February 16th, 2010 by pushandaka
Aneh! Itu kata yang tercetus dari mulut saya waktu saya baca tentang kontroversi nikah siri. Negara ini semakin lama semakin jauh memasuki ranah pribadi warga negaranya. Menurut ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D., hal ini dicantumkan dalam Rancangan Undang-Undang Peradilan Agama agar ndak menimbulkan korban. Menurut saya, cara ini sama konyolnya dengan menghindarkan masyarakat dari adanya kejahatan melalui facebook dengan melarang facebook, seperti yang sempat menjadi perdebatan di masyarakat beberapa waktu lalu.
…
February 12th, 2010 by pushandaka
Membaca tulisan gustulank, saya jadi teringat dengan obrolan saya bersama Bli Ade (lawyer/owner SP Law Office) tentang seorang anak berumur 9 tahun di Surabaya yang diadili di meja hijau karena dengan sengaja menempelkan seekor tawon ke pipi temannya. Tanpa disadarinya, ternyata tawon itu menyengat pipi si teman. Akibatnya, pipi si teman menjadi bengkak dan ndak bisa masuk sekolah. Orang tua korban yang kebetulan seorang polisi, ternyata melaporkan perbuatan si anak iseng itu ke kantor polisi. Orang tua si anak iseng sudah berusaha menempuh jalan damai dengan berkunjung ke rumah korban untuk minta maaf. Namun orang tua korban tetap pengen melanjutkan kasus itu secara hukum. Kemudian kalau saya ndak salah ingat, terhadap si anak iseng diambil tindakan hukum yaitu dikembalikan kepada orang tuanya untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Hakim juga menasehati si anak iseng untuk jangan mengulangi lagi perbuatannya.
…
February 2nd, 2010 by pushandaka
Heboh kaos bermerk Giorgio Armani sepekan lalu, membuat saya penasaran untuk membuka Undang-Undang (UU) tentang lambang negara kita, Garuda Pancasila. Trus, saya akan coba kaitkan UU itu dengan kasus Garuda Armani.
Garuda Pancasila, menurut wikipedia, dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. Waktu itu, beliau adalah Menteri Negara Zonder Porto Folio Republik Indonesia Serikat. Beliau memimpin sebuah panitia perancang lambang negara yang beranggotakan M. Yamin, K. H. Dewantoro, M. A. Pellaupessy, M. Natsir, R. M. Ngabehi Purbatjaraka. Melalui proses sayembara, terpilih 2 finalis lambang karya Sultan Hamid dan M. Yamin. Tapi, karena karya M. Yamin mengandung gambar sinar matahari yang dianggap menunjukkan pengaruh Jepang, maka karya Sultan Hamid yang kemudian diterima oleh pemerintah dan DPR sebagai “pemenang”.
…
January 14th, 2010 by pushandaka
Setelah ketauan memberikan pelayanan istimewa kepada Artalyta “Ayin” Suryani di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, semua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) “dibongkar” oleh aparat yang berwenang. Walaupun terkesan terlambat, upaya ini perlu diacungi jempol tangan. Saya sendiri, baru tergerak untuk “membongkar” peraturan tentang Lapas setelah kejadian ini heboh ditayangkan di media masa. Maka, inilah yang saya dapatkan.
…