilarang karena sepeda motor ndak memenuhi syarat sebagai kendaran umum. Sementara larangan untuk Uber dengan alasan bahwa Uber blum memiliki izin usaha transportasi publik, sehingga ndak berhak untuk beroperasi sebagai taxi.

Saya bingung… Continue reading ‘Kalau Go-Jek Dilarang…’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

Prihatin Bis Kota

Dalam sehari, 2 tragedi terjadi di jalanan ibu kota, Jakarta. Pertama, ada bis Kopaja terbalik di jalan Thamrin. 1 orang tewas, beberapa lainnya luka. Kedua, ada bis Metromini menerobos palang kereta di Tubagus Angke trus dihajar KRL Bogor-Jatinegara. 18 orang tewas, belasan lainnya luka parah. Kejadiannya hampir bersamaan di hari Minggu (6/12) kemarin. Ini juga bukan yang pertama kali. Sudah sering kejadian bis kota, baik Metromini atau Kopaja, mengalami kecelakaan di jalan. Continue reading ‘Prihatin Bis Kota’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

Wisata Syariah: Kenapa Ditolak?

Belakangan, ribut-ribut tentang rencana pengembangan wisata syariah di Bali saya baca di mana-mana. Hampir seluruh masyarakat Bali menolak rencana tersebut. Ndak cuma warga Bali yang mayoritas Hindu, bahkan sebagian warga Bali yang beragama Islam pun turut menyampaikan penolakannya. Gubernur Bali yang selama ini berseberangan dengan mayoritas warganya dalam kasus reklamasi Tanjung Benoa, kali ini berada di pihak yang sama dengan ikut menolak rencana tersebut yang dibilang akan berpotensi menimbulkan keributan. Tapi kenapa topik wisata syariah ini sebegitu kerasnya ditolak di Bali?

Warga Bali seperti ndak mempermasalahkan saat Kuta menjadi “tidak berbudaya Bali” dengan menyediakan diskotik, cafe atau dengan membiarkan kesucian pantai “dikotori” oleh tubuh setengah telanjang para wisatawan yang “bergelimpangan” di sana? Warga Bali membiarkan wisatawan berkulit putih berciuman, bermesraan di tempat umum, sekalipun saya yakin, itu juga bukan kebiasaan dan budaya Bali. Warga Bali jadi akurapopo saat Kuta dijuluki Desa Internasional, tapi jadi gerah saat ada yang ingin membuat Desa Syariah. Pertanyaannya kemudian, kenapa saat ada wisatawan dari golongan lain membutuhkan pelayanan yang berbeda di Bali, warga Bali menolak dengan dalih ndak sesuai dengan budaya lokal? Padahal negara tujuan wisata yang merupakan kompetitor Bali sudah membangun wisata syariah, sebut saja Singapura, Thailand bahkan Jepang. Continue reading ‘Wisata Syariah: Kenapa Ditolak?’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2015 Agung Pushandaka

Larang Sekalian Di Seluruh Jakarta

Belakangan ini, di Jakarta, sedang agak ramai dibahas tentang rencana larangan sepeda motor melintas di jalan protokol. Per bulan depan, Desember, jalan Thamrin dan jalan Merdeka Barat akan tertutup untuk kendaraan bermotor berban dua itu. Konon katanya, pengguna sepeda motor yang bertujuan ke jalan-jalan itu harus parkir di luar jalan itu dan menggunakan transportasi umum menuju tempat yang ditujunya. Gitu juga untuk pengguna sepeda motor yang cuma pengen melintas di jalan itu, harus melewati jalan lain yang statusnya bukan jalan protokol. Nyusahin? Iya. Continue reading ‘Larang Sekalian Di Seluruh Jakarta’

Digiprove sealThis article has been Digiproved © 2014 Agung Pushandaka